주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Proyek Dukungan Seni Korea Musim ke-12
Kwon Ji-hyun - Pesan dalam Bunga Liar

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Program dukungan seniman 'Proyek Dukungan Seni Korea' Musim ke-12 kini dimulai, yang bertujuan untuk menyuburkan tanah seni Korea. Proyek ini kini telah diakui oleh komunitas seni sebagai sebuah ajang yang bermakna dalam menemukan dan membina para seniman. Di kalangan seniman sendiri, proyek ini telah dikenal luas sebagai ajang yang diminati banyak orang. Kata kunci dasar yang dikejar oleh 'Proyek Dukungan Seni Korea' sejak awal adalah 'penerimaan berbagai aliran seni Korea dan pencarian perubahan yang progresif'. Berkat prinsip-prinsip tersebut, proyek ini dinilai telah menetapkan satu sudut pandang dalam memandang seni kontemporer Korea.

Seniman Kwon Ji-hyun menuangkan emosi yang ia tangkap secara spontan dari alam seperti laut, langit, burung camar, bunga liar, dan pasir pantai yang ia temui saat berjalan-jalan ke dalam karya lukisnya. Foto=Reporter Park Jung-hoon
Seniman Kwon Ji-hyun menuangkan emosi yang ia tangkap secara spontan dari alam seperti laut, langit, burung camar, bunga liar, dan pasir pantai yang ia temui saat berjalan-jalan ke dalam karya lukisnya. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Alam adalah guru terbesar. Alam terus-menerus mengirimkan pesan kepada kita. Orang-orang bijak yang meninggalkan jejak dalam sejarah manusia adalah mereka yang mampu membaca pesan dari alam.

Terutama, para seniman harus memiliki sensor yang peka terhadap alam. Sensor tersebut hanya dapat berfungsi dengan baik jika selalu diisi dengan emosi yang kaya.

Kwon Ji-hyun jelas merupakan seorang seniman dengan sensor yang peka. Ia melukis lanskap. Bukan pemandangan yang luar biasa, melainkan pemandangan biasa yang dapat ditemui di mana saja. Dari pemandangan yang lumrah itu, ia mampu menarik keluar lanskap yang tidak biasa. Ia telah membaca pesan yang dikirimkan oleh alam.

Kisah Rumput: 65×22cm Acrylic on canvas 2024
Kisah Rumput: 65×22cm Acrylic on canvas 2024

Lanskap memiliki berbagai ekspresi dan pesan. Pertama, pemandangan yang terlihat di mata muncul dengan sendirinya. Itulah ekspresi terkuat dari sebuah lanskap. Mengikuti ekspresi ini dengan setia adalah bentuk lukisan realistis.

Lukisan lanskap yang dimulai dengan melukis apa yang terlihat, telah berkembang menjadi lukisan yang hanya mengambil apa yang ingin dilihat oleh seniman, dan kemudian berlanjut ke tahap di mana pikiran seniman dituangkan ke dalam lanskap tersebut. Menangkap tahapan inilah yang menjadi peran seniman dalam membaca pesan alam.

Lanskap juga menyampaikan pesan melalui ekspresi lain. Yaitu suara atau rasa gerak. Rasa gerak dalam lanskap sering kali mengingatkan kita pada fenomena alam yang disebabkan oleh gravitasi seperti hujan atau air terjun, namun sebagian besar muncul dalam bentuk jejak angin. Angin menciptakan lanskap yang menawan dengan menggoyangkan hutan atau menyapu lautan dan memicu gelombang.

Suara datang bersama gerakan. Seni yang paling baik dalam membaca ekspresi suara di dalam lanskap adalah musik. Namun, tempat yang pada akhirnya ingin dicapai oleh para musisi yang melukis lanskap dengan suara adalah dunia visual seperti seni lukis. Komposer impresionis Prancis Claude Debussy, yang namanya dikenal melalui musik yang menyerupai seni lukis, juga sangat ingin melihat seni lukis impresionis. Itulah sebabnya saat mendengarkan karya masterpiece-nya 'La Mer' (Laut), kita teringat akan laut tenang dengan pantulan cahaya matahari yang memecah di permukaannya.

Suum: 70×70cm Acrylic on canvas 2025
Suum: 70×70cm Acrylic on canvas 2025

Titik awal lukisan Kwon Ji-hyun juga berawal dari lanskap. Ia menuangkan emosi yang ditangkap secara spontan dari alam seperti laut, langit, burung camar, bunga liar, dan pasir pantai yang ditemuinya saat berjalan-jalan ke dalam karyanya. Namun, meskipun ia mengikuti metode dan komposisi lanskap dalam konsep atau ekspresinya, sulit untuk menyebutnya sebagai lukisan pemandangan biasa.

Hal ini karena ia memilih cara untuk menangkap dan mengekspresikan pesan dari alam melalui sensibilitasnya sendiri. Oleh karena itu, karyanya terasa seperti lukisan abstrak yang berdasar pada bentuk. Objek yang paling sering muncul di kanvasnya adalah bunga liar. Bunga liar yang bergoyang berkelompok bahkan memperlihatkan rasa gerak. Ia menuangkan kondisi emosionalnya melalui gerakan, warna, dan ketebalan sapuan kuas yang berlapis-lapis.

Lukisan Kwon Ji-hyun mampu meraih popularitas sekaligus nilai artistik karena ia mampu membaca pesan alam dari lanskap yang biasa saja.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
한국미술응원프로젝트 시즌12
전준엽 화가·비즈한국 아트에디터
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지