[비즈한국] Berdasarkan liputan BizHankook, terkonfirmasi bahwa saudara-saudara kandung dari Kim Sang-yul, mantan Ketua sekaligus pimpinan Hoban Group, baru-baru ini mengajukan gugatan pengembalian bagian warisan wajib (legitime portie) terhadap Hoban Construction dan mantan Ketua Kim. Gugatan ini bertujuan untuk menuntut bagian warisan wajib atas saham Hoban Construction dan aset properti yang dimiliki oleh mendiang ibu mantan Ketua Kim semasa hidupnya. Saham dan hak milik properti yang menjadi objek sengketa tersebut dialihkan masing-masing kepada Hoban Construction dan mantan Ketua Kim, satu hingga dua bulan sebelum ibu sang mantan ketua meninggal dunia.

Menurut sumber hukum, kakak laki-laki A dan adik perempuan B dari mantan Ketua Kim Sang-yul telah mengajukan gugatan pengembalian warisan wajib kepada mantan Ketua Kim dan Hoban Construction bulan lalu. Gugatan tersebut menuntut pengembalian bagian warisan wajib atas saham dan aset properti yang dimiliki oleh mendiang ibu mereka, Baek Chae-nam, yang meninggal dunia pada Februari tahun lalu. Sebelumnya, adik laki-laki C juga telah mengajukan gugatan serupa terhadap mantan Ketua Kim dan Hoban Construction pada bulan Mei tahun lalu.
Warisan wajib (legitime portie) adalah bagian harta warisan yang dijamin undang-undang untuk ahli waris yang tidak dapat dikurangi meskipun melalui hibah atau wasiat oleh pewaris. Berdasarkan hukum perdata, keturunan langsung dan pasangan berhak atas setengah dari bagian warisan menurut undang-undang, sedangkan keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas berhak atas sepertiga bagian warisan. Jika terjadi kekurangan dalam bagian warisan wajib karena wasiat atau hibah yang dilakukan dalam satu tahun sebelum pembukaan warisan, ahli waris dapat menuntut pengembalian aset dari penerima wasiat atau hibah tersebut.
Mantan Ketua Kim Sang-yul adalah anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan mendiang ibu Baek Chae-nam dan mendiang ayah Kim Gap-hwan. Selain dirinya, terdapat kakak laki-laki A, adik laki-laki ketiga C, adik perempuan keempat, adik perempuan kelima B, dan adik laki-laki keenam. Mendiang Ibu Baek meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Buk-gu, Gwangju, pada Februari tahun lalu. Sebagai keturunan langsung, saudara-saudara Kim Sang-yul menjadi ahli waris bersama yang masing-masing memegang hak 1/6 atas harta warisan Ibu Baek.
Objek sengketa warisan wajib ini adalah saham Hoban Construction yang dimiliki oleh mendiang Baek Chae-nam. Sekitar satu bulan sebelum meninggal pada Januari tahun lalu, Ibu Baek menghibahkan seluruh saham Hoban Construction miliknya sebanyak 182.000 lembar kepada Hoban Construction. Pada akhir Desember 2023, Hoban Construction menetapkan nilai saham hibahan Ibu Baek sebesar 21,977 miliar won berdasarkan penilaian perusahaan saat itu (120.752 won per lembar). Saudara-saudara mantan Ketua Kim yang mengajukan gugatan menuntut agar Hoban Construction menyerahkan 15.166 lembar saham, yang setara dengan bagian warisan wajib (1/12) dari saham yang dihibahkan oleh Ibu Baek.
Objek sengketa warisan wajib lainnya adalah bangunan rumah tinggal tunggal di Gwangju yang dimiliki Ibu Baek. Dua bulan sebelum kematian ibunya pada Desember 2023, mantan Ketua Kim Sang-yul membeli bangunan rumah tinggal tunggal atas nama ibunya di Sotae-dong, Dong-gu, Gwangju, seharga 370 juta won. Saudara-saudara mantan Ketua Kim yang menggugat menyatakan bahwa pada satu hari sebelum kematian Ibu Baek, dana sebesar 282 juta won diterbitkan dalam bentuk cek dari rekening Ibu Baek yang menerima pembayaran pembelian bangunan, dan dana tersebut digunakan oleh Ketua Kim. Mereka menuntut agar mantan Ketua Kim, yang pada dasarnya menerima properti tersebut melalui hibah dari Ibu Baek, juga membayar sekitar 20 juta won sebagai bagian warisan wajib untuk properti tersebut.
Mantan Ketua Kim Sang-yul adalah pendiri Hoban Group. Setelah mendirikan Hoban pada tahun 1989 dan terjun ke bisnis konstruksi, ia mengembangkan bisnisnya melalui proyek pengembangan lahan umum hingga menjadi kelompok usaha peringkat ke-34 di dunia bisnis (dengan aset sebesar 16 triliun won per tahun lalu). Selain memasuki bisnis keuangan dengan mendirikan Hyundai Finance, ia juga memperluas bidang bisnisnya ke sektor manufaktur, rekreasi, ritel, dan media melalui merger dan akuisisi yang agresif. Pimpinan grup, mantan Ketua Kim, dan putranya, Presiden Kim Dae-heon, masing-masing memegang 10,5% dan 54,7% saham di Hoban Construction, perusahaan induk grup tersebut. Mantan Ketua Kim mengundurkan diri dari jabatan ketua grup pada tahun 2021 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Beasiswa Hoban dan Ketua Seoul Shinmun.