[비즈한국] Hi Air telah menunjuk Park Bong-cheol, Ketua Korchina, sebagai direktur internal perusahaan. Hi Air merupakan operator angkutan udara skala kecil yang mulai beroperasi pada Desember 2019, namun menghentikan penerbangan pada September 2023 karena kesulitan manajemen. Saat ini, Hi Air sedang menjalani proses pemulihan. Selain itu, Sangsangin Securities001290, Ketua Park Bong-cheol, dan Alpha Plus Asset Management telah membentuk konsorsium untuk mendorong akuisisi Hi Air. Meskipun akuisisi belum selesai, penunjukan Ketua Park sebagai direktur internal Hi Air mengisyaratkan bahwa konsorsium tersebut kemungkinan akan menjalankan langsung proses pemulihan Hi Air.

Berdasarkan catatan pendaftaran perusahaan, Hi Air telah menunjuk Ketua Park Bong-cheol sebagai direktur internal pada 23 Desember tahun lalu. Undang-Undang tentang Rehabilitasi dan Kepailitan Debitur menyatakan bahwa "ketika menunjuk direktur debitur, metode penunjukan dan masa jabatan harus ditetapkan dalam rencana pemulihan," dan "jika metodenya telah ditetapkan, direktur dapat ditunjuk atau direktur utama dapat dipilih sesuai dengan metode yang ditentukan dalam rencana pemulihan." Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa rencana penunjukan Ketua Park sebagai direktur internal telah dimasukkan ke dalam rencana pemulihan Hi Air.
Ketua Park Bong-cheol telah mendorong akuisisi Hi Air dengan membentuk konsorsium bersama Sangsangin Securities dan Alpha Plus Asset Management sejak April tahun lalu. Dengan kata lain, pemulihan perusahaan dan merger serta akuisisi (M&A) Hi Air sedang dilakukan secara bersamaan. Dengan ditunjuknya Ketua Park sebagai direktur internal, konsorsium diperkirakan akan langsung mengambil alih proses pemulihan Hi Air.
Park Bong-cheol adalah mantan staf perwakilan Korean Air di Hong Kong yang mendirikan perusahaan logistik Korchina di Hong Kong pada tahun 1994. Ketua Park mulai dikenal di industri penerbangan setelah berinvestasi di Air Premia pada tahun 2021. Hingga akhir tahun tersebut, ia menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 24,02% di Air Premia. Namun, setelah JC Partners berpartisipasi dalam penambahan modal Air Premia, posisi Ketua Park sebagai pemegang saham terbesar tergeser.
Pihak-pihak terkait enggan berkomentar mengenai penunjukan Park Bong-cheol sebagai direktur internal Hi Air. Baik Sangsangin Securities maupun Korchina tidak memberikan pernyataan khusus terkait Ketua Park. BizHankook juga telah mencoba menghubungi pihak Hi Air namun tidak mendapatkan jawaban. Di kalangan pasar modal, beredar rumor bahwa proses pemulihan Hi Air akan selesai dalam bulan Februari.
Namun, meskipun Park Bong-cheol terjun langsung mengelola Hi Air, normalisasi manajemen tidak dapat dijamin. Rute domestik yang pernah dilayani Hi Air adalah Gimpo-Jeju, Gimpo-Ulsan, Gimpo-Sacheon, Gimpo-Yangyang, Gimpo-Muan, Jeju-Muan, Jeju-Ulsan, dan Jeju-Sacheon. Selain rute Gimpo-Jeju, rute-rute lainnya sulit diharapkan menghasilkan keuntungan besar. Saat ini, maskapai tersebut belum melayani rute ke Bandara Internasional Gimhae, bandara terbesar di wilayah tenggara.
Untuk rute internasional, hanya rute Muan-Kitakyushu yang tersedia. Namun, jumlah penumpang di Bandara Internasional Muan tidak terlalu banyak. Menurut Sistem Portal Informasi Penerbangan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, jumlah penumpang internasional di Bandara Internasional Muan sepanjang tahun 2024 adalah 355.620 orang. Angka ini hanya 0,40% dari total 88.926.621 penumpang internasional. Suasana di bandara tersebut juga sedang tidak kondusif akibat insiden pesawat Jeju Air yang terjadi di Bandara Internasional Muan akhir tahun lalu.

Hi Air mencatat kerugian operasional masing-masing sebesar 7,6 miliar won pada 2022 dan 11 miliar won pada 2023. Bahkan jika operasional dilanjutkan kembali, tidak ada jaminan perusahaan akan mencetak laba. Hingga akhir 2023, total ekuitas berada di angka minus (-) 29,3 miliar won, yang menunjukkan kondisi defisit modal total. Bagi konsorsium Sangsangin Securities, dana yang tidak sedikit harus digelontorkan untuk menormalkan manajemen Hi Air.
Konsorsium Sangsangin Securities berencana menginvestasikan total 32,1 miliar won untuk akuisisi Hi Air. Masalahnya adalah kinerja keuangan Sangsangin Securities belakangan ini kurang memuaskan. Pada tahun 2023, Sangsangin Securities mencatatkan pendapatan sebesar 182,2 miliar won dengan laba operasional 961,73 juta won. Namun, pada kuartal 1-3 tahun 2024, perusahaan mencatatkan pendapatan 262,3 miliar won namun mengalami kerugian operasional sebesar 35,7 miliar won. Pendapatan memang naik, namun profitabilitas memburuk hingga berbalik menjadi rugi.
Kondisi keuangan saat ini juga kurang baik. Rasio utang Sangsangin Securities per akhir September tahun lalu mencapai 979,45%. Kas dan setara kas per akhir September tahun lalu tercatat sebesar 5,47 miliar won. Bagi perusahaan seperti Sangsangin Securities, pengeluaran puluhan miliar won tentu menjadi beban yang berat.
Oleh karena itu, muncul desas-desus bahwa keterlambatan akuisisi Hi Air oleh konsorsium Sangsangin Securities disebabkan oleh masalah pendanaan. Seorang perwakilan Sangsangin Securities menyatakan, "Kami sedang menjalankan proses akuisisi Hi Air," namun menambahkan bahwa "Jadwal spesifik sulit diungkapkan karena merupakan informasi rahasia."