[비즈한국] Kantor Distrik Yongsan kalah sebagian dalam gugatan kompensasi lahan yang diajukan oleh Market Day Ltd., perusahaan di mana istri pengacara Ko Seung-deok menjabat sebagai eksekutif. Hal ini dikarenakan pengadilan mengakui bahwa Kantor Distrik Yongsan telah mengabaikan kompensasi untuk pepohonan yang ditanam di lahan tersebut saat melakukan akuisisi tanah milik Market Day.

Pada tanggal 13 Juni lalu, Pengadilan Administrasi Seoul mengeluarkan putusan yang memenangkan penggugat sebagian, dengan menyatakan, "Kantor Distrik Yongsan harus membayar 32,05 juta won kepada Market Day," terkait gugatan administrasi pembatalan putusan akuisisi yang diajukan oleh Market Day Ltd. terhadap Kantor Distrik Yongsan. Pengadilan mengakui tuntutan Market Day mengenai kompensasi untuk 95 batang pohon yang ditanam, namun tidak menerima argumen bahwa lahan tersebut harus dinilai sebagai tanah bangunan (daeji), bukan sebagai taman.
Gugatan ini bermula dari konflik seputar lahan Taman Kecil Kkum-namu dan Taman Kecil Ichon yang terletak di Ichon-dong, Distrik Yongsan, Seoul, yang dulunya dimiliki oleh Market Day. Lahan ini dibeli oleh Market Day dari Government Employees Pension Service pada tahun 2007 seharga sekitar 4,2 miliar won, dan merupakan lokasi di mana pos polisi Ichon pernah berada.
Kantor Distrik Yongsan menyetujui rencana pelaksanaan proyek pembangunan Taman Kecil Kkum-namu dan Taman Kecil Ichon pada 16 Januari 2020, dan mengakuisisi lahan milik Market Day pada Oktober 2021. Market Day sempat mengajukan keberatan terhadap putusan akuisisi tersebut, namun ditolak pada Desember 2022.
Pada Februari 2023, Market Day mengajukan gugatan administrasi terhadap Kantor Distrik Yongsan dengan argumen bahwa lahan yang diakuisisi oleh Yongsan harus dinilai sebagai tanah bangunan, bukan taman, serta menuntut perhitungan nilai untuk 95 batang pohon yang ditanam di lahan tersebut. Nilai gugatan yang diajukan oleh Market Day mencapai 56,63 miliar won. Istri pengacara Ko Seung-deok menjabat sebagai direktur dengan hak representasi di Market Day, dan pengacara Ko Seung-deok sendiri bertindak sebagai kuasa hukum untuk pihak Market Day dalam gugatan ini.
Luas total lahan yang diklaim oleh Market Day agar dinilai sebagai tanah bangunan adalah 3.029,9㎡ (Taman Kecil Kkum-namu 1.293m², Taman Kecil Ichon 1.736,9m²), atau sekitar 916 pyeong.
Peraturan pelaksanaan Undang-Undang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum menyatakan bahwa 'jika pembatasan hukum tersebut dilakukan dengan tujuan pelaksanaan proyek kepentingan umum yang bersangkutan, maka penilaian harus dilakukan dengan mengasumsikan kondisi tanpa adanya pembatasan tersebut'. Oleh karena itu, muncul argumen bahwa pada saat akuisisi, lahan tersebut seharusnya dinilai tanpa batasan sebagai lahan taman.
Market Day berpendapat bahwa lahan tersebut harus dinilai sebagai tanah bangunan dengan dasar bahwa lahan tersebut tidak dikompensasi ketika pertama kali dijadikan taman pada awal tahun 1970-an, namun pengadilan menolak argumen tersebut dengan menyatakan bahwa pada masa itu lahan tersebut adalah milik negara.
Namun, mengenai 95 batang pohon yang ditanam di lahan tersebut, pengadilan memutuskan bahwa pohon-pohon tersebut termasuk dalam cakupan aset yang harus dikompensasi kepada Market Day, dengan mempertimbangkan bahwa Kantor Distrik Yongsan tidak dapat membuktikan waktu atau kronologi penanaman pohon tersebut. Dengan demikian, pengadilan memutuskan bahwa Kantor Distrik Yongsan harus membayar kompensasi sebesar 32,05 juta won untuk pepohonan tersebut kepada Market Day berdasarkan hasil penilaian appraisal.
Setelah putusan tersebut, Market Day yang tidak puas dengan kemenangan sebagian mengajukan banding pada tanggal 23 Juni. Terkait apakah akan mengajukan banding balik, pihak Kantor Distrik Yongsan menyatakan, "Kami tidak dapat memberikan komentar selain dari isi putusan tersebut."