[비즈한국] Yuhan Corporation000100 diketahui sedang bersiap untuk meluncurkan platform pengembangan obat berbasis AI (kecerdasan buatan) miliknya sendiri. Di tengah tren perusahaan farmasi dan bioteknologi yang berlomba-lomba mengakumulasi kapabilitas AI, Yuhan Corporation, sebagai perusahaan farmasi tradisional nomor satu di Korea, tampaknya tidak hanya sekadar menginternalisasi kemampuan AI tetapi juga melangkah lebih jauh hingga berencana meluncurkan layanan tersebut.

Berdasarkan layanan informasi paten Kipris, Yuhan Corporation telah mengajukan hak merek 'Yu-NIVUS' pada tanggal 21 bulan lalu. Barang-barang yang ditentukan dalam hak merek tersebut mencakup △pengembangan dan pengelolaan perangkat lunak komputer untuk analisis data di bidang medis/bioteknologi menggunakan algoritma pembelajaran mendalam (deep learning), △layanan pengembangan obat baru, △layanan pemrograman perangkat lunak untuk platform pengembangan obat berbasis AI, △perangkat lunak komputer untuk simulasi pengembangan obat baru, serta △program komputer terkait platform AI untuk pengembangan obat menggunakan perpustakaan senyawa kimia.
Pendaftaran hak merek Yu-NIVUS oleh Yuhan Corporation dianggap sebagai langkah yang tidak biasa. Perusahaan farmasi lain yang memiliki platform pengembangan obat AI diketahui tidak mendaftarkan hak merek untuk platform internal mereka. Daewoong Pharmaceutical069620 memiliki 'Daisy', JW Pharmaceutical001060 memiliki 'Jewelry', 'Clover', dan 'J-Wave', sementara SK Biopharmaceuticals326030 memiliki 'Hubble' dan 'Hubble Plus'.
Persaingan antar perusahaan farmasi dalam mengamankan platform pengembangan obat AI semakin ketat. Samjin Pharmaceutical005500 sedang membangun 'Q-DrugX', platform pengembangan obat yang memadukan komputasi kuantum dan AI, sementara Dong-A ST sedang mengembangkan platform pengembangan obat AI melalui kerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Konvergensi Lanjutan Universitas Nasional Seoul. GC Biopharma juga mulai membangun platform bersama Mok-Am Life Science Institute dan Institut AI Universitas Nasional Seoul.
Yuhan Corporation selama ini juga telah memanfaatkan AI dalam pengembangan obat dengan cara bekerja sama dengan perusahaan AI lainnya. Pada Desember tahun lalu, mereka menandatangani perjanjian kerja sama penelitian bersama yang komprehensif untuk pengembangan obat menggunakan model AI dengan OncoMaster dan Huray Positive. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan pengembangan kandidat obat yang dimiliki Yuhan Corporation. OncoMaster memiliki teknologi prediksi respons obat imunoterapi berbasis AI yang disebut 'OCM-002', sementara Huray Positive sedang membangun perangkat lunak AI yang mampu merekomendasikan pengobatan yang dipersonalisasi untuk setiap pasien dan memprediksi respons pasien berdasarkan data genomik dan informasi klinis untuk menyediakan layanan pengobatan presisi. Terkait pertanyaan mengenai rencana peluncuran layanan platform pengembangan obat AI tersebut, pihak Yuhan Corporation menyatakan, "Belum ada yang diputuskan secara spesifik."