[비즈한국] Dikonfirmasi bahwa anggaran untuk proyek Jalan Tol Yangpyeong tidak tercantum dalam RUU APBN pemerintah tahun 2026. Namun, subkomite peninjauan anggaran dan dana dari Komite Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Majelis Nasional dijadwalkan akan membahas penambahan anggaran tersebut pada tanggal 14.

Proyek Jalan Tol Seoul-Yangpyeong telah terhenti sejak mantan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Won Hee-ryong mengumumkan "pembatalan" pada Juli 2023. Hal ini dipicu oleh kecurigaan bahwa titik akhir jalan tol telah diubah ke area dekat tanah milik keluarga pihak istri mantan Presiden Yoon Suk-yeol. Karena kecurigaan tersebut belum teratasi, proyek dihentikan, dan anggaran desain sebesar 12,3 miliar won yang sempat tercantum dalam RUU APBN 2024 dipangkas setengahnya menjadi 6,1 miliar won selama proses peninjauan di Majelis Nasional. Namun, dana 6,1 miliar won tersebut bahkan tidak terealisasi dan seluruhnya dianggap tidak terpakai. Dalam RUU APBN 2025, anggaran sebesar 6,2 miliar won sempat dialokasikan, namun dipangkas habis oleh Majelis Nasional sehingga menjadi 'nol' won.
Setelah pemerintahan Lee Jae-myung dimulai, harapan akan dimulainya kembali proyek ini meningkat, namun titik awal dimulainya kembali proyek tersebut menjadi bahan perdebatan. Karena kecurigaan mengenai perubahan titik akhir belum terungkap, terdapat kemungkinan bahwa studi kelayakan harus dilakukan kembali.
Faktor variabel lainnya adalah kemungkinan membengkaknya total biaya proyek jika studi kelayakan dilakukan kembali. Hal ini karena biaya kompensasi tanah dan biaya konstruksi telah meningkat selama tiga tahun proyek terhenti. Selain itu, biaya untuk studi kelayakan juga harus dikeluarkan kembali. Total biaya proyek Jalan Tol Yangpyeong adalah 1,7695 triliun won berdasarkan studi kelayakan awal (pre-feasibility study) dan 2,059 triliun won berdasarkan studi kelayakan.
Kontroversi mengenai proyek Jalan Tol Yangpyeong mencuat setelah studi kelayakan dilakukan. Inti dari kecurigaan tersebut adalah bahwa pada saat studi kelayakan, titik akhir berada di area Yangseo-myeon, namun setelah studi, lokasi tersebut diubah ke Gangsang-myeon yang dekat dengan properti milik keluarga pihak istri mantan Presiden Yoon. Sesuai rencana awal, Jalan Tol Yangpyeong seharusnya melakukan penilaian dampak lingkungan setelah menyelesaikan studi kelayakan.
Anggaran untuk Jalan Tol Yangpyeong juga tidak tercermin dalam RUU APBN pemerintah tahun 2026. Namun, menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, anggota parlemen Kim Jung-jae (Partai Kekuatan Rakyat) telah meminta penambahan sekitar 6,3 miliar won, sementara anggota parlemen Yoon Jong-goon (Partai Demokrat) meminta penambahan sekitar 3,3 miliar won. Subkomite anggaran dijadwalkan akan memeriksa proposal penambahan tersebut pada tanggal 14.
Seorang pejabat Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi menyampaikan, “Kementerian telah mengajukan agar anggaran dimasukkan, namun karena situasi belum kondusif, anggaran tersebut tidak tercantum dalam rancangan pemerintah. Karena anggota parlemen dari pihak pemerintah maupun oposisi telah meminta penambahan, tampaknya masalah ini akan dibahas dalam subkomite anggaran dan komite tetap.”