주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

[Proyek Dukungan Seni Korea Musim ke-12] Kim Hyun-bin: Mengabadikan Jejak Waktu dalam Abstrak

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Kami memulai musim ke-12 'Proyek Dukungan Seni Korea', sebuah program dukungan seniman untuk mengolah tanah yang subur bagi seni Korea. Proyek ini kini telah diakui oleh dunia seni sebagai ajang yang bermakna untuk menemukan dan membina para seniman. Proyek ini telah dikenal luas di kalangan seniman sebagai proyek yang sangat ingin diikuti. Kata kunci dasar yang telah diusung oleh 'Proyek Dukungan Seni Korea' sejak awal adalah 'penerimaan terhadap beragam aliran seni Korea dan pencarian perubahan yang progresif'. Sebagai buah dari prinsip tersebut, proyek ini dinilai telah berhasil menetapkan satu sudut pandang dalam memandang seni rupa kontemporer Korea.

Seniman Kim Hyun-bin mengabadikan jejak waktu dalam bentuk abstrak. Ia menggunakan campuran berbagai cat dan material untuk mengekspresikan efek kebetulan. Foto=Reporter Park Jung-hoon
Seniman Kim Hyun-bin mengabadikan jejak waktu dalam bentuk abstrak. Ia menggunakan campuran berbagai cat dan material untuk mengekspresikan efek kebetulan. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Merasakan waktu adalah hal yang relatif. Karena setiap orang menerimanya secara berbeda. Itulah mengapa meski dalam waktu yang sama, kecepatan emosi setiap orang berbeda dan rentang penilaian mereka pun luas. Meskipun kecepatan emosi atau rentang penilaian berbeda, atribut fisik waktu tidak pernah berubah. Yakni arah perjalanannya dari masa lalu ke masa kini, lalu ke masa depan. Bagaimana seni mengekspresikan sifat waktu seperti ini?

Tidak banyak karya yang membahas tentang waktu. Dalam seni Barat, waktu muncul dalam wujud manusia. Waktu yang dipersonifikasi mulai muncul dalam lukisan sejak Abad Pertengahan, namun wujud yang meyakinkan baru muncul sekitar abad ke-17.

Wujud tersebut adalah seorang lelaki tua bungkuk yang membawa sabit dan jam pasir. Mengapa muncul dalam wujud seperti itu? Orang-orang melihat alasannya karena pengaruh mitologi Yunani dan Romawi yang mendewakan waktu, serta budaya Tiongkok kuno yang menggambarkan dewa umur panjang dalam sosok dewa abadi.

Celah Waktu yang Berbeda 3: 162.2×130.3cm, korosi pada daun logam campuran di atas kertas hanji, 2019
Celah Waktu yang Berbeda 3: 162.2×130.3cm, korosi pada daun logam campuran di atas kertas hanji, 2019

Sosok yang mengekspresikan waktu dengan meyakinkan adalah pelukis Inggris, William Dyce (1806-1864). Aktif pada masa ketika realisme dan impresionisme melanda Eropa, ia termasuk dalam aliran 'Pre-Raphaelite', gaya lukisan era Victoria di Inggris.

Karya Dyce yang berjudul 'Pegwell Bay: A Recollection of October 5th, 1858' adalah lukisan pemandangan pantai dan tebing yang merupakan mahakarya yang menangkap tiga sifat waktu. Pertama adalah waktu saat seniman membuat karya tersebut. Ini bisa dianggap sebagai 'waktu realistis' yang ditempati manusia. Ia menggambarkannya dengan latar konkret berupa tebing dan pantai saat senja, serta sosok seniman dan keluarganya di dalamnya.

Waktu yang kedua adalah 'waktu astronomis'. Waktu alam semesta pada tanggal 5 Oktober 1858 yang tertulis dalam judul karya digambarkan melalui komet yang melayang di langit. Menurut catatan, komet bernama Donati melintasi Pantai Pegwell tempat tinggal seniman saat itu.

Yang ketiga adalah 'waktu geologis'. Tebing yang digambarkan dengan jelas berkat langit senja menunjukkan usia bumi. Lapisan-lapisan yang menumpuk telah mengakumulasi waktu setidaknya selama 250 juta tahun. Waktu geologis membatu layaknya lapisan tebing. Rasanya sangat berbeda dengan waktu yang dirasakan saat mendengar detak jarum jam.

Dyce menuangkan emosi dari momen singkat di mana keluasan dan keanehan waktu astronomis dan geologis bertemu dengan keakraban waktu manusia ke dalam pemandangan yang liris.

Memori Sebelum Bentuk dan 12: 110×79×12cm, tanah liat putih, korosi pada daun tembaga, dan pigmen mineral di atas kertas hanji, 2023-2025
Memori Sebelum Bentuk dan 12: 110×79×12cm, tanah liat putih, korosi pada daun tembaga, dan pigmen mineral di atas kertas hanji, 2023-2025

Karya Kim Hyun-bin yang menangkap jejak waktu dalam bentuk abstrak juga merupakan karya yang asing namun bermakna. Ia mengekspresikan waktu generasi muda Korea abad ke-21 yang hidup di era dan ruang yang sama dengan caranya sendiri. Di dalamnya, konflik antarmanusia, aliran emosi, dan penilaian rasional terjalin dalam bentuk-bentuk abstrak.

Sang seniman berkata, "Karena waktu setiap orang berbeda dan cara menghabiskan emosi sangat beragam, saya tidak punya pilihan selain menangkap atribut fisik waktu melalui abstraksi." Untuk tujuan ini, ia mencampurkan berbagai cat dan material untuk menghasilkan efek-efek yang tidak disengaja.

Pemikiran seniman bahwa jejak waktu adalah abstraksi menghasilkan karya lukis yang sangat meyakinkan.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전준엽 화가·비즈한국 아트에디터
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지