[비즈한국] Samsung Electronics005930 memperluas target layanan kesehatan wearable-nya. Indikator pengukuran utama dari sensor Electrodermal Activity (EDA) yang diperkenalkan mulai dari seri Galaxy Watch8 diprediksi akan menambahkan fitur untuk mendeteksi gejala keringat malam (hot flash) pada wanita menopause saat tidur. Langkah ini ditafsirkan sebagai upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai perangkat kesehatan menyeluruh yang mampu menangkap gejala awal penyakit dalam kehidupan sehari-hari, melampaui sekadar pelacak kebugaran.

Choi Jong-min, Kepala Tim Kesehatan Digital Divisi MX Samsung Electronics (Vice President), mengungkapkan dalam presentasinya di KIMES 2026 (Pameran Peralatan Medis dan Fasilitas Rumah Sakit Internasional) yang diadakan di COEX, Gangnam-gu, Seoul pada tanggal 19 lalu, “Melalui inovasi perangkat keras, kami telah mengimplementasikan fungsi untuk mengukur EDA di dalam paket sensor yang ada,” dan menambahkan, “Kami sedang bersiap untuk memanfaatkan ini terutama untuk pemantauan hot flash yang dialami oleh banyak wanita menopause.”
EDA adalah indikator fisiologis non-invasif yang menangkap perubahan resistensi listrik akibat sekresi keringat mikroskopis pada permukaan kulit. Samsung Electronics saat ini menggunakan sensor EDA ini untuk memberikan informasi analisis yang presisi mengenai perubahan stres pengguna serta pola dan kualitas tidur.
Penyematan fitur pemantauan hot flash ini dianalisis sebagai hasil dari kemitraan dengan perusahaan farmasi global, Bayer. Pada tahun 2024, Samsung bekerja sama dengan Bayer untuk melakukan penelitian bersama mengenai gangguan tidur pada wanita menopause. Strukturnya adalah memanfaatkan data ponsel pintar dan perangkat wearable berbasis aplikasi Samsung Health dalam penelitian obat gangguan tidur menopause yang sedang dikembangkan oleh Bayer.
Dalam proses ini, Samsung Electronics ditafsirkan berfokus pada hot flash yang merupakan penyebab utama gangguan tidur. Seorang pejabat Samsung Electronics menjelaskan, “Kami menjalin kontrak dengan Bayer terutama untuk menyediakan lingkungan pengumpulan data, dan algoritma pemantauan hot flash menggunakan sensor EDA dikembangkan secara internal oleh kami sendiri.”
Samsung Electronics baru-baru ini mempercepat perluasan cakupan di bidang kesehatan. Perusahaan telah melacak berbagai sinyal biologis secara luas melalui sensor BioActive terintegrasi di bagian belakang jam tangan pintar. Dengan menggunakan sensor detak jantung optik (PPG) dan sensor detak jantung elektrik (ECG), perangkat ini memantau detak jantung, tren tekanan darah, saturasi oksigen darah, dan ritme jantung tidak teratur (fibrilasi atrium), sementara sensor Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) menganalisis komposisi tubuh secara presisi. Seorang pejabat Samsung Electronics menekankan, “Kami akan memperluas ekosistem perangkat wearable ke tingkat klinis yang dapat digunakan secara signifikan di lingkungan medis yang nyata, melampaui target kesehatan biasa.”