[비즈한국] Kantor cabang Korea dari China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), perusahaan konstruksi nomor satu di dunia, dikonfirmasi baru saja melaporkan penutupan bisnis konstruksinya. Perusahaan milik negara Tiongkok ini masuk ke pasar konstruksi Korea 12 tahun lalu setelah mendaftarkan izin usaha konstruksi bangunan. Sempat berekspansi terutama di Pulau Jeju hingga menempati peringkat kedua di industri konstruksi, perusahaan ini belakangan justru menerima rentetan sanksi denda dan penangguhan operasional akibat praktik subkontrak yang tidak adil.

Menurut industri konstruksi, kantor cabang CSCEC di Korea telah mengajukan laporan penutupan usaha konstruksi bangunan pada tanggal 21 lalu. Alasan penutupan tersebut adalah penghentian bisnis karena kondisi internal perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang Dasar Industri Konstruksi, setiap perusahaan yang ingin menjalankan bisnis konstruksi di Korea harus memenuhi persyaratan modal, tenaga teknis, fasilitas, dan peralatan sesuai bidang usaha, serta mendaftarkannya ke pemerintah daerah terkait. Prosedur yang sama juga berlaku saat melaporkan penutupan usaha. Seorang pejabat dari Divisi Inovasi Konstruksi Pemerintah Metropolitan Seoul menyatakan, "Dengan pembatalan izin usaha konstruksi bangunan, saat ini perusahaan tersebut tidak lagi memiliki izin sektor konstruksi yang valid."
CSCEC merupakan perusahaan konstruksi terbesar di dunia. Tahun lalu, dalam daftar 250 perusahaan konstruksi global yang dirilis oleh majalah konstruksi AS, ENR, perusahaan ini menempati peringkat pertama (berdasarkan pendapatan konstruksi) selama 9 tahun berturut-turut. Sebagai BUMN konstruksi Tiongkok, perusahaan ini didirikan di Beijing pada Juni 1982. Pada tahun 2023, pendapatan terkait konstruksi mencapai 282,4 miliar dolar AS (387 triliun won) dengan nilai kontrak baru sebesar 549,8 miliar dolar AS (754 triliun won). Proyek yang pernah dikerjakan antara lain Shanghai World Financial Center, Beijing Daxing International Airport, Great Mosque of Algiers di Aljazair, dan One Thousand Museum di AS.
CSCEC mulai merambah pasar konstruksi Korea secara serius sejak 12 tahun lalu. Setelah mendirikan kantor cabang pada Maret 1997, mereka mendaftarkan diri dalam bidang konstruksi bangunan pada November 2013. Meski sempat mendaftarkan bidang pekerjaan sipil pada Mei 2017, mereka menghentikan usaha tersebut pada Desember 2021 dan hanya fokus pada konstruksi bangunan. Ekspansi yang difokuskan di Pulau Jeju membuat mereka sempat menempati peringkat kedua di industri konstruksi Korea pada tahun 2020, dengan kemampuan konstruksi mencapai 197,3 miliar won menurut evaluasi Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi. Namun, tahun lalu nilai evaluasi kemampuan konstruksi mereka menyusut menjadi 900 juta won.
Kantor cabang CSCEC di Korea juga sempat dijatuhi sanksi oleh otoritas persaingan usaha dua tahun lalu akibat praktik subkontrak yang tidak adil. Pada Oktober 2023, Komisi Perdagangan Adil (FTC) menjatuhkan perintah pembayaran tunggakan subkontrak sebesar 3,9 miliar won ditambah bunga keterlambatan 240 juta won, serta denda sebesar 3 miliar won kepada CSCEC Korea. Hal ini disebabkan oleh tindakan mereka dalam proyek 'Pembangunan Jeju Dream Tower' yang tidak memberikan dokumen kontrak subkontrak, menetapkan klausul tambahan yang tidak adil seperti pelarangan penyesuaian harga akibat inflasi, serta tidak membayarkan biaya subkontrak beserta bunganya.
Saat melaporkan penutupan usaha kali ini, perusahaan tersebut sebenarnya sudah dalam masa penangguhan operasional karena tidak menerbitkan sertifikat penjaminan pembayaran subkontrak. Pada bulan Maret lalu, Pemerintah Seoul menjatuhkan sanksi penangguhan operasional selama 3 bulan (masing-masing 1 bulan untuk 3 kasus) terhadap bisnis konstruksi bangunan mereka karena gagal memberikan jaminan pembayaran kepada 3 subkontraktor dalam proyek pembangunan blok C di Jeju Cyprus Golf & Resort. Masa penangguhan operasional yang seharusnya berlaku dari 1 April hingga 30 Juni tersebut akhirnya menjadi tidak relevan karena perusahaan menutup bisnis sebelum periode tersebut berakhir.
Kantor cabang CSCEC di Korea tampaknya belum memulai prosedur pembubaran badan hukum. Registrasi badan hukum cabang Korea masih berstatus aktif, dan perusahaan saat ini masih menyewa kantor di fasilitas bisnis dekat Stasiun Gwanghwamun, Jongno-gu, Seoul. Bizhankook mencoba mengunjungi kantor tersebut pada tanggal 26 untuk menanyakan latar belakang penutupan dan rencana bisnis ke depan, namun kantor dalam keadaan tertutup dan tidak ada pihak yang dapat ditemui.