[비즈한국] Nordisk, yang dikenal sebagai merek perwakilan untuk berkemah yang estetis, telah mengambil langkah berani untuk melakukan penataan ulang menyeluruh terhadap jaringan distribusinya di Korea. Baru-baru ini, pengumuman penutupan operasional situs web Nordisk memicu spekulasi mengenai kemungkinan merek tersebut hengkang dari pasar domestik. Namun, berdasarkan hasil penelusuran, hal ini dikonfirmasi sebagai bagian dari upaya pergantian mitra untuk meningkatkan daya saing di pasar.

Sempat Diterpa Rumor “Hengkang” Akibat Pengumuman Penutupan Operasional, Kini “Pergantian Mitra”
Belakangan ini, rumor mengenai mundurnya merek luar ruang asal Denmark, Nordisk, dari pasar Korea semakin meluas. Hal ini dikarenakan adanya pemberitahuan penutupan layanan di situs web resmi Nordisk. Melalui situs webnya, Nordisk mengumumkan, “Sehubungan dengan berakhirnya masa kontrak dengan importir resmi Nordisk di Korea, operasional situs web akan berakhir pada tanggal 28 Februari,” dan menambahkan, “Layanan purnajual (AS) hanya akan didukung untuk barang yang tiba sebelum 13 Februari.”
Setelah pengumuman tersebut, muncul spekulasi di kalangan komunitas berkemah mengenai kemungkinan Nordisk menarik diri dari bisnis di Korea. Muncul penafsiran bahwa Nordisk mungkin menyerah menghadapi pasar berkemah di Korea yang sedang lesu dan memutuskan untuk menutup bisnisnya. Di komunitas berkemah daring dan media sosial, muncul berbagai tanggapan seperti, “Apakah kita tidak bisa membeli produk Nordisk lagi?”, dan “Sayang sekali, padahal ini merek favorit.”
Namun, hasil liputan Bizhankook mengonfirmasi bahwa pengumuman ini merupakan prosedur akibat pergantian distributor, bukan penarikan diri dari merek. Penjelasan yang diberikan menyatakan bahwa seiring berakhirnya kontrak antara kantor pusat Nordisk dan Singi Group selaku distributor domestik, proses ini merupakan langkah sementara untuk menutup situs web resmi Korea dan pusat layanan purnajual yang ada saat ini.
Seorang pejabat dari Singi Group menyampaikan, “Kontrak dengan Nordisk telah berakhir. Namun, bukan berarti Nordisk menarik diri dari bisnis di pasar domestik. Mulai Maret, bisnis akan dijalankan melalui mitra baru. Penjualan produk, layanan purnajual, dan lainnya akan tetap berjalan normal.”
Sementara itu, pergantian distributor ini hanya berlaku untuk lini perlengkapan berkemah seperti tenda dan tidak berhubungan dengan sektor pakaian. Saat ini, ‘Nordisk Apparel’ yang dipasarkan terutama melalui department store di Korea dijalankan oleh K2 Korea melalui kontrak lisensi terpisah. Oleh karena itu, isu pergantian distributor dan berakhirnya kontrak pada sektor perlengkapan berkemah ini tidak memberikan dampak apa pun.

Musim Dingin Berkemah, Langkah Strategis Melalui Peningkatan Kualitas Distribusi
Mengenai pergantian distributor untuk lini perlengkapan berkemah, muncul penafsiran di industri bahwa Nordisk mungkin ingin meningkatkan strategi penetrasi pasar Korea ke tahap selanjutnya. Analisis menyebutkan bahwa karena sektor pakaian Nordisk yang dijalankan oleh K2 Korea telah mencapai hasil yang nyata di dalam negeri, Nordisk sedang mencari jaringan distribusi yang lebih kompetitif untuk menciptakan sinergi di lini perlengkapan berkemah.
Faktanya, sektor pakaian Nordisk yang dijalankan K2 Korea telah meningkatkan kehadirannya di pasar luar ruang domestik dengan cepat sejak kontrak lisensi, berbekal desain yang estetis dan ekspansi gerai yang agresif. Sejak meluncurkan lini pakaian pada semester pertama tahun 2023, mereka berhasil mendapatkan sekitar 100 jaringan distribusi di seluruh negeri dalam waktu singkat, dan volume penjualannya dikabarkan mencapai angka 80 miliar won.
Di sisi lain, lini perlengkapan berkemah meskipun mampu mempertahankan permintaan yang stabil berdasarkan basis penggemar setia, dinilai belum mampu menyamai pertumbuhan pesat atau kecepatan ekspansi distribusi lini pakaian. Khususnya, seiring meredupnya antusiasme pasar berkemah secara keseluruhan, kesenjangan pertumbuhan ini menjadi semakin jelas.
Di pasar luar ruang domestik, struktur distribusi yang memisahkan antara perlengkapan dan pakaian adalah hal yang lumrah. Snow Peak dianggap sebagai model paling sukses dalam memaksimalkan nilai merek melalui strategi dualisme. Lini perlengkapan berkemah dikelola langsung oleh entitas Korea dari kantor pusat Jepang, sementara pakaian ditangani oleh perusahaan domestik, Gamsung Corporation036620, yang berhasil menancapkan diri di pasar. Hal ini dinilai menciptakan siklus positif di mana kesuksesan di sektor pakaian meningkatkan kesadaran merek yang kemudian berlanjut pada penjualan perlengkapan.
Helinox juga menerapkan metode serupa. Helinox, yang mendapatkan pengakuan tinggi di kalangan pecinta kemah berkat kursi ringannya, menjalankan bisnis peralatan utama seperti kursi dan meja berkemah secara langsung oleh kantor pusat (HCC), sementara divisi pakaian dijalankan melalui kontrak lisensi dengan Kolon FnC.
Melihat contoh tersebut, muncul spekulasi kuat bahwa Nordisk juga bermaksud memperjelas strategi dualisme di pasar Korea melalui penataan ulang distributor ini. Penafsirannya adalah mereka tetap mempertahankan sistem K2 Korea yang sudah terbukti kinerjanya di sektor pakaian, sementara untuk sektor perlengkapan berkemah, mereka sedang mencari mitra distribusi yang lebih kompetitif untuk merespons lingkungan pasar yang lesu. Mengingat kesuksesan yang berkelanjutan di sektor pakaian, muncul dugaan bahwa mereka sedang mencari mitra yang memiliki kapasitas distribusi untuk mengintegrasikan pakaian dan perlengkapan berkemah secara organik guna memaksimalkan sinergi merek.
Mitra distribusi baru yang akan menjalankan lini perlengkapan berkemah Nordisk belum ditentukan. Menurut sumber industri, Nordisk saat ini sedang melakukan diskusi untuk memilih operator domestik, dan rincian spesifik seperti penandatanganan kontrak atau waktunya belum diputuskan.