[비즈한국] CES, pameran elektronik dan IT terbesar di dunia, adalah arena bagi inovasi teknologi yang akan mengubah kehidupan manusia setiap tahunnya. Di CES 2026 yang telah berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat sejak tanggal 6 (waktu setempat), industri kesehatan digital mulai menunjukkan eksistensinya di samping sektor teknologi tradisional seperti AI (kecerdasan buatan) dan mobilitas.

Perubahan yang paling mencolok pada acara kali ini adalah lokasi stan perusahaan kesehatan. Carlos Nunez, Chief Medical Officer (CMO) dari perusahaan solusi tidur global ResMed, mengatakan dalam sebuah wawancara sebelum pembukaan CES 2026, "Penempatan aula pameran kesehatan digital tepat di sebelah aula pameran smart home sangatlah simbolis." Industri melihat bahwa rumah masa depan sedang bertransformasi dari sekadar ruang hunian menjadi 'Healthy Home' yang memantau kesehatan penghuninya secara real-time.
Bersamaan dengan hal tersebut, kebutuhan akan tidur nyenyak semakin meningkat demi meningkatkan kualitas hidup. Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang mengalami kesulitan tidur akibat meningkatnya stres dari faktor psikologis dan sosial, serta bertambahnya pasien dengan sleep apnea. Menurut ResMed, jumlah pasien sleep apnea dewasa di Amerika Serikat diprediksi akan mencapai 77 juta orang pada tahun 2050.
Jika kurang tidur atau gangguan tidur terus berlanjut, dalam jangka pendek akan terjadi penurunan konsentrasi dan daya ingat, sementara dalam jangka panjang, kekhawatiran akan masalah metabolisme seperti risiko kardiovaskular, obesitas, dan diabetes akan meningkat. Kecemasan dan depresi juga dapat muncul, yang memberikan sinyal bahaya bagi kesehatan mental. CMO Nunez juga memperingatkan, "Kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan demensia, yang dapat menyebabkan lonjakan masalah medis," seraya menambahkan, "77 juta orang memang banyak, namun 8 miliar populasi dunia harus memprioritaskan tidur mereka."
Untuk mencapai tujuan perbaikan kualitas tidur, batasan antara elektronik rumah tangga dan medis dengan cepat memudar. Di tengah tren ini, Dr. Nunez menekankan konvergensi dengan perusahaan teknologi konsumen seperti Samsung dan Apple. Ia menilai, "Dalam satu setengah tahun terakhir, langkah perusahaan big tech mendapatkan persetujuan FDA Amerika Serikat untuk fungsi deteksi sleep apnea merupakan titik balik yang sangat besar. Sekarang kita bisa melihat bahwa elektronik konsumen telah berevolusi menjadi alat medis dengan signifikansi klinis." Samsung Electronics005930 menerima persetujuan De Novo dari FDA pada Februari 2024 untuk fungsi deteksi sleep apnea berbasis Galaxy Watch. De Novo merujuk pada persetujuan pertama yang diberikan FDA setelah menilai keamanan dan efektivitas teknologi kesehatan baru. Apple memperoleh persetujuan 510(k), prosedur pemberitahuan sebelum pemasaran FDA, untuk fungsi serupa pada bulan September di tahun yang sama.
Di CES 2026, ResMed memperkenalkan 'AI Sleep Assistant' yang menggabungkan data jutaan pasien dengan AI generatif untuk memberikan pelatihan tidur yang dipersonalisasi kepada pengguna, seperti "Kurangi kafein setelah makan siang agar tidur nyenyak hari ini". Perusahaan teknologi kebugaran Amerika, Eight Sleep, memperkenalkan penutup kasur pintar 'Pod 5 Ultra' yang dilengkapi dengan teknologi AI yang tidak hanya mengatur suhu tempat tidur secara otomatis, tetapi juga meredakan dengkuran melalui getaran mikro dan menyesuaikan sudut kasur mengikuti tahapan tidur. Perusahaan kesehatan Prancis, Withings, juga menyajikan cetak biru untuk kesehatan rumah yang dapat memantau kesehatan kardiovaskular melalui timbangan pintar dan matras tidur yang lebih canggih.
Namun, muncul pula suara-suara yang waspada terhadap teknosentrisme. CEO National Sleep Foundation (NSF), John Lopos, dalam wawancara bersama CMO Nunez, memberikan saran, "Kita harus berhati-hati terhadap orthosomnia, yakni kondisi obsesi tidur di mana seseorang justru tidak bisa tidur karena terlalu terobsesi dan khawatir dengan data tidur mereka sendiri."
Ia menambahkan, "Teknologi bukanlah solusi itu sendiri, melainkan alat untuk membantu pengguna melakukan tindakan yang benar, seperti terkena sinar matahari di siang hari dan bersantai di malam hari. Teknologi di CES 2026 kini telah matang ke arah yang memberikan panduan konkret mengenai apa yang harus dilakukan pengguna, bukan sekadar menyajikan data."