[비즈한국] Dikonfirmasi bahwa Celltrion068270 telah melikuidasi entitas lokalnya di Argentina. Entitas lokal Celltrion di Amerika Latin saat ini mencatat kerugian, sehingga perbaikan profitabilitas menjadi tantangan utama. Sebagian pihak menyebutkan kemungkinan adanya penyesuaian dalam bisnis luar negeri Celltrion. Namun, Celltrion menyatakan bahwa mereka hanya merapikan entitas yang tidak menjalankan kegiatan operasional, dan tidak ada perubahan dalam strategi bisnis luar negerinya.

Celltrion Group secara agresif merambah pasar Amerika Latin pada akhir tahun 2010-an. Celltrion Healthcare, yang memasarkan produk-produk Celltrion, mendirikan entitas lokal di Kolombia dan Chili pada tahun 2018. Pada tahun 2019, mereka membentuk entitas di Argentina dan Peru. Strukturnya adalah Celltrion Healthcare memiliki 100% saham entitas Kolombia, dan entitas Kolombia memiliki 100% saham entitas Chili, Argentina, dan Peru. Setelah Celltrion melakukan merger dengan Celltrion Healthcare, entitas lokal Amerika Latin milik Celltrion Healthcare juga beralih di bawah kendali Celltrion.
Pada akhir 2010-an, Celltrion Healthcare menargetkan pasar Amerika Latin dengan fokus pada 'Truxima'. Truxima adalah obat biosimilar dari obat kanker darah 'MabThera'. Seorang pejabat Celltrion Healthcare menyatakan pada tahun 2019, "Karena sebagian besar negara Amerika Latin menganut prinsip penyediaan obat gratis, pemerintah selaku pembeli obat lebih memilih produk yang dapat menghemat anggaran asuransi kesehatan." Ia menambahkan, "Seiring meningkatnya preferensi negara Amerika Latin terhadap biosimilar yang memiliki efikasi medis, keamanan, dan harga kompetitif, kami berencana memperkuat aktivitas pemasaran melalui pendirian entitas tambahan agar pertumbuhan biosimilar Celltrion Group terus berlanjut."
Namun, hingga kini belum ada keuntungan besar yang diraih. Entitas Celltrion di Kolombia dan anak perusahaannya mencatat pendapatan sebesar 27,9 miliar won dan kerugian bersih 143,67 juta won tahun lalu. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan tercatat 7,9 miliar won dengan kerugian bersih 1,2 miliar won. Meski pendapatan meningkat, profitabilitas justru tampak memburuk. Total pendapatan wilayah Amerika Latin pada kuartal pertama tahun ini adalah 27,1 miliar won, hanya sekitar 3% dari total pendapatan konsolidasi Celltrion sebesar 841,9 miliar won pada periode yang sama.
Di tengah situasi ini, dikonfirmasi bahwa Celltrion baru saja melikuidasi entitas lokalnya, 'Celltrion Healthcare Argentina'. Seorang pejabat Celltrion menjelaskan, "Entitas Argentina itu didirikan hanya untuk persiapan jika ada kebutuhan di masa depan; itu hanyalah entitas di atas kertas yang tidak beroperasi secara nyata. Kami sudah lama berencana melikuidasinya, namun sempat tertunda karena ada masalah mendesak lainnya."
Sebagian pihak menyoroti kemungkinan penyesuaian bisnis luar negeri Celltrion. Selain entitas Amerika Latin, entitas lokal di Eropa dan Amerika Serikat juga mencatat kerugian. Entitas Celltrion di Hungaria, 'Celltrion Healthcare Hungary', dan anak perusahaannya mencatat kerugian bersih sebesar 165,6 miliar won pada kuartal pertama tahun ini. Sementara itu, entitas Celltrion di AS, 'Celltrion USA', mencatat kerugian bersih 25,6 miliar won pada kuartal yang sama. Entitas Hungaria membawahi banyak entitas lokal Eropa lainnya, dan dikabarkan beberapa di antaranya tidak memiliki peran signifikan, sama seperti entitas Argentina.
Pejabat Celltrion menambahkan, "Entitas Kolombia berperan sebagai pusat kendali untuk wilayah Amerika Latin. Likuidasi entitas Argentina tidak akan mengubah bisnis kami di Amerika Latin." Sesuai penjelasan Celltrion, mereka hanya merampingkan entitas yang tidak berfungsi dan tetap melanjutkan bisnis luar negeri seperti biasa. Namun, likuidasi entitas Argentina dinilai menurunkan kemungkinan ekspansi besar-besaran di pasar Argentina di masa depan.

Pendirian entitas lokal Celltrion di Indonesia tahun ini juga menarik perhatian. Sebelumnya, Celltrion tidak memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia, hanya sebatas pemberian izin penggunaan darurat untuk obat antibodi COVID-19 'Regkirona' oleh BPOM Indonesia pada tahun 2021. Namun, baru-baru ini mereka tampak mulai melirik pasar Indonesia. Tahun lalu, Celltrion menandatangani kontrak distribusi produk dengan perusahaan farmasi lokal Indonesia. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ke depannya Celltrion akan lebih fokus pada pasar Asia Tenggara dibandingkan Amerika Latin.
Tidak hanya Celltrion, kalangan dunia usaha Korea secara umum memang menaruh minat tinggi pada pasar Asia Tenggara karena potensi pasarnya yang besar dengan populasi ratusan juta jiwa. Populasi Indonesia sendiri mencapai lebih dari 280 juta jiwa. Celltrion juga telah memiliki entitas lokal di Filipina dan Vietnam. Entitas Filipina mencatat pendapatan 1 miliar won dengan laba bersih 200 juta won pada kuartal pertama tahun ini, sementara entitas Vietnam mencatat pendapatan 51,48 juta won dan laba bersih 1,07 juta won. Meskipun angkanya tidak besar, mencatatkan keuntungan adalah hal yang positif. Mengingat entitas Vietnam baru didirikan tahun lalu, bisnisnya belum bisa dikatakan sepenuhnya matang.
Pejabat Celltrion tersebut menjelaskan mengenai pendirian entitas di Indonesia, "Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan pengaruh produk Celltrion di pasar Asia Tenggara, namun arah bisnis secara spesifik belum ditetapkan."