주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
UEA Tunjukkan Ketertarikan Tidak Biasa pada CIWS-II yang Sedang Dikembangkan LIG Nex1

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa Uni Emirat Arab (UEA) telah menyatakan minatnya pada CIWS-II, sistem pertahanan yang sedang dikembangkan oleh militer Korea. Menunjukkan ketertarikan pada sistem senjata yang masih dalam tahap pengembangan merupakan hal yang sangat tidak biasa. Jika ekspor ke UEA berhasil setelah pengembangan selesai, sistem ini diperkirakan akan menarik banyak perhatian dari negara-negara Timur Tengah yang sangat membutuhkan kemampuan intersepsi drone dan rudal.

Sistem Senjata Pertahanan Jarak Dekat (CIWS-II). Foto=LIG Nex1
Sistem Senjata Pertahanan Jarak Dekat (CIWS-II)​. Foto=LIG Nex1079550

Dalam forum pembahasan arah pengembangan proyek kapal domestik dan internasional yang diselenggarakan pada tanggal 4, DAPA menarik perhatian dengan mengungkapkan bahwa UEA telah menunjukkan ketertarikan pada CIWS-II yang sedang dikembangkan dan telah mengadakan diskusi beberapa kali. CIWS-II adalah sistem pertahanan kuat yang mampu mencegat artileri roket ultra-besar musuh, drone bunuh diri, rudal jelajah, hingga rudal anti-kapal supersonik. Sistem ini juga rencananya akan diperluas untuk diterapkan sebagai sistem pertahanan udara berbasis darat.

Menurut DAPA, pengembangan CIWS-II merupakan proyek skala besar dengan anggaran sekitar 350 miliar won, dengan target penyelesaian pengembangan pada tahun 2027 dan operasional penuh pada tahun 2030. CIWS Angkatan Laut yang ada saat ini terdiri dari RAM dan Phalanx buatan Raytheon Amerika Serikat, serta Goalkeeper buatan Thales Belanda. Namun, kebutuhan akan peningkatan performa dan lokalisasi muncul untuk menanggapi ancaman rudal jelajah supersonik Korea Utara yang melebihi kecepatan Mach 2.

Untuk pengembangan CIWS-II, LIG Nex1 berencana menerapkan teknologi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang diperoleh melalui proyek KF-21. Melalui kerja sama teknologi domestik dan internasional, sistem ini akan dikembangkan agar mampu melumpuhkan rudal supersonik dan rudal yang terbang rendah di atas permukaan laut (Sea Skimming). Jika dipasang di darat, sistem ini juga akan digunakan untuk pertahanan titik seperti landasan pacu angkatan udara dan fasilitas komando militer.

Militer Korea juga sedang mendorong pengembangan evolusioner CIWS-II. Tujuannya adalah untuk mengembangkannya agar dapat menanggapi ancaman utama yang disebut sebagai pengubah permainan di masa depan, seperti kawanan drone (swarm drones). CIWS yang saat ini dioperasikan hanya menggunakan amunisi penembus, sehingga sulit untuk menanggapi kawanan drone.

CIWS-II rencananya akan dilengkapi dengan amunisi penyebar frontal (forward-spreading ammunition) melalui peningkatan performa di masa mendatang. Amunisi penyebar frontal adalah amunisi di mana sub-munisi yang dilepaskan ke depan sasaran pada jarak tertentu akan tersebar luas karena gaya sentrifugal untuk melumpuhkan target udara. Amunisi penyebar frontal pada CIWS-II diharapkan dapat membentuk tirai peluru yang mampu melumpuhkan kawanan drone yang datang secara membabi buta.

Para ahli menganalisis bahwa UEA memperhatikan dan menunjukkan minat karena kemampuan CIWS-II yang luar biasa dalam bertahan dari rudal dan drone Angkatan Laut Iran. Kim Min-seok, seorang peneliti di Korea Defense and Security Forum (KODEF), mengatakan, "CIWS Amerika dan Eropa saat ini sudah tua dan tidak cocok untuk pertahanan terhadap rudal anti-kapal terbaru Angkatan Laut Iran. CIWS Turki, yang merupakan pesaing CIWS-II kita, memiliki kecepatan tembak meriam yang lambat, sehingga kemungkinan tidak akan mampu mempertahankan kapal UEA dengan baik dari rudal Angkatan Laut Iran."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
전현건 기자
rimsclub@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지