주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Dunamu Mengincar Bisnis Karaoke Koin? Makna di Balik Pendaftaran Merek Dagang Baru Terkait Musik

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Operator bursa kripto 'Upbit', Dunamu, baru-baru ini diketahui telah mendaftarkan sejumlah besar merek dagang. Di antaranya mencakup merek yang menyebutkan playlist, karaoke koin, dan lainnya. Dunamu selama ini jauh dari bisnis musik atau karaoke. Hal ini memicu analisis bahwa Dunamu sedang mencoba merambah ke bisnis baru.

Papan petunjuk A-Plus Asset Tower di Seocho-gu, Seoul, tempat kantor pusat Dunamu berada. Foto=Reporter Park Jeong-hoon
Papan petunjuk A-Plus Asset Tower di Seocho-gu, Seoul, tempat kantor pusat Dunamu berada. Foto=Reporter Park Jeong-hoon

Menurut Kipris, jaringan informasi paten, Dunamu mendaftarkan merek dagang seperti 'Bojagi', 'Up-ply', 'UPBIT Playlist', 'Upcoin', 'UPCOIN', 'UPCONO', 'Upkono', dan 'Upbit Coin Karaoke' pada bulan Februari tahun ini. Di antara merek-merek tersebut, 'Bojagi' adalah protokol privasi milik Dunamu. Sementara 'Upcoin' tampaknya berkaitan dengan bisnis inti Dunamu, yaitu bursa kripto.

Di sisi lain, sulit untuk menemukan kaitan antara 'Up-ply' atau 'Upbit Coin Karaoke' dengan bisnis Dunamu yang sudah ada. Produk yang ditentukan untuk 'Up-ply' dan 'UPBIT Playlist' mencakup 'file multimedia yang dapat diunduh', 'perangkat lunak komputer untuk produksi dan pengeditan musik dan suara', 'bisnis siaran internet', 'bisnis perencanaan pertunjukan', dan 'bisnis produksi rekaman musik'.

Selain itu, produk yang ditentukan untuk 'Upkono' dan 'Upbit Coin Karaoke' mencakup 'perangkat karaoke', 'dekoder grafis untuk sistem karaoke audio', 'program komputer yang dapat dibaca mesin untuk pemutaran musik', 'bisnis transmisi musik digital', dan 'bisnis siaran internet'. Jika disimpulkan, 'Up-ply' dan 'UPBIT Playlist' diartikan sebagai merek dagang yang ditujukan untuk playlist streaming musik, sedangkan 'Upkono' dan 'Upbit Coin Karaoke' ditujukan untuk bisnis karaoke. Namun, Dunamu tidak memberikan pernyataan resmi terkait pendaftaran merek dagang tersebut.

Saat ini, Dunamu sedang mendorong proses pertukaran saham menyeluruh dengan Naver035420 Financial. Setelah prosedur selesai, Dunamu akan menjadi bagian dari afiliasi Naver. Setelah bergabung, merek dagang 'Up-ply' dan 'UPBIT Playlist' berpotensi menciptakan efek sinergi dengan layanan streaming musik yang dijalankan Naver, yaitu 'VIBE'. Namun, untuk 'Upbit Coin Karaoke', sulit ditemukan keterkaitannya dengan Naver.

Tentu saja, ada kemungkinan di masa depan Dunamu atau Naver akan merambah bisnis karaoke. Namun, karena bisnis karaoke koin umumnya merupakan sektor usaha kecil, kurang pantas jika perusahaan besar seperti Dunamu atau Naver masuk ke sektor tersebut. Alternatifnya, mereka mungkin terjun ke bisnis manufaktur alat karaoke. Pasar alat pengiring karaoke domestik saat ini didominasi oleh Kumyoung Entertainment dan TJ Media033200. Jika Dunamu terjun ke manufaktur alat pengiring, muncul spekulasi bahwa alat karaoke jenis baru yang menggabungkan TI atau kecerdasan buatan (AI) bisa saja muncul.

Sebagian besar pendapatan Dunamu berasal dari biaya platform Upbit dan Securities Plus. Menurut laporan kuartalan, dari total pendapatan sebesar 1,1878 triliun won selama kuartal 1-3 tahun lalu, 97,94% (1,1633 triliun won) berasal dari pendapatan biaya. Dengan kata lain, jika terjadi masalah pada Upbit, pada dasarnya tidak ada sumber pendapatan lain yang bisa menggantikannya. Inilah latar belakang mengapa muncul penilaian bahwa Dunamu perlu merambah ke bisnis baru.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지