주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
HYBE Batasi Akses Dokumen Persidangan Min Hee-jin: "Hanya Pihak Terkait yang Bisa Melihat"

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Terkonfirmasi bahwa HYBE352820 telah mengajukan permohonan pembatasan akses terhadap dokumen persidangan dalam kasus hukum melawan mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, dan permohonan tersebut telah dikabulkan. HYBE mengajukan 'pembatasan akses terhadap dokumen persidangan' dalam gugatan pembayaran transaksi saham serta gugatan konfirmasi pembatalan perjanjian pemegang saham dengan mantan CEO Min Hee-jin. Setelah pengadilan mengabulkan sebagian permohonan tersebut, akses terhadap beberapa materi persidangan pihak HYBE kini dibatasi hanya untuk pihak-pihak yang terlibat.

Gedung kantor HYBE di Yongsan-gu, Seoul. HYBE mengajukan pembatasan akses terhadap materi persidangan dengan mantan CEO ADOR Min Hee-jin, sehingga hanya dapat dilihat oleh pihak terkait. Foto=Reporter Park Jung-hoon
Gedung kantor HYBE di Yongsan-gu, Seoul. HYBE mengajukan pembatasan akses terhadap materi persidangan dengan mantan CEO ADOR Min Hee-jin, sehingga hanya dapat dilihat oleh pihak terkait. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Pada 8 Januari, HYBE mengajukan permohonan pembatasan akses dokumen persidangan untuk gugatan konfirmasi pembatalan perjanjian pemegang saham yang sedang berlangsung dengan mantan CEO Min Hee-jin. Selanjutnya, pada tanggal 12, mereka juga mengajukan permohonan serupa untuk gugatan pembayaran transaksi saham yang juga melibatkan Min. Permohonan ini dilaporkan dilakukan dengan alasan untuk melindungi rahasia dagang, seperti laporan internal HYBE yang disertakan dalam catatan pengadilan.

Permohonan pembatasan akses catatan persidangan adalah prosedur untuk mencegah pihak ketiga melihat atau menyalin dokumen jika terdapat rahasia dagang atau informasi sensitif lainnya. Jika permohonan dikabulkan, hak untuk melihat dan menyalin catatan persidangan dibatasi hanya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dalam pengadilan perdata, permohonan ini biasanya dapat diajukan jika: △terdapat risiko mengancam keamanan negara, ketertiban umum, atau moralitas, △terdapat kekhawatiran gangguan signifikan terhadap kehidupan sosial pihak yang terlibat, atau △catatan tersebut mengandung rahasia dagang yang dimiliki oleh pihak terkait.

Majelis hakim menilai bahwa permohonan HYBE memiliki 'dasar yang cukup sebagian'. Oleh karena itu, akses terhadap beberapa materi persidangan pihak HYBE dibatasi hanya untuk pihak terkait.

Mantan CEO ADOR Min Hee-jin saat konferensi pers terkait rapat umum pemegang saham luar biasa ADOR pada 31 Mei 2024. HYBE dan mantan CEO Min saat ini sedang terlibat dalam 'gugatan pembayaran transaksi saham' senilai 26 miliar won dan 'gugatan konfirmasi pembatalan perjanjian pemegang saham'. Foto=Reporter Lee Jong-hyun
Mantan CEO ADOR Min Hee-jin saat konferensi pers terkait rapat umum pemegang saham luar biasa ADOR pada 31 Mei 2024. HYBE dan mantan CEO Min saat ini sedang terlibat dalam 'gugatan pembayaran transaksi saham' senilai 26 miliar won dan 'gugatan konfirmasi pembatalan perjanjian pemegang saham'. Foto=Reporter Lee Jong-hyun

Tahun lalu, HYBE juga pernah mengajukan permohonan pembatasan akses catatan persidangan dalam kasus gugatan perintah larangan pelaksanaan hak suara melawan Min Hee-jin, namun permohonan tersebut ditolak karena dianggap 'tidak berdasar'.

Saat ini, HYBE sedang bersengketa dengan mantan CEO Min Hee-jin terkait 'gugatan pembayaran transaksi saham' senilai 26 miliar won dan 'gugatan konfirmasi pembatalan perjanjian pemegang saham'. Masing-masing pihak telah menunjuk tim kuasa hukum, termasuk dari firma hukum Kim & Chang serta mantan pejabat pengadilan, dengan melibatkan 21 dan 22 pengacara untuk menjalani persidangan tingkat pertama.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
전다현 기자
allhyeon@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지