[비즈한국] 'Climate Card', proyek utama Wali Kota Seoul Oh Se-hoon, diketahui telah mencatatkan kerugian operasional sekitar 400 miliar won dalam kurun waktu dua tahun sejak diperkenalkan. Besaran defisit ini cenderung meningkat setiap tahunnya. Lebih dari separuh total kerugian operasional tersebut ditutupi oleh pajak warga Seoul, dengan total kerugian yang ditanggung Pemerintah Kota Seoul sejauh ini telah melampaui 220 miliar won.

Berdasarkan peliputan BizHankook, kerugian operasional Climate Card yang terjadi sejak dimulainya proyek ini pada Februari hingga Desember tahun lalu adalah sebesar 152,7 miliar won. Memasuki tahun ini, angka defisit kian membengkak. Hanya dalam periode Januari hingga Oktober saja, kerugian operasional tercatat mencapai 229,5 miliar won. Artinya, dalam 21 bulan pelaksanaan program, akumulasi kerugian telah mencapai 382,2 miliar won.
Jika dilihat per bulan, kondisinya jauh lebih serius. Pada tahun pertama pelaksanaan, rata-rata kerugian bulanan berada di angka 13,8 miliar won, namun tahun ini melonjak lebih dari 65% menjadi 22,9 miliar won. Jika kerugian untuk bulan November dan Desember ditambahkan, total akumulasi kerugian hingga akhir tahun ini diperkirakan akan dengan mudah melampaui 400 miliar won.
Struktur defisit ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Kerugian operasional adalah selisih antara biaya transportasi sebenarnya yang digunakan pengguna dikurangi nilai isi ulang (45.000 won hingga 70.000 won). Menurut Pemerintah Kota Seoul, rata-rata penggunaan bulanan pengguna tiket 30 hari adalah 91.473 won. Artinya, terdapat kerugian sekitar 30.000 won per bulan untuk setiap pengguna, di mana celah ini harus ditutupi oleh pihak operator transportasi dan Pemerintah Kota Seoul.
Masalahnya adalah 'tagihan' yang harus ditanggung oleh Pemerintah Kota Seoul terlalu berat. Dari total kerugian, 'kompensasi kerugian' yang harus dibebankan kepada Pemerintah Kota Seoul mencapai 89 miliar won tahun lalu dan 133,4 miliar won tahun ini (per Oktober), dengan total mencapai 222,4 miliar won.
Untuk Seoul Metro dan bus kota (Asosiasi Manajemen Bersama Pendapatan Transportasi), kerugian dibagi rata (50:50) dengan Pemerintah Kota Seoul. Namun, kerugian yang timbul dari KORAIL, bus desa, dan jalur kereta api swasta ditanggung 100% oleh Pemerintah Kota Seoul.
Anggaran Climate Card yang semula ditetapkan sebesar 40,1 miliar won pada tahun 2024 meningkat menjadi 104,7 miliar won melalui anggaran tambahan. Anggaran tahun ini juga membengkak dari anggaran awal 108,8 miliar won menjadi 129,9 miliar won setelah ditambah anggaran tambahan. Pemerintah Kota Seoul telah menetapkan anggaran sebesar 148,8 miliar won untuk tahun 2026.
Meskipun Pemerintah Kota Seoul mempromosikan bahwa Climate Card berkontribusi pada penghematan biaya transportasi dan pengurangan gas rumah kaca, kritik masih terus berdatangan. Banyak pihak menyoroti bahwa meskipun anggaran besar telah digelontorkan, efek ramah lingkungan yang nyata seperti pengurangan penggunaan mobil pribadi masih sangat minim.
Seorang narasumber industri berkomentar, "Dalam situasi di mana operator transportasi sudah mengalami defisit besar akibat kebijakan seperti tiket gratis untuk lansia, kini beban keuangan mencapai titik kritis karena harus menanggung kompensasi kerugian Climate Card juga."