주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Kasus pertama 'penipuan sewa' diakui pada perumahan sosial Seoul… Apakah Pemerintah Kota Seoul mengetahuinya namun memilih diam?

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Muncul kasus pertama di mana Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MOLIT) mengakui penghuni perumahan sosial (social housing) di Seoul sebagai korban penipuan sewa (jeonse fraud) setelah terjadinya insiden gagal bayar deposit. Menurut liputan BizHankook, telah dikonfirmasi bahwa pada bulan April tahun ini, seorang penghuni yang tidak menerima kembali uang depositnya di perumahan sosial Seoul telah diakui sebagai korban penipuan sewa berdasarkan Undang-Undang Khusus Penipuan Sewa. Muncul kecurigaan bahwa meskipun Pemerintah Kota Seoul mengetahui adanya kasus pengakuan korban penipuan sewa pertama di perumahan sosial tersebut, mereka memilih untuk tidak peduli dan menunda upaya bantuan bagi para korban.

서울시 성북구 장위동에 위치한 서울시 사회주택(사진)에서 전세사기 피해자로 인정받은 첫 사례가 나왔다. 사진=전다현 기자
Kasus pertama yang diakui sebagai korban penipuan sewa terjadi di perumahan sosial Seoul yang berlokasi di Jangwi-dong, Seongbuk-gu, Seoul (foto). Foto=Reporter Jeon Da-hyun

Insiden gagal bayar deposit terjadi tahun lalu di perumahan sosial Seoul yang berlokasi di Jangwi-dong, Seongbuk-gu. Di antaranya, seorang penghuni yang tidak mendapatkan kembali uang depositnya sekitar 50 juta won telah ditetapkan sebagai korban penipuan sewa oleh Kementerian Pertanahan pada bulan April lalu. Ini adalah kasus pertama di mana penghuni perumahan sosial Seoul diakui sebagai 'korban penipuan sewa'.

Berdasarkan Undang-Undang Khusus Penipuan Sewa, mereka yang ditetapkan sebagai korban berhak mendapatkan pemulihan kredit, dukungan finansial, dan bantuan kesejahteraan darurat. Seseorang tidak serta-merta diakui sebagai korban penipuan sewa hanya karena gagal mendapatkan kembali uang depositnya. Korban penipuan sewa berdasarkan undang-undang khusus harus memenuhi empat syarat: △memiliki tanggal pengesahan (fixed date), △deposit sewa tidak melebihi 500 juta won, △banyak penyewa yang tidak menerima pengembalian deposit atau diperkirakan akan mengalami kerugian serupa, dan △terdapat alasan kuat yang mencurigai adanya niat pemilik properti untuk tidak memenuhi kewajiban pengembalian deposit.

Penghuni perumahan sosial Seoul yang ditetapkan sebagai korban penipuan sewa tersebut memenuhi keempat syarat tersebut. Kementerian Pertanahan menilai bahwa perusahaan pengelola perumahan sosial Seoul tersebut secara sengaja tidak mengembalikan uang deposit sewa.

서울시 사회주택 입주민이 받은 국토부로부터 받은 전세사기 피해자 결정문. 사진=입주민 제공
Surat keputusan korban penipuan sewa yang diterima oleh penghuni perumahan sosial Seoul dari Kementerian Pertanahan. Foto=Disediakan oleh penghuni

Alasan terbesar mengapa sulit diakui sebagai korban penipuan sewa adalah karena sulit untuk membuktikan bahwa pemilik properti memiliki 'niat' untuk menipu penyewa agar tidak mengembalikan deposit. Akibatnya, ada kasus di mana seseorang yang sebenarnya merupakan korban penipuan sewa tidak mendapatkan bantuan atau hanya disebut sebagai kasus 'gagal bayar deposit' biasa.

Pemerintah Kota Seoul juga selama ini menyebut kasus penipuan sewa yang terjadi di perumahan sosial Seoul sebagai 'kerugian akibat gagal bayar deposit'. Selain itu, pada bulan April ketika Kementerian Pertanahan menetapkan penghuni perumahan sosial Seoul sebagai korban penipuan sewa, Pemerintah Kota Seoul tetap pada pendiriannya bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas pengembalian deposit. Baru setelah kekhawatiran penghuni perumahan sosial meningkat, Seoul Housing & Communities Corporation (SH) mengumumkan pada bulan Agustus bahwa mereka akan membeli langsung unit perumahan sosial yang terkena dampak penipuan sewa tersebut.

Namun, hasil liputan BizHankook mengungkap bahwa Pemerintah Kota Seoul sebenarnya sudah mengetahui fakta tentang keputusan Kementerian Pertanahan tersebut. Seorang pejabat Pemerintah Kota Seoul menyatakan kepada BizHankook pada tanggal 9, "Kami mengetahui fakta bahwa satu korban telah diakui."

A, yang diakui sebagai korban penipuan sewa di perumahan sosial Seoul, mengungkapkan keluh kesahnya, "Meskipun keputusan sebagai korban penipuan sewa telah keluar, pemulihan tidak bisa segera dilakukan karena butuh waktu untuk penyediaan perumahan. Selain itu, deposit yang belum kembali tetap menjadi beban penyewa. Sikap Pemerintah Kota Seoul tidak berubah bahkan setelah keputusan korban penipuan sewa keluar. Belum ada satu pun yang terselesaikan. Situasi ini justru memperparah kerugian akibat administrasi yang terburu-buru dari Pemerintah Kota Seoul."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
전다현 기자
allhyeon@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지