[비즈한국] Harga jual umum apartemen Raemian Trini-One di Seocho-gu, Seoul (proyek rekonstruksi Banpo Jugong Complex 1, Distrik 3) telah ditetapkan sebesar 84,84 juta won per 3,3㎡, yang merupakan harga tertinggi yang pernah ada di wilayah yang menerapkan aturan pembatasan harga jual (price cap). Angka ini sekitar 12,75 juta won lebih tinggi dibandingkan harga jual per 3,3㎡ Cheongdam Le-El di Gangnam-gu, Seoul (72,09 juta won) yang memegang rekor sebelumnya. Pihak asosiasi diperkirakan akan mulai membuka pendaftaran penghuni untuk penjualan umum paling cepat akhir Oktober mendatang.

Menurut industri pemeliharaan pada tanggal 29, Kantor Distrik Seocho Seoul mengadakan rapat komite peninjau harga jual pada hari yang sama dan memutuskan harga jual umum apartemen Raemian Trini-One sebesar 84,84 juta won per 3,3㎡. Ini adalah angka tertinggi di antara harga jual di wilayah yang menerapkan sistem pembatasan harga jual. Seorang pejabat dari asosiasi rekonstruksi Banpo Jugong Complex 1 Distrik 3 mengatakan, “Kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai harga jual, jadi kami belum bisa mengonfirmasi detail spesifiknya,” namun ia menambahkan, “Kami berencana untuk merilis pengumuman rekrutmen penghuni pada akhir Oktober atau awal November dan melanjutkan kontrak pada awal Desember.”
Sebelumnya, harga jual tertinggi di wilayah dengan pembatasan harga jual dipegang oleh Cheongdam Le-El di Gangnam-gu, Seoul. Harga jual per 3,3㎡ di kompleks tersebut mencatatkan rekor tertinggi sebesar 72,09 juta won pada Agustus tahun lalu. Sebelum itu, harga tertinggi dipegang oleh Raemian One Penta (Juni 2024, 67,36 juta won per 3,3㎡), yang letaknya tidak jauh dari Raemian Trini-One yang kini memecahkan rekor tersebut. Dengan kata lain, gelar harga jual tertinggi di wilayah pembatasan harga kembali berpindah ke apartemen di Banpo-dong, Seocho-gu, Seoul setelah sekitar satu tahun.
Sistem pembatasan harga jual adalah peraturan yang membatasi harga jual apartemen di bawah standar tertentu untuk menstabilkan harga rumah. Harga ditentukan dengan menambahkan biaya tanah hasil penilaian dengan biaya konstruksi dasar yang diumumkan pemerintah setiap 6 bulan, serta biaya tambahan per apartemen. Untuk menjual apartemen di wilayah yang menerapkan sistem ini, harga jual harus disetujui oleh komite peninjau harga jual pemerintah daerah. Saat ini, wilayah yang menerapkan sistem ini hanyalah tiga distrik di Gangnam (Gangnam, Seocho, Songpa) dan Yongsan-gu yang ditetapkan sebagai zona spekulasi dan zona panas pemesanan (subscription).
Raemian Trini-One adalah apartemen hasil rekonstruksi Banpo Jugong Complex 1 Distrik 3 di Seocho-gu, Seoul. Apartemen lama yang berada di selatan Stasiun Gubanpo (Jalur 9) dibongkar dan dibangun kembali menjadi 17 gedung apartemen dengan tinggi maksimal 35 lantai (total 2.091 unit). Apartemen ini dinilai memiliki lokasi yang sangat baik, dilengkapi dengan jaringan transportasi seperti Stasiun Gubanpo, Olympic Expressway, dan Jembatan Dongjak dalam radius 2 km, serta infrastruktur seperti Central City dan Rumah Sakit St. Mary Seoul, lingkungan pendidikan seperti SD Banpo dan SMP Banpo, serta lingkungan alami seperti Taman Banpo Hangang. Unit yang akan dijual untuk umum berjumlah 506 unit, terdiri dari 456 unit dengan luas bersih 59㎡ dan 50 unit dengan luas bersih 84㎡.
Sementara itu, Raemian Trini-One sempat menunda jadwal peninjauan harga jual yang sedianya dilakukan bulan Juli ke akhir bulan ini untuk mendapatkan penetapan harga yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan agar dapat menerapkan kenaikan biaya konstruksi dasar. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi mengumumkan 'biaya konstruksi dasar', yang merupakan komponen tambahan harga jual, pada tanggal 1 Maret dan 31 September setiap tahun. Kenaikan tersebut diterapkan mulai dari kompleks yang mengajukan permohonan persetujuan rekrutmen penghuni setelah pengumuman. Pada tanggal 15, Kementerian mengumumkan biaya konstruksi dasar untuk pembatasan harga jual sebesar 2,174 juta won, naik 1,59% dari sebelumnya.