[비즈한국] SM Entertainment baru-baru ini dikonfirmasi telah menyita aset milik anggota grup EXO, Chen, Baekhyun, dan Xiumin (CBX). Langkah ini diambil untuk mengamankan hak atas pembayaran 10% dari pendapatan aktivitas pribadi mereka. Sebelumnya, pada tahun 2023, CBX menuntut pemutusan kontrak eksklusif dengan SM karena masalah durasi kontrak yang tidak wajar. Namun, tahun berikutnya, mereka mencapai kesepakatan untuk melakukan aktivitas pribadi melalui perusahaan terpisah dengan syarat menyetorkan 10% pendapatan kepada SM. Konflik kembali memanas hingga ke jalur hukum setelah CBX menolak membayar royalti dengan alasan SM tidak memenuhi isi kesepakatan.

Berdasarkan liputan Bizhankook, SM Entertainment melakukan penyitaan aset terhadap Chen, Baekhyun, dan Xiumin selama dua hari, yakni pada tanggal 9 dan 10. Aset yang disita mencakup piutang uang sewa tempat tinggal Chen, apartemen Baekhyun di Acheondong, Guri, Gyeonggi, serta apartemen Xiumin di Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul. Apartemen Baekhyun di Acheondong seluas 142㎡ tercatat sejak Oktober 2023, sementara apartemen Xiumin di Hannam-dong seluas 166㎡ baru saja menyelesaikan pendaftaran kepemilikan pada tanggal 9 bulan lalu.
Total nilai klaim yang diajukan SM Entertainment terhadap CBX dalam penyitaan ini mencapai 2,6 miliar won (masing-masing 300 juta, 1,6 miliar, dan 700 juta won). Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengamankan piutang yang timbul dari pendapatan aktivitas pribadi sebesar 10% sesuai kesepakatan Juni 2023. Penyitaan dilakukan untuk mencegah pihak lawan memindahtangankan aset sebelum hutang dilunasi. Langkah ini biasanya diambil ketika ada kekhawatiran debitur akan menyembunyikan aset mereka.
Perselisihan ini bermula pada Juni 2023 ketika CBX memberitahukan pemutusan kontrak eksklusif dengan SM Entertainment. Alasannya adalah kegagalan perusahaan dalam menyediakan data penyelesaian pendapatan yang transparan serta durasi kontrak yang dianggap tidak wajar. Di tengah eskalasi konflik, kedua belah pihak secara dramatis mencapai kesepakatan pada bulan yang sama. Mereka sepakat bahwa aktivitas grup EXO tetap di bawah naungan SM, sementara aktivitas pribadi dilakukan di agensi independen INB100, dengan syarat menyetorkan 10% pendapatan aktivitas tersebut kepada SM.
Konflik kembali tersulut pada Juni tahun berikutnya saat pihak CBX menuduh SM melanggar kesepakatan. CBX mengklaim SM tidak menepati janji untuk memberikan tarif distribusi musik sebesar 5,5% kepada agensi independen INB100, sehingga mereka menolak membayar royalti 10%. Sebagai tanggapan, SM mengajukan gugatan pemenuhan kontrak eksklusif terhadap ketiga anggota tersebut pada bulan yang sama. Di sisi lain, CBX menuduh para eksekutif SM melakukan penipuan dengan menjanjikan tarif 5,5%, namun kasus tersebut kemudian dihentikan karena kurangnya bukti.