[비즈한국] MG Community Credit Cooperative (MGCCC) dikonfirmasi baru saja mengakuisisi lahan proyek pembangunan Hotel Chosun di Kabupaten Yangyang, Provinsi Gangwon, senilai 65,2 miliar won setelah proyek tersebut mengalami gagal bayar pada pembiayaan proyek (Project Financing/PF). Lokasi ini sebelumnya direncanakan untuk pengembangan proyek dengan meminjam dana sebesar 84,5 miliar won dalam bentuk bridge loan dari MGCCC dan koperasi lokal, namun proyek tersebut kandas karena gagal berlanjut ke tahap PF utama. Kawasan ini akhirnya dilelang pada Desember 2024, namun setelah enam kali lelang tidak mendapatkan penawar, proses dilanjutkan dengan kontrak privat.

Menurut sumber industri, MGCCC membeli lahan pengembangan Hotel Chosun yang berlokasi di Ganghyeon-myeon, Kabupaten Yangyang, melalui kontrak privat pada bulan November lalu. Harga transaksi mencapai total 65,2 miliar won. Properti yang ditransaksikan mencakup lahan seluas 9087㎡ beserta lima bangunan, dengan nilai taksiran mencapai 105,2 miliar won. Sebelumnya, lokasi ini sempat dilelang pada Desember 2024, namun setelah enam kali gagal, proses lelang dihentikan karena adanya kesepakatan kontrak privat. Pada saat itu, harga penawaran minimum lelang terakhir sama dengan harga transaksi ini.
MGCCC merupakan kreditur utama dalam pembiayaan proyek (PF) pembangunan Hotel Chosun di Yangyang. Perusahaan pengembang properti, Perusahaan A, meminjam total 84,5 miliar won dalam bentuk bridge loan dari MGCCC serta 45 koperasi lokal termasuk Sokcho Central MG pada April 2022 untuk mendorong proyek pengembangan hotel tersebut. Chosun Hotels & Resorts berencana untuk mengambil alih pengelolaan hotel yang akan dibangun. Awalnya, Perusahaan A berencana memulai konstruksi pada 2023 setelah melewati proses perizinan, namun proyek tersebut dilaporkan kandas tanpa sempat berlanjut ke tahap PF utama.
Sebelum pembelian lahan, MGCCC dan koperasi lokal telah menjual obligasi PF yang mereka pegang di lokasi tersebut kepada MCI Loan pada September 2024. MCI Loan adalah cucu perusahaan dari MGCCC yang bergerak di bidang pembelian dan pengelolaan kredit bermasalah (NPL). Mereka biasanya memanfaatkan dana yang masuk dari MGCCC untuk membeli kredit bermasalah. MGCCC telah menjual NPL kepada MCI Loan untuk menurunkan tingkat keterlambatan pembayaran dan rasio kredit di bawah standar pada tingkat koperasi unit. Pinjaman dan piutang lain milik MCI Loan melonjak dari 1,2185 triliun won pada 2023 menjadi 6,0215 triliun won pada 2024.
Lahan proyek Hotel Chosun di Yangyang rencananya akan dikembangkan menjadi fasilitas kesejahteraan MGCCC di masa depan. Pihak MGCCC menyatakan, "Dibandingkan dengan lembaga keuangan mutual lainnya, manfaat kesejahteraan bagi anggota MGCCC masih terbatas, sehingga kami mengakuisisi lahan ini untuk memperkuat kesejahteraan anggota. Kami berencana meninjau pembangunan fasilitas yang dapat memberikan peluang manfaat budaya berbeda bagi anggota dan nasabah, sekaligus mencari cara terbaik untuk memanfaatkannya agar dapat berkontribusi pada daerah yang terancam kepunahan penduduk serta komunitas lokal.”
Namun, kesehatan aset MGCCC berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, tingkat keterlambatan pembayaran di 1276 koperasi MGCCC di seluruh negeri pada paruh pertama tahun lalu mencapai 8,37%, naik 1,56% poin dibandingkan akhir tahun 2024. Tingkat keterlambatan pinjaman perusahaan mencapai 12,97%, sementara pinjaman rumah tangga sebesar 2,17%, menunjukkan bahwa dana yang tidak dapat ditagih tepat waktu lebih banyak berasal dari pinjaman korporasi. MGCCC memperkirakan bahwa tingkat keterlambatan pembayaran telah turun ke level 5% pada kuartal keempat tahun lalu berkat penjualan kredit bermasalah, namun angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat keterlambatan perbankan komersial yang berada di bawah 1%.