주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
"Sudah dibilang tidak bisa bekerja..." Pabrik OCI Pohang kembali alami kecelakaan setelah 3 bulan

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Telah dikonfirmasi bahwa kecelakaan luka bakar di sekujur tubuh kembali terjadi di pabrik OCI456040 Pohang setelah berselang 3 bulan. Meski masalah keamanan akibat fasilitas yang menua terus diangkat, kini muncul klaim bahwa instruksi koersif (memaksa) diberikan kepada karyawan kontraktor. Kapasitas manajemen keselamatan OCI pun kini menjadi sorotan.

OCI 포항공장(사진)에서 약 3개월 만에 화상사고가 발생해 OCI의 안전관리 역량이 도마위에 올랐다. 사진=OCI 홈페이지
Kecelakaan luka bakar terjadi di pabrik OCI Pohang (foto) setelah sekitar 3 bulan, menempatkan kapasitas manajemen keselamatan OCI dalam sorotan. Foto=Situs web OCI

Berdasarkan liputan Bizhankook, pada 25 Oktober lalu sekitar pukul 16.00 waktu setempat, seorang pekerja berinisial A dari perusahaan kontraktor Bogyeong ENC mengalami kecelakaan luka bakar saat melakukan pekerjaan perpipaan di pabrik OCI Pohang yang berlokasi di Cheongnim-dong, Nam-gu, Pohang. A saat ini dirawat di rumah sakit khusus luka bakar di wilayah Daegu-Gyeongbuk. Diketahui ia mengalami luka bakar derajat tiga pada sekitar 29% tubuhnya, termasuk leher, lengan kiri, pinggang, selangkangan, dan paha.

Muncul klaim bahwa pada saat kecelakaan terjadi, A sebenarnya sudah mengatakan bahwa ia tidak bisa melanjutkan pekerjaan karena uap tar bersuhu tinggi bocor dari pipa, namun staf tim pemeliharaan OCI terus mendesaknya untuk bekerja. Dalam proses tersebut, juga muncul klaim adanya pernyataan menghina dan instruksi koersif kepada pekerja lain yang merupakan kerabat A. B, seorang pihak yang bekerja bersama di lokasi, mengungkapkan, "Seharusnya uap dikeluarkan selama satu jam untuk menurunkan tekanan, namun ada instruksi untuk memulai pekerjaan hanya setelah 30 menit dengan alasan sudah aman. Kami sudah menolak selama lebih dari 15 menit, namun tidak bisa berbuat apa-apa."

Beberapa kalangan industri menunjukkan bahwa kecelakaan ini berpotensi melanggar Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pasal 52 ayat 1 undang-undang tersebut menyatakan bahwa 'pekerja dapat menghentikan pekerjaan dan mengungsi jika terdapat risiko mendesak terjadinya kecelakaan kerja'. Ayat 2 dan 3 juga menetapkan kewajiban bagi pengawas yang menerima laporan tersebut untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Jika klaim para pekerja di lapangan benar, maka pihak OCI sebagai kontraktor utama tidak mengakui permintaan penghentian pekerjaan meski sudah diputuskan sendiri oleh pekerja di lapangan.

Seorang pejabat OCI menyatakan, "Kami menilai situasi tersebut berbahaya, jadi kami sudah mengeluarkan uap dan memasang perangkat pengaman sebelum bekerja, namun kecelakaan tetap terjadi dan kami sedang mencari penyebabnya."

Proses penanganan pasca-kecelakaan juga diprediksi akan menimbulkan kontroversi. Menurut para pekerja di lokasi, segera setelah kecelakaan terjadi, pihak OCI awalnya menyampaikan niat untuk membawa A ke rumah sakit dengan kendaraan pribadi, bukan ambulans 119. Saat A menolak, mereka dikabarkan menyarankan untuk menyewa ambulans swasta. Setelah berdebat, ambulans 119 akhirnya datang dan butuh waktu sekitar 30 menit hingga korban dilarikan ke Rumah Sakit Pohang St. Mary untuk mendapatkan tindakan darurat. Jarak dari Kantor Pemadam Kebakaran Pohang Selatan, tempat ambulans 119 berpangkalan, ke pabrik OCI Pohang hanya 1,3 km, yang biasanya memakan waktu 3-5 menit berkendara.

Pabrik OCI Pohang, yang memproduksi bahan kimia organik dan anorganik, terus-menerus mengalami kecelakaan, sehingga menimbulkan keraguan atas komitmen perusahaan terhadap manajemen keselamatan dan kesehatan. Pada akhir Juli lalu, seorang karyawan yang sedang berpatroli saat subuh mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat kebocoran uap tar bersuhu tinggi dari fasilitas pipa tua, dan sebulan kemudian terjadi kebakaran saat perbaikan tangki penyimpanan bahan baku. Suara-suara di lapangan mengkritik sikap OCI yang tidak memperbaiki fasilitas yang menua. C, seorang tokoh industri kimia yang memahami kondisi di lapangan, menunjukkan, "Hampir tidak ada upaya untuk memperbaiki fasilitas yang sudah tua, dan jika ada, hanya sekadar menggantinya dengan suku cadang murah, sehingga tidak mengurangi risiko kecelakaan."

Bizhankook telah mengajukan pertanyaan kepada pihak OCI mengenai permintaan penghentian pekerjaan di lokasi, proses penanganan kecelakaan, dan upaya perbaikan fasilitas, namun tidak menerima jawaban.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
최영찬 기자

제약바이오 분야 출입하고 있습니다. 많이 듣고 많이 공부해 정확하게 쓰도록 하겠습니다.

chan111@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지