[비즈한국] Telah dikonfirmasi bahwa prosedur rehabilitasi Daewon Altech (sebelumnya Dayou Global) telah berakhir. Daewon Altech adalah mantan afiliasi dari Dayou Winia Group yang memasuki prosedur rehabilitasi pada Desember 2023. Seiring memburuknya manajemen Dayou Winia Group, Daewon Altech pun tidak dapat menghindari dampaknya. Daewon Altech diakuisisi oleh Daewon Cable006340 pada Desember tahun lalu, dan berkat dukungan dari Daewon Cable, perusahaan tersebut berhasil mengakhiri prosedur rehabilitasinya. Dunia bisnis kini memusatkan perhatian pada apakah Daewon Altech dapat melampaui akhir dari prosedur rehabilitasi dan berhasil meningkatkan kinerjanya.

Daewon Altech adalah perusahaan yang lahir dari pemisahan divisi roda aluminium otomotif DH Autonex (sebelumnya Dayou Plus) pada tahun 2014. Perusahaan ini telah memasok roda aluminium ke Hyundai Motor Company dan Kia000270. Pada tahun 2022, DH Autonex mencatatkan pendapatan sebesar 536,7 miliar won dan laba operasional sebesar 22,2 miliar won, sementara Daewon Altech mencatatkan pendapatan sebesar 204,1 miliar won dan laba operasional sebesar 4,1 miliar won, yang menunjukkan kinerja yang cukup baik. Namun, ketika Dayou Winia Group mengalami krisis manajemen pada tahun 2023, DH Autonex dan Daewon Altech pun tidak dapat menghindari dampaknya.
Prosedur rehabilitasi untuk DH Autonex dimulai pada November 2023, dan untuk Daewon Altech pada Desember 2023. DH Autonex adalah perusahaan induk Daewon Altech pada saat itu. Total modal DH Autonex per akhir September 2023 adalah minus (-) 7,8 miliar won, yang berarti berada dalam kondisi kebangkrutan modal total. Pada periode yang sama, Daewon Altech juga mengalami kebangkrutan modal total dengan total modal sebesar -11 miliar won.
Untungnya, DH Autonex diakuisisi oleh DH Autoride (sebelumnya Dayou AP), dan Daewon Altech diakuisisi oleh Daewon Cable, sehingga beban perusahaan sedikit berkurang. DH Autoride adalah anak perusahaan dari DH Global. DH Global merupakan mitra Samsung Electronics005930 dan merupakan perusahaan spesialis ODM (Original Development Manufacturing) dan OEM (Original Equipment Manufacturing) untuk peralatan rumah tangga. DH Global juga menjalankan bisnis terkait suku cadang otomotif melalui afiliasinya, DH Autoware. Sinergi bisnis dapat diharapkan dengan DH Autoride dan DH Autonex, yang juga menjalankan bisnis suku cadang otomotif.
DH Autonex mengumumkan bahwa prosedur rehabilitasi telah berakhir pada bulan Desember tahun lalu. Pendapatan DH Autonex sedikit menurun dari 32,8 miliar won pada tahun 2023 menjadi 32,4 miliar won pada tahun 2024. Namun, perusahaan berhasil mencatatkan surplus (berbalik untung), dari kerugian operasional sebesar 37,9 miliar won pada tahun 2023 menjadi laba operasional sebesar 1,4 miliar won pada tahun 2024. Setidaknya hingga saat ini, situasinya terlihat tidak buruk.
Dunia bisnis memantau apakah Daewon Altech juga dapat mencapai lompatan besar seperti DH Autonex. Hasil peliputan Biz Hankook mengonfirmasi bahwa Daewon Altech telah menyelesaikan prosedur rehabilitasi pada bulan Februari tahun ini. Dikabarkan bahwa Daewon Cable telah berusaha keras untuk mengakhiri prosedur rehabilitasi Daewon Altech. Dikonfirmasi bahwa Seo Myung-hwan, Chairman Daewon Cable, menjabat sebagai CEO Daewon Altech pada bulan Februari tahun ini, dan putra Chairman Seo, Seo Jung-seok yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Daewon Cable, juga menjabat sebagai direktur internal di Daewon Altech. Hal ini menunjukkan tekad kuat Chairman Seo Myung-hwan untuk merehabilitasi Daewon Altech.
Daewon Cable menyatakan saat mengakuisisi Daewon Altech bahwa langkah tersebut dilakukan untuk diversifikasi bisnis. Daewon Cable telah mengeluarkan total 18 miliar won untuk akuisisi Daewon Altech, termasuk dana dari afiliasi.
Kinerja Daewon Altech untuk tahun 2024 belum diumumkan, sehingga masih terlalu dini untuk membahas hasil akuisisi tersebut. Namun, muncul kekhawatiran karena Daewon Cable selama ini hanya fokus pada bisnis kabel dan tidak memiliki pengalaman menjalankan bisnis terkait suku cadang otomotif. Di sisi lain, ada analisis yang menyebutkan bahwa tidak mustahil tercipta sinergi bisnis karena Daewon Cable secara konsisten memperdagangkan aluminium yang digunakan dalam pembuatan kabel. Biz Hankook telah menghubungi Daewon Cable untuk meminta tanggapan terkait hal ini, namun tidak mendapatkan jawaban.