주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Menteri Pertahanan Kamerun Kunjungi Huneed, Beri Sinyal Positif untuk Proyek Modernisasi Jaringan Pertahanan

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Menteri Pertahanan Kamerun diketahui telah mengunjungi perusahaan pertahanan domestik Korea, Huneed005870 Technologies (Huneed), untuk mendiskusikan ekspor terkait proyek modernisasi jaringan pertahanan Kamerun. Kontrak tersebut diperkirakan akan terealisasi tahun depan setelah dilakukan survei lapangan dan negosiasi di Kamerun.

조셉 베티 아쏘 카메룬 국방부장관(오른쪽)과 남기욱 카메룬 대사가 방한 기념사진을 찍고 있다. 사진=외교부 출처
Menteri Pertahanan Kamerun, Joseph Beti Assomo (kanan), berfoto bersama Duta Besar Korea untuk Kamerun, Nam Ki-wook, saat kunjungan ke Korea. Foto: Sumber Kementerian Luar Negeri

Menteri Pertahanan Kamerun, Joseph Beti Assomo, mengunjungi Korea pada tanggal 11 untuk melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong-hyun. Dalam pertemuan menteri pertahanan pertama antara Korea Selatan dan Kamerun, kedua belah pihak dilaporkan mendiskusikan rencana perluasan kerja sama industri pertahanan, termasuk proyek jaringan informasi dan komunikasi nasional untuk memperkuat kemampuan pertahanan Kamerun.

Setelah pertemuan tersebut, Menteri Pertahanan Kamerun mengunjungi Huneed untuk mendengarkan penjelasan mengenai proyek jaringan informasi dan komunikasi nasional serta meninjau fasilitas produksi. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan industri pertahanan kedua negara diketahui saling bertukar pandangan mengenai perlunya survei lapangan dan negosiasi kontrak yang konkret sebagai langkah awal sebelum penandatanganan kontrak proyek.

Huneed, perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan dan penerbangan, merupakan pemasok peralatan utama untuk jaringan komunikasi taktis militer Korea dan telah membangun jaringan komunikasi nirkabel di dalam militer. Baru-baru ini, mereka juga berhasil mengembangkan modul MANET (Mobile Ad-hoc Network)/FANET (Flying Ad-hoc Network) yang dapat dipasang pada platform bergerak seperti drone dan robot untuk pertama kalinya di Korea. Berbekal hal tersebut, mereka secara aktif mendorong ekspor di bidang komunikasi militer. Pihaknya juga tengah mendiskusikan rencana penerapan solusi MANET Huneed untuk proyek modernisasi jaringan informasi dan komunikasi pertahanan dengan Kementerian Pertahanan Kamerun.

Saat ini, Korea tengah bersaing ketat dengan negara-negara maju seperti Tiongkok, Rusia, dan Israel dalam memenangkan proyek pembangunan jaringan informasi dan komunikasi pertahanan Kamerun. Para ahli memperkirakan bahwa proyek-proyek lanjutan akan berjalan dengan lebih menguntungkan bagi perusahaan Korea, mengingat Kamerun telah menetapkan perusahaan keamanan Korea, Tilon456930, sebagai penawar utama. Sebelumnya, pada Desember 2022, Kamerun telah memilih Tilon sebagai penawar utama untuk proyek pembangunan jaringan informasi dan komunikasi pertahanan, dan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) pada Mei tahun lalu.

Kim Min-seok, anggota Korea Defense and Security Forum (KODEF), menjelaskan, “Mengingat karakteristik bisnis komunikasi, 'keamanan' adalah faktor yang paling krusial, dan fakta bahwa mereka telah mengamankan aspek ini terlebih dahulu adalah hal yang penting. Karena kontrak keamanan telah ditandatangani, peluang keberhasilan untuk proyek lanjutan seperti pembangunan infrastruktur dan pengadaan peralatan sangatlah besar.”

Jika perusahaan pertahanan dalam negeri berhasil memenangkan proyek modernisasi jaringan pertahanan Kamerun, hal ini dinilai akan berkontribusi besar pada diversifikasi negara tujuan ekspor dan jenis produk. Hal ini dikarenakan jangkauan ekspor industri pertahanan Korea yang sebelumnya terkonsentrasi pada sistem senjata tertentu dapat diperluas hingga ke 'sistem komunikasi taktis'. Terlebih lagi, industri pertahanan Korea yang kini sedang naik daun di Eropa dan Timur Tengah memiliki peluang untuk memperluas lini ekspor ke Afrika dengan menjadikan Kamerun sebagai pijakan. Keberhasilan penyelesaian proyek modernisasi sistem informasi pertahanan Kamerun berpotensi membuka peluang bisnis ke 21 negara penutur bahasa Prancis di Afrika.

Presiden Direktur Huneed, Kim Wang-kyung, menjelaskan, “Untuk memenangkan proyek modernisasi jaringan pertahanan Kamerun, perusahaan-perusahaan Korea yang memiliki kemampuan teknis bekerja sama dengan Huneed sebagai kontraktor utama. Karena ada banyak variabel, saat ini sangat dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari Kementerian Pertahanan, badan pengadaan pertahanan (DAPA), serta kekompakan dari perusahaan-perusahaan konsorsium Korea.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
전현건 기자
rimsclub@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지