[비즈한국] Terungkap bahwa Daebak Savings Bank telah membeli saham Daegu Department Store006370 di pasar terbuka pada Desember tahun lalu. Baik Daebak Savings Bank maupun Daegu Department Store, keduanya dimiliki oleh Koo Jung-mo, CEO Daegu Department Store, sebagai pemegang saham pengendali. CEO Koo saat ini tengah berupaya menjual Daegu Department Store dan Daebak Savings Bank. Terlepas dari hal tersebut, akuisisi saham Daegu Department Store oleh Daebak Savings Bank menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, Daegu Department Store tidak memiliki nilai investasi yang signifikan, dan jumlah saham yang diakuisisi pun tidak cukup untuk memengaruhi hak manajemen perusahaan.
CEO Koo Jung-mo memegang 39,20% saham Daebak Savings Bank, dan angka ini meningkat menjadi 71,47% jika digabungkan dengan saham yang dimiliki pihak terafiliasi. Saat ini, CEO Koo menjabat sebagai direktur non-eksekutif di Daebak Savings Bank.

Pada akhir 2024, Daegu Department Store memegang 9% saham Daebak Savings Bank, namun seluruhnya telah dijual tahun lalu. Namun, baru-baru ini dikonfirmasi bahwa Daebak Savings Bank justru membeli saham Daegu Department Store. Pada akhir 2024, Daebak Savings Bank memiliki 0,78% saham Daegu Department Store, yang kemudian ditingkatkan menjadi 0,86% pada pertengahan tahun lalu. Selanjutnya, pada Desember tahun lalu, mereka kembali membeli saham tambahan sehingga saat ini memegang 1,16% saham Daegu Department Store.
Ada penilaian bahwa nilai investasi pada Daegu Department Store tidaklah besar. Daegu Department Store telah mencatat kerugian selama bertahun-tahun dan pendapatannya pun terus menurun. Harga sahamnya juga terus merosot. Meski sempat mencapai 11.000 won pada Februari tahun lalu, kini harganya tertahan di kisaran 5.000 won. Daebak Savings Bank mengakuisisi saham Daegu Department Store dengan harga 5.900 won per lembar. Mengingat harga saham Daegu Department Store saat ini, Daebak Savings Bank justru dianggap mengalami kerugian.
Daebak Savings Bank mengeluarkan 188,8 juta won untuk mengakuisisi saham Daegu Department Store pada Desember tahun lalu. Meski bukan jumlah yang sangat besar, bagi Daebak Savings Bank, itu bukanlah nominal yang kecil. Kas dan setara kas Daebak Savings Bank tercatat berada di kisaran 1,1 miliar won per akhir September tahun lalu. Selain itu, dengan kepemilikan 1,16%, sulit untuk memberikan pengaruh signifikan terhadap hak manajemen. CEO Koo Jung-mo dan pihak terafiliasi sudah menguasai 32,64% saham Daegu Department Store. Selain CEO Koo, tidak ada pemegang saham besar lain yang menonjol di Daegu Department Store.
Lebih dari itu, Daegu Department Store dan Daebak Savings Bank saat ini berstatus sebagai aset yang dijual di pasar merger dan akuisisi (M&A). CEO Koo Jung-mo mulai membuka penjualan hak manajemen Daegu Department Store tahun lalu dan dilaporkan juga sedang mendorong penjualan Daebak Savings Bank. Daebak Savings Bank biasanya tidak terlalu aktif dalam berinvestasi, namun justru membeli saham Daegu Department Store menjelang rencana penjualan. Untuk Daegu Department Store, ada 3-4 perusahaan yang berpartisipasi dalam penawaran awal tahun lalu, namun tidak ada kabar lebih lanjut sejak saat itu. Penjualan Daebak Savings Bank juga dilaporkan belum menunjukkan perkembangan berarti hingga saat ini. Dalam situasi saat ini, ada kemungkinan penjualan akan gagal atau berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Oleh karena itu, muncul analisis dari beberapa pihak bahwa Daebak Savings Bank membeli saham tersebut demi mengerek harga saham Daegu Department Store. Namun, setelah Daebak Savings Bank membeli saham tersebut, harga saham Daegu Department Store tidak mengalami kenaikan yang berarti. Pihak Daebak Savings Bank menyatakan, "Kami membeli saham tersebut semata-mata untuk tujuan investasi."