[비즈한국] Berdasarkan hasil liputan BizHankook, Cho Hyun-sik, mantan penasihat Hankook & Company yang tengah bersengketa manajemen dengan Ketua Hankook & Company, Cho Hyun-bum000240, baru-baru ini telah disita asetnya dalam jumlah besar—termasuk saham dan properti—oleh Hankook Tire & Technology161390, yang merupakan perusahaan bisnis inti Grup Hankook & Company. Sejak sang ayah, Honorary Chairman Cho Yang-rai, mewariskan saham perusahaan induk grup tersebut kepada Cho Hyun-bum pada tahun 2022, mantan penasihat Cho bersama saudara-saudaranya telah mengajukan permohonan perwalian terbatas terhadap sang ayah dan terus melanjutkan sengketa manajemen.

Hankook Tire, Perusahaan Inti Hankook & Company, Sita Sebagian Besar Aset Mantan Penasihat Cho Hyun-sik
Menurut liputan BizHankook, Hankook Tire & Technology (Hankook Tire), perusahaan bisnis inti Grup Hankook & Company, telah menyita saham Hankook Tire milik mantan penasihat Cho Hyun-sik pada tanggal 17 lalu. Langkah ini diambil untuk mengeklaim ganti rugi sebesar 496.493.012 won yang timbul terkait penggunaan kendaraan perusahaan. Pada hari yang sama, Pengadilan Distrik Seoul Barat mengabulkan permohonan penyitaan Hankook Tire setelah menerima jaminan tunai dan surat jaminan deposito masing-masing sebesar 100 juta won.
Ini bukan kali pertama Hankook Tire membekukan aset Cho Hyun-sik. Pada bulan Mei lalu, perusahaan juga telah menyita lahan milik mantan penasihat Cho di Yongin, Provinsi Gyeonggi. Langkah tersebut bertujuan untuk menjamin 2,7 miliar won dari total 3,2 miliar won klaim ganti rugi atas kerugian perusahaan yang terjadi antara April 2015 hingga Desember 2022. Sebulan sebelumnya, pada bulan April, perusahaan juga menyita apartemen Nine One Hannam di Seoul milik pasangan Cho Hyun-sik dengan nilai klaim ganti rugi sebesar 500 juta won.
Hankook Tire, pihak yang melakukan penyitaan, merupakan perusahaan bisnis inti dari Grup Hankook & Company. Perusahaan ini didirikan pada September 2012 melalui pemisahan divisi bisnis ban dari perusahaan induk, Hankook & Company. Saat ini, mereka mengoperasikan 8 pabrik yang memproduksi lebih dari 100 juta ban per tahun dan menjualnya ke lebih dari 160 negara. Tahun lalu, pendapatan konsolidasi perusahaan mencapai 8,9396 triliun won dengan laba operasional sebesar 1,3279 triliun won. Pemegang saham terbesar perusahaan ini adalah perusahaan induk Hankook & Company dengan kepemilikan 30,67%.
Puncak Tata Kelola Perusahaan Hankook Tire dalam 'Perang Saudara' Kini Dikuasai Sang Adik, Ketua Cho Hyun-bum
Pemegang saham terbesar Hankook & Company adalah Ketua Cho Hyun-bum, adik dari Cho Hyun-sik. Pada Juni 2022, pendiri grup, Honorary Chairman Cho Yang-rai, menjual seluruh saham Hankook & Company miliknya kepada putra keduanya, Ketua Cho Hyun-bum, melalui transaksi blok di luar jam bursa. Dengan demikian, Ketua Cho mengungguli sang kakak, mantan penasihat Cho Hyun-sik (kepemilikan 18,93% per Maret tahun ini), kakak perempuan Cho Hee-won (10,61%), dan Ketua Yayasan Berbagi Hankook Tire, Cho Hee-kyung (0,81%), untuk menjadi pemegang saham terbesar Hankook & Company (42,03%).
Sengketa manajemen antar anak-anak pun dimulai sejak suksesi saham oleh Honorary Chairman Cho Yang-rai. Selain Ketua Cho Hyun-bum, kakak tertua Cho Hee-kyung, putra sulung Cho Hyun-sik, dan putri kedua Cho Hee-won segera mengajukan permohonan perwalian dewasa terhadap sang ayah tak lama setelah pembelian saham tersebut. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi apakah keputusan sang ayah dibuat secara sukarela dalam kondisi mental yang sehat. Namun, permohonan tersebut ditolak pada tingkat pertama pada April 2022, dan penolakan tersebut ditegaskan kembali dalam sidang banding pada April tahun ini. Saat ini, proses banding lanjutan sedang berlangsung.
Sengketa manajemen Hankook & Company kembali memanas pada akhir tahun lalu akibat upaya pembelian saham secara terbuka oleh mantan penasihat Cho Hyun-sik. Pada Desember tahun lalu, perusahaan ekuitas swasta MBK Partners bekerja sama dengan Cho Hyun-sik dan Cho Hee-won untuk mengakuisisi kendali manajemen perusahaan melalui pembelian saham terbuka. Rencananya adalah membeli tambahan 20,35% hingga 27,32% saham guna mengamankan 50,0% hingga 57,0% saham beredar, demi melampaui kepemilikan Ketua Cho Hyun-bum (42,03%). Namun, pembelian tersebut gagal karena tingkat partisipasi tidak mencapai target minimum (20,35%).
Menanggapi hal ini, pihak Hankook Tire & Technology hanya menyatakan, "Penyitaan tempat tinggal memang dilakukan oleh pihak badan hukum Hankook Tire, namun sulit untuk mengonfirmasi kasus penyitaan tambahan lainnya." Pihak kuasa hukum mantan penasihat Cho Hyun-sik juga menolak memberikan komentar lebih lanjut, dengan mengatakan, "Lebih baik kami tidak menanggapi liputan ini."