주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

[Proyek Dukungan Seni Korea Musim ke-12] Kim Gyeong-won - Lukisan Orisinal yang Diciptakan Melalui Ilusi Optik

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Program dukungan seniman 'Proyek Dukungan Seni Korea' Musim ke-12 telah dimulai untuk menumbuhkan tanah subur bagi seni Korea. Proyek ini kini telah diakui oleh dunia seni sebagai ajang yang bermakna dalam menemukan dan membina para seniman. Proyek ini pun dikenal luas di kalangan seniman sebagai proyek yang ingin diikuti. Kata kunci dasar yang selalu dikejar oleh 'Proyek Dukungan Seni Korea' sejak awal adalah 'penerimaan berbagai arus seni Korea dan pencarian perubahan yang progresif'. Sebagai hasil dari prinsip-prinsip ini, proyek ini dinilai telah menetapkan perspektif baru dalam memandang seni kontemporer Korea.

Seniman Kim Gyeong-won menggunakan efek ilusi optik untuk menghubungkan hewan seperti ayam, sapi, dan harimau secara berulang guna mengubahnya menjadi citra baru. Foto=Reporter Park Jeong-hun
Seniman Kim Gyeong-won menggunakan efek ilusi optik untuk menghubungkan hewan seperti ayam, sapi, dan harimau secara berulang guna mengubahnya menjadi citra baru. Foto=Reporter Park Jeong-hun

Salah satu kata kunci utama dalam seni Barat, yang telah lama mengeksplorasi dunia yang terlihat, adalah ilusionisme. Aliran yang diterjemahkan sebagai paham ilusi ini secara khusus menjadi kekuatan pendorong yang mengembangkan seni lukis Barat.

Ilusionisme adalah penciptaan ilusi dengan mereproduksi objek atau ruang dalam realitas secara meyakinkan di dalam bingkai tertentu. Ini adalah teknik untuk mengekspresikan bentuk objek atau rasa ruang secara efektif demi reproduksi naturalistik. Ilusionisme dapat dianggap sebagai tipuan mata melalui semacam ilusi optik yang menciptakan fantasi bagi kita.

'Ilusi optik' berarti melihat dengan keliru, gagal menilai dengan benar, atau melihat sesuatu secara berbeda. Namun, hal ini sering kali memicu imajinasi yang menyenangkan atau membawa kita ke dunia fantasi. Tipuan mata yang terbesar adalah perspektif. Hal ini karena perspektif adalah penyebab utama fenomena ilusi optik yang membuat bidang datar tampak bervolume.

Colorful chicken 40×40cm Acrylic on canvas 2026
Colorful chicken 40×40cm Acrylic on canvas 2026

Pelukis yang mengembangkan efek ilusi optik ini menjadi estetika pribadinya dan membuka ranah unik dalam sejarah seni Barat adalah Giuseppe Arcimboldo (1527-1593). Karyanya, yang aktif pada masa Renaisans akhir, memiliki kekuatan melampaui zaman yang mampu membangkitkan imajinasi bahkan bagi seniman saat ini.

Karya Arcimboldo menciptakan sosok manusia dengan menggabungkan buah-buahan, sayuran, pakaian, atau buku. Jika dilihat dari dekat, objek-objek tersebut tampak hanya menempel begitu saja. Namun, jika dilihat dari kejauhan, akan muncul sosok orang dengan ekspresi jahat atau wajah yang tampak konyol. Ini adalah lukisan yang menunjukkan puncak dari efek ilusi optik.

Metode penciptaan citra yang cerdik dari Arcimboldo berperan sebagai perintis lukisan surealis abad ke-20 dan masih memiliki vitalitas yang kuat hingga saat ini, bahkan memengaruhi iklan masa kini. Alasannya adalah karena karyanya tidak hanya berakhir pada tipuan mata, tetapi didasarkan pada konten yang jelas. Dengan kata lain, objek yang muncul sebagai properti di atas kanvas untuk membentuk citra tetap mempertahankan sifat aslinya, namun saat digabungkan, mereka berubah menjadi citra yang sama sekali baru.

Pemandangan Gunung Gyeryong_Senja 72.7×53cm Acrylic on canvas 2026
Pemandangan Gunung Gyeryong_Senja 72.7×53cm Acrylic on canvas 2026

Kim Gyeong-won menafsirkan kembali arus ini untuk menampilkan lukisan yang orisinal. Ia menghubungkan hewan (ayam, sapi, harimau, dll.) secara berulang untuk mengubahnya menjadi citra baru. Oleh karena itu, hewan-hewan yang bertumpuk tersebut tampak seperti bentuk gunung atau ombak, atau membentuk wujud lain melalui bagian tubuh tertentu dari hewan (seperti jengger ayam) atau pola (seperti bercak pada sapi atau loreng pada harimau).

Gagasannya dalam memanfaatkan efek ilusi optik untuk beralih ke citra baru tercermin dengan baik dalam catatan senimannya. "Warna merah jengger ayam yang bertumpuk menyerupai dedaunan musim gugur yang berakar di sepanjang punggung gunung yang mengalir, ekor cokelatnya tampak seperti granit yang kokoh, dan bulu putih pada tubuhnya terasa seperti awan kabut yang turun rendah."

Imajinasi Kim Gyeong-won, yang menemukan citra gunung musim gugur dari seekor ayam, sedang memperluas ranah ilusi optik dan menciptakan seni lukis yang baru.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전준엽 화가·비즈한국 아트에디터
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지