[비즈한국] Pemerintah Kota Seoul dipastikan akan membeli unit-unit rumah sosial (social housing) milik mereka yang mengalami kasus gagal bayar uang jaminan sewa (jeonse). Pada tanggal 22 lalu, Pemerintah Kota Seoul mengirimkan surat pemberitahuan kepada para penyewa rumah sosial yang terdampak, yang isinya menyatakan bahwa "Seoul Housing & Communities Corporation (SH) berencana untuk membeli gedung terkait dan kemudian mengembalikan uang jaminan para penghuni." Langkah ini diambil setelah sekitar satu setengah tahun sejak kasus penipuan sewa (jeonse fraud) pertama kali mencuat di rumah sosial milik Pemerintah Kota Seoul (Artikel terkait: [Krisis Rumah Sosial] Tertipu 'Penipuan Sewa' Setelah Percaya pada Nama Pemerintah Kota Seoul).

Pemerintah Kota Seoul menyampaikan kepada para penyewa rumah sosial yang terdampak gagal bayar uang jaminan bahwa, "Pemerintah Kota Seoul telah menyiapkan langkah perlindungan bagi penghuni rumah sosial pada bulan Juli lalu. Sesuai dengan langkah tersebut, kami berencana untuk memastikan bahwa SH akan membeli gedung di lokasi yang terdampak dan mengembalikan uang jaminan tersebut." Mereka juga menambahkan, "Kami akan segera mengumumkan rencana pelaksanaan yang lebih rinci sesegera mungkin."
Seorang pejabat Pemerintah Kota Seoul mengungkapkan kepada BizHankook, "Pemerintah Kota Seoul dan SH saat ini sedang berkoordinasi untuk memproses pembelian tersebut. Prioritasnya adalah menjadikan lokasi yang mengalami gagal bayar uang jaminan sebagai objek pembelian agar uang jaminan penghuni dapat dikembalikan. Namun, saat ini baru arah kebijakan besarnya saja yang telah ditetapkan."
Rumah sosial di Seoul merupakan program di mana SH menyediakan lahan, sementara perusahaan swasta mengelola bangunannya. Namun, tahun lalu terjadi kasus gagal bayar uang jaminan di rumah-rumah sosial ini, dan jumlah unit yang mengalami kesulitan keuangan hingga terkena 'penyitaan' meningkat drastis (Artikel terkait: [Krisis Rumah Sosial] Dukungan Berubah-ubah Mengikuti Selera 'Walikota', Sulit Menjaga Operasional yang Stabil).
Meski sudah satu setengah tahun berlalu sejak kasus gagal bayar uang jaminan di rumah sosial Seoul, Pemerintah Kota Seoul sebelumnya bersikap seolah tidak ada solusi. Pasalnya, meskipun menggunakan nama Pemerintah Kota Seoul, instansi tersebut tidak terlibat dalam kontrak hukum antarpihak. Muncul desakan agar SH, sebagai pemilik lahan, membeli bangunan tersebut untuk meningkatkan stabilitas rumah sosial dan mengembalikan uang jaminan penghuni, namun Pemerintah Kota Seoul saat itu berdalih bahwa langkah tersebut dapat dianggap sebagai 'pelanggaran kewajiban' (breach of trust) secara administratif.
Namun, situasi berubah pada bulan Juni lalu. Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan mengeluarkan interpretasi resmi bahwa tindakan SH memberikan 'jaminan pembelian' (purchase commitment) untuk rumah sosial tidak dianggap sebagai pelanggaran kewajiban menurut UU Perusahaan Umum Daerah. Meskipun demikian, saat itu Pemerintah Kota Seoul menyatakan masih perlu meninjau langkah-langkah tambahan untuk menyelesaikan potensi pelanggaran kewajiban di bawah hukum pidana.
Baru-baru ini, Pemerintah Kota Seoul tampaknya telah menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut dan mengubah sikapnya. Sebelumnya, seorang pejabat Pemerintah Kota Seoul menjelaskan, "Masalah hukum yang tersisa kini telah selesai diselesaikan melalui koordinasi."

Walaupun Pemerintah Kota Seoul membeli rumah sosial tersebut, masih dipertanyakan apakah kerugian penghuni dapat benar-benar terselesaikan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan rumah sosial yang mengalami gagal bayar uang jaminan tersebut juga terbebani oleh berbagai jenis penyitaan dan pemblokiran aset pada bangunannya.
Seorang penyewa berinisial A yang menjadi korban penipuan sewa di rumah sosial Seoul mengkritik, "Baru-baru ini Pemerintah Kota Seoul memberi tahu bahwa mereka akan memastikan uang jaminan bisa dikembalikan. Namun, mereka mengatakan bahwa biaya hukum yang dikeluarkan penyewa selain uang jaminan tidak akan diganti. Selama lebih dari setahun mereka bersikap seolah itu bukan tanggung jawab Pemkot, dan setelah pergantian pemerintahan, tiba-tiba mereka berjanji memberikan kompensasi."
Para penyewa rumah sosial yang mengalami gagal bayar uang jaminan baru-baru ini mendesak Pemerintah Kota Seoul untuk menyiapkan langkah-langkah konkret. Seorang penghuni berinisial B menyatakan, "Setelah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Kota Seoul, kami telah menanyakan rencana pelaksanaan yang lebih rinci kepada pihak pemerintah kota."