주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
'Raja Minuman Lidah Buaya' OKF Jual 2 Gedung Termasuk Kantor Pusat kepada CEO

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] OKF, perusahaan yang mendominasi pasar minuman global dengan produk minuman lidah buaya, diketahui baru saja menjual aset propertinya kepada Lee Yeon-han, CEO sekaligus pemegang saham terbesar kedua perusahaan. Aset yang dijual mencakup dua gedung, termasuk kantor pusat perusahaan, dengan total nilai penjualan mencapai 45,2 miliar won. Meski pendapatan dan laba operasional OKF meningkat pesat tahun lalu, beban likuiditas perusahaan semakin berat akibat peningkatan pinjaman jangka pendek.

OKF, perusahaan yang mendominasi pasar minuman global dengan produk minuman lidah buaya, diketahui baru saja menjual aset propertinya kepada Lee Yeon-han, CEO sekaligus pemegang saham terbesar kedua perusahaan. Foto adalah pemandangan Gedung OKF, kantor pusat OKF di Nonhyeon-dong, Gangnam-gu, Seoul, yang termasuk dalam aset yang dijual. Foto=Situs web OKF
OKF, perusahaan yang mendominasi pasar minuman global dengan produk minuman lidah buaya, diketahui baru saja menjual aset propertinya kepada Lee Yeon-han, CEO sekaligus pemegang saham terbesar kedua perusahaan. Foto adalah pemandangan Gedung OKF, kantor pusat OKF di Nonhyeon-dong, Gangnam-gu, Seoul, yang termasuk dalam aset yang dijual. Foto=Situs web OKF

Menurut informasi dari industri, pada tanggal 20 bulan lalu, OKF menjual Gedung OKF (kantor pusat di Nonhyeon-dong, Gangnam-gu, Seoul) dan Gedung Hansung (di Seocho-dong, Seocho-gu) kepada CEO OKF, Lee Yeon-han. Harga jual masing-masing adalah 18,4 miliar won dan 26,8 miliar won, dengan total nilai transaksi sebesar 45,2 miliar won. Gedung OKF memiliki skala 2 lantai bawah tanah dan 4 lantai di atas tanah (luas lantai 1.433㎡), sedangkan Gedung Hansung memiliki skala 2 lantai bawah tanah dan 5 lantai di atas tanah (1.707㎡). Kedua gedung tersebut sebelumnya dibeli oleh OKF masing-masing seharga 7 miliar won pada September 2013 dan 27 miliar won pada Februari tahun lalu. CEO Lee menandatangani kontrak jual beli pada tanggal 17 bulan lalu dan menyelesaikan proses balik nama kepemilikan hanya dalam waktu 3 hari.

OKF adalah perusahaan manufaktur minuman kelas dunia yang didirikan pada Juli 2000. Perusahaan ini mengembangkan dan mengekspor minuman lidah buaya pertama di dunia untuk memperluas bisnisnya. Pangsa pasar minuman lidah buaya mereka di seluruh dunia mencapai 76%. Saat ini, perusahaan mengekspor lebih dari 1.850 jenis minuman ke sekitar 180 negara. Tahun lalu, pendapatan konsolidasi perusahaan tercatat sebesar 172,9 miliar won dengan laba operasional 158 miliar won. Kepemilikan saham perusahaan dibagi antara dua CEO bersama, yaitu Lee Sang-shin (51%) dan Lee Yeon-han (49%).

OKF saat ini menghadapi beban likuiditas yang meningkat akibat ekspansi pinjaman jangka pendek tahun lalu. Berdasarkan laporan audit, per akhir tahun lalu, pinjaman jangka pendek OKF dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun tercatat sebesar 99,3 miliar won, meningkat sekitar 26,7 miliar won (37%) dibandingkan tahun sebelumnya. Proporsi pinjaman jangka pendek terhadap total pinjaman melonjak dari 63% pada tahun 2023 menjadi 69% tahun lalu. Meskipun pada periode yang sama pendapatan meningkat sebesar 22,2 miliar won (15%) dari 150,7 miliar won menjadi 172,9 miliar won, dan laba operasional meningkat sebesar 5 miliar won (46%) dari 10,8 miliar won menjadi 15,8 miliar won, beban likuiditas jangka pendek perusahaan tetap bertambah.

Bizhankook telah mencoba menanyakan alasan di balik penjualan aset properti tersebut kepada OKF, namun tidak mendapatkan jawaban.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
차형조 기자

건설·부동산 시장과 재계 이슈를 취재합니다. 열린 마음으로 듣고 정확하게 쓰겠습니다.

cha6919@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지