주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Kisah di Balik Gagalnya Proyek Perumahan Perkotaan Moa Construction, Perusahaan Keluarga Istri Kwon Oh-soo

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Moa Construction, perusahaan yang pemegang saham terbesarnya adalah keluarga istri mantan Ketua Deutsch Motors067990, Kwon Oh-soo, tengah terlibat sengketa dengan mitra bisnis terkait pembayaran biaya konstruksi. Moa Construction berencana membangun perumahan perkotaan di Dogok-dong, Seoul, namun proyek tersebut kandas akibat masalah pendanaan. Perusahaan bahkan gagal membayar biaya konstruksi kepada mitra yang telah melakukan pekerjaan dasar seperti pembongkaran gedung. Kini, pihak mitra sedang menggunakan hak retensi (hak menahan barang) atas lokasi proyek tersebut.

Lahan di Dogok-dong yang dibeli Moa Construction untuk mengembangkan perumahan perkotaan. Meski telah menjual lahan tersebut pada bulan Mei lalu, saat ini kontraktor masih menggunakan hak retensi. Foto = Reporter Park Hyung-min
Lahan di Dogok-dong yang dibeli Moa Construction untuk mengembangkan perumahan perkotaan. Meski telah menjual lahan tersebut pada bulan Mei lalu, saat ini kontraktor masih menggunakan hak retensi. Foto = Reporter Park Hyung-min

Moa Construction adalah perusahaan konstruksi yang didirikan pada tahun 2018 dengan keluarga istri mantan Ketua Kwon Oh-soo sebagai pemegang saham utama. Berdasarkan data akhir tahun lalu, istri dan kakak ipar Kwon masing-masing memegang 32% dan 48% saham Moa Construction. Porsi pendapatan Moa Construction yang berasal dari afiliasi Deutsch Motors tercatat sebesar 100% pada 2022, 99,99% pada 2023, dan 100% pada 2024.

Pada April 2022, Moa Construction membeli properti di Dogok-dong, Gangnam-gu, Seoul, dengan rencana membongkar gedung lama untuk membangun perumahan perkotaan. Pada Juni 2022, perusahaan menambahkan beberapa tujuan bisnis ke dalam anggaran dasarnya, yakni pengembangan dan perdagangan real estat, konstruksi serta penjualan/sewa perumahan, pemeliharaan fasilitas perumahan, serta agen penjualan dan penyewaan properti.

Namun, proyek di Dogok-dong tidak berjalan mulus. Meskipun gedung lama berhasil dibongkar pada 2022, pembangunan perumahan perkotaan terhenti karena kesulitan pendanaan. Moa Construction menugaskan perusahaan A untuk pekerjaan dasar seperti pembongkaran, namun karena gagal membayar biaya konstruksi, perusahaan A kini menggunakan hak retensi atas lahan tersebut. Hak retensi adalah hak bagi seseorang yang menguasai barang milik orang lain untuk menolak menyerahkan barang tersebut sampai piutang yang timbul dari barang itu dilunasi.

Kantor pusat Deutsch Motors di Seongdong-gu, Seoul. Foto = Reporter Im Jun-seon
Kantor pusat Deutsch Motors di Seongdong-gu, Seoul. Foto = Reporter Im Jun-seon

Rasio utang Moa Construction mencapai 16.658,99% per akhir tahun lalu. Total utangnya tercatat sebesar 20,1 miliar won, sementara total modalnya hanya sekitar 100 juta won. Selain itu, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar 2,65 miliar won tahun lalu akibat beban bunga dan lainnya, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya konstruksi.

Moa Construction selama ini dikabarkan mengerjakan renovasi interior ruang pamer dealer Deutsch Motors. Pendapatan perusahaan turun 33,65% dari 23,8 miliar won pada 2023 menjadi 15,8 miliar won pada 2024. Penurunan ini diduga terjadi karena kebutuhan interior Deutsch Motors yang tidak bersifat rutin setiap tahun. Dalam situasi ini, keputusan untuk memaksakan proyek perumahan perkotaan dinilai memperburuk kondisi keuangan Moa Construction.

Kantor Akuntan Seongji dalam laporan audit tahun 2024 menyatakan, “Kami tidak bisa mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat terkait pinjaman Project Financing (PF) dan bunga yang belum dibayar, yang melebihi 90% total aset perusahaan.” Mereka menambahkan, “Jika proses hukum seperti gugatan penagihan atau perintah pembayaran diajukan terhadap perusahaan (Moa Construction) selaku penjamin tanggung renteng atas pinjaman PF, maka hal tersebut menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan kelangsungan usaha perusahaan.”

Akhirnya, pada bulan Mei tahun ini, Moa Construction menjual lahan di Dogok-dong kepada sebuah organisasi keagamaan (B). Namun, biaya konstruksi yang belum dibayar kepada perusahaan A tetap tidak terselesaikan. Perusahaan A saat ini masih menggunakan hak retensi atas lahan tersebut. Seorang perwakilan perusahaan A mengatakan, “Kami tahu biaya konstruksi dari Moa Construction belum dibayar,” namun tidak memberikan keterangan lebih lanjut meski telah berjanji akan mengonfirmasi kepada perwakilan mereka. BizHankook telah berulang kali mencoba menghubungi Moa Construction dan organisasi keagamaan tersebut melalui telepon dan email, namun tidak mendapatkan tanggapan.

Mantan Ketua Kwon Oh-soo saat ini menghadapi tuduhan bersekongkol dengan Ibu Negara Kim Keon-hee dan pihak lainnya dalam manipulasi harga saham Deutsch Motors. Pada bulan April tahun ini, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dengan masa percobaan 4 tahun serta denda 500 juta won kepada Kwon atas pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal. Tim jaksa khusus untuk kasus Kim Keon-hee (Jaksa Khusus Min Joong-ki) baru-baru ini sedang menyelidiki keterlibatan Ibu Negara Kim Keon-hee dalam manipulasi saham tersebut. Pada 3 Agustus lalu, mantan Ketua Kwon dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지