[비즈한국] Telah dikonfirmasi bahwa Korea Energy Foundation baru-baru ini mengajukan gugatan terhadap mantan Ketua Korea Energy Foundation, Kim Kwang-sik. Pihak yayasan menuntut pengembalian tunjangan dan biaya operasional yang diterima Kim selama masa jabatannya. Kim menjabat sebagai Ketua Korea Energy Foundation sejak Juni 2018 dan mengundurkan diri pada September 2023.

Korea Energy Foundation mengubah peraturan kompensasi pada tahun 2022 dan menetapkan tunjangan ketua sebesar 2,3 juta won per bulan. Sebelumnya, ketua yayasan hanya menerima uang rapat sebesar 500.000 won setiap kali menghadiri pertemuan, tanpa menerima gaji bulanan. Penetapan tunjangan ketua tersebut menuai kontroversi karena Kim Kwang-sik, yang menjabat sebagai ketua saat itu, menyetujuinya sendiri.
Opini publik mengenai mantan Ketua Kim Kwang-sik pun memburuk. Kritik keras datang terutama dari Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party). Bae Yoon-joo, yang saat itu menjabat sebagai wakil juru bicara partai, mengkritik pada April 2023 bahwa, "Mengingat Korea Energy Foundation ditunjuk sebagai lembaga publik lainnya menurut undang-undang, yayasan berkewajiban menjalankan tugas secara adil dan bersih, namun (Ketua) justru mengejar kepentingan pribadi melalui 'persetujuan diri sendiri'."
Kritik tidak berhenti sampai di situ. Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi (MOTIE) mulai melakukan audit terkait tunjangan ketua Korea Energy Foundation pada Juli 2023. Hasil audit menunjukkan bahwa penetapan tunjangan ketua dan penggunaan biaya operasional oleh yayasan tersebut dinilai tidak tepat.
Kementerian memerintahkan Korea Energy Foundation untuk meninjau kembali dan menyiapkan rencana pengembalian tunjangan yang telah dibayarkan. Menindaklanjuti hal tersebut, Korea Energy Foundation meminta mantan Ketua Kim Kwang-sik untuk mengembalikan tunjangan dan biaya operasional sebesar 41,67 juta won.
Namun, mantan Ketua Kim Kwang-sik menolak permintaan tersebut. Akibatnya, Korea Energy Foundation baru-baru ini menempuh jalur hukum terhadapnya. Seorang pejabat Korea Energy Foundation menjelaskan, "Kami telah meminta pengembalian dana karena jumlahnya sudah ditetapkan, dan karena (Kim) tidak memiliki niat untuk mengembalikan, maka kami memutuskan untuk mengajukan gugatan." Ia menambahkan, "Karena saat ini masih dalam tahap pengajuan dokumen, belum ada detail lebih lanjut yang dapat disampaikan."
Posisi ketua Korea Energy Foundation tetap kosong sejak pengunduran diri Kim Kwang-sik. Di internal kementerian, dikabarkan sedang ada pembahasan mengenai penggabungan Korea Energy Foundation dengan Korea Energy Agency. Oleh karena itu, proses penunjukan ketua baru untuk Korea Energy Foundation dilaporkan mengalami penundaan.