[비즈한국] NH Investment & Securities005940 diketahui telah mengajukan permohonan merek dagang ‘N2 Coin’ pada bulan Juli lalu. Status merek dagang N2 Coin saat ini masih dalam tahap menunggu pemeriksaan. Produk yang ditetapkan untuk N2 Coin berkaitan dengan aset digital, blockchain, dan mata uang kripto (virtual). Hal ini diinterpretasikan sebagai langkah NH Investment & Securities dalam mempertimbangkan bisnis mata uang kripto. Namun, NH Investment & Securities menyatakan bahwa saat ini mereka belum menjalankan bisnis mata uang kripto.

Menurut KIPRIS, jaringan informasi paten, produk yang ditetapkan untuk N2 Coin mencakup perangkat lunak aplikasi komputer yang dapat diunduh untuk mata uang kripto, dompet elektronik yang dapat diunduh, perangkat lunak manajemen aset digital, ritel token keamanan, perantara mata uang virtual, penerbitan uang siber, serta layanan pembayaran dompet elektronik. Semuanya merupakan bisnis yang terkait dengan mata uang kripto.
N2 adalah merek baru yang diperkenalkan oleh NH Investment & Securities tahun lalu. Pada Juni tahun lalu, NH Investment & Securities mengubah nama merek Exchange Traded Note (ETN) mereka dari QV menjadi N2. ETN yang sebelumnya diterbitkan oleh NH Investment & Securities menggunakan awalan QV, namun kini telah beralih menggunakan N2. Pada September tahun ini, merek yang ditampilkan di sistem perdagangan rumah (HTS) dan situs web NH Investment & Securities juga diubah dari QV menjadi N2. CEO NH Investment & Securities, Yoon Byung-woon, mengatakan, "Karena N2 adalah merek yang secara intuitif dapat mengingatkan orang pada NH Investment & Securities, kami berharap dapat memanfaatkannya dengan baik dalam berkomunikasi dengan nasabah," dan menambahkan, "Kami berencana untuk memperluas kesadaran merek dengan menggunakan N2 di berbagai saluran titik temu."
Sebagian pihak berspekulasi bahwa NH Investment & Securities mencoba merambah bisnis baru terkait mata uang kripto melalui N2 Coin. Analisisnya menunjukkan bahwa mereka ingin memperluas cakupan bisnis dengan mengedepankan merek N2. Namun, tampaknya tidak mudah bagi NH Investment & Securities untuk segera terjun ke bisnis mata uang kripto. Otoritas keuangan telah mengeluarkan pedoman pelarangan Initial Coin Offering (ICO) pada September 2017, dan pedoman tersebut masih berlaku hingga saat ini. Jika NH Investment & Securities ingin menerbitkan mata uang kripto, mereka harus melakukannya di luar negeri, bukan di Korea.
Mendirikan bursa mata uang kripto juga tidaklah mudah. Untuk mendirikan bursa mata uang kripto, perusahaan harus menjalani pemeriksaan oleh otoritas keuangan. Namun, otoritas keuangan saat ini berpegang pada prinsip 'pemisahan keuangan dan aset virtual' (pemisahan antara pelaku bisnis keuangan tradisional dan pelaku bisnis aset virtual). Oleh karena itu, tidak ada perusahaan keuangan besar di Korea yang menjalankan bisnis terkait mata uang kripto secara langsung. Meskipun demikian, prinsip pemisahan tersebut tidak tertulis secara eksplisit dalam hukum.
NH Investment & Securities juga menyatakan bahwa saat ini belum ada keputusan pasti mengenai bisnis mata uang kripto. Seorang perwakilan NH Investment & Securities menjelaskan, "Kami tidak berniat untuk segera terjun ke bisnis mata uang kripto, kami hanya mendaftarkan merek dagangnya terlebih dahulu untuk mengantisipasi jika nantinya kami melakukan bisnis terkait."