주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Direktur Perusahaan Investasi yang Berkantor di Covana, Punya 'Hubungan Unik' dengan Ibu Mertua Presiden

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Pada tahun 2021, proyek pengembangan kawasan Gongheung di Yangpyeong yang dipimpin oleh ESI&D, perusahaan milik keluarga Presiden Yoon Suk-yeol, terjerat kontroversi perlakuan istimewa. Akibat kontroversi tersebut, pemerintah daerah Yangpyeong memperbaiki pungutan beban pengembangan yang sebelumnya ditetapkan 0 won menjadi sekitar 180 juta won. Para pejabat pemerintah Yangpyeong yang memberikan perpanjangan izin proyek secara surut telah didakwa dan saat ini sedang menjalani proses pengadilan.

Namun, terungkap fakta bahwa sebuah perusahaan asal Busan yang berinvestasi dalam pengembangan kawasan Gongheung saat itu memiliki keterkaitan dengan perusahaan investasi yang kini berkantor di kantor Covana (Artikel terkait: [Eksklusif] Direktur perusahaan investasi yang menempati bekas kantor Covana adalah mantan direktur 'Covana Partners Hong Kong'). Berdasarkan liputan Bizhankook, putra dari direktur perusahaan Busan yang melayangkan gugatan saat itu, kini menjabat sebagai direktur perusahaan investasi yang menempati kantor Covana Contents. Apa hubungan di antara mereka dan apa sebenarnya yang terjadi?

Peta kadaster lokasi pengembangan kawasan Gongheung di Yangpyeong yang dipimpin oleh perusahaan keluarga Presiden. Terkonfirmasi bahwa putra dari direktur perusahaan asal Busan yang menginvestasikan 800 juta won dalam proyek tersebut saat itu, kini menjabat sebagai direktur perusahaan investasi yang menempati kantor Covana Contents. Sumber = Kantor Pemerintah Yangpyeong
Peta kadaster lokasi pengembangan kawasan Gongheung di Yangpyeong yang dipimpin oleh perusahaan keluarga Presiden. Terkonfirmasi bahwa putra dari direktur perusahaan asal Busan yang menginvestasikan 800 juta won dalam proyek tersebut saat itu, kini menjabat sebagai direktur perusahaan investasi yang menempati kantor Covana Contents. Sumber = Kantor Pemerintah Yangpyeong

Perusahaan A asal Busan, Menandatangani Perjanjian Investasi Tahun 2009 dan Mengirimkan 800 Juta Won

Perusahaan A yang berbasis di Busan mengirimkan 800 juta won kepada Choi, ibu mertua Presiden Yoon Suk-yeol, pada bulan Juli 2009. Berdasarkan salinan putusan pengadilan, Ibu Negara Kim Keon-hee menyarankan B untuk berinvestasi dalam proyek pengembangan kawasan Gongheung pada bulan Mei 2009. Setelah itu, Perusahaan A, di mana ayah B, yaitu C, menjabat sebagai direktur utama, menandatangani perjanjian investasi untuk menyuntikkan 800 juta won dan menerima sebagian keuntungan dari proyek tersebut. Dana investasi tersebut digunakan oleh Choi, ibu mertua Presiden, untuk membeli lahan hutan seluas 2.585㎡ (sekitar 782 pyeong) yang menjadi lokasi pengembangan kawasan Gongheung.

Masalah di antara mereka muncul setelahnya. Pada bulan Mei 2013, sebelum proyek pengembangan kawasan Gongheung menghasilkan keuntungan, Perusahaan A mendapatkan kembali seluruh dana 800 juta won tersebut. Setelah itu, Perusahaan A menuntut pembagian keuntungan bisnis sebesar 9,8% sesuai perjanjian. Sebaliknya, Choi membantah dengan menyatakan, "Dengan mengembalikan 800 juta won, perjanjian tersebut telah dibatalkan dan tidak pernah ada perjanjian pembagian keuntungan."

Kompleks apartemen di Busan yang menjadi alamat terdaftar Perusahaan A, yang pernah berinvestasi dalam proyek pengembangan Gongheung dan bersengketa hukum dengan ibu mertua Presiden. Alamat ini sama dengan alamat kediaman direktur Perusahaan A, C, dan hingga kini C masih tinggal di sana. Foto = Reporter Jeon Da-hyun
Kompleks apartemen di Busan yang menjadi alamat terdaftar Perusahaan A, yang pernah berinvestasi dalam proyek pengembangan Gongheung dan bersengketa hukum dengan ibu mertua Presiden. Alamat ini sama dengan alamat kediaman direktur Perusahaan A, C, dan hingga kini C masih tinggal di sana. Foto = Reporter Jeon Da-hyun

Pada bulan Agustus 2015, Perusahaan A mengajukan gugatan perdata terhadap Choi untuk membayar 1.014.028.366 won. Namun, pengadilan memenangkan pihak Choi. Alasannya adalah pada saat Choi mengembalikan 800 juta won pada bulan Mei 2013, persetujuan rencana pengembangan kawasan Gongheung belum keluar sehingga tidak ada keuntungan yang dihasilkan. Perusahaan A juga mengajukan bukti pesan teks dari Choi tertanggal 22 Mei 2015 yang berbunyi "Belum saatnya untuk melakukan penyelesaian," namun pengadilan tidak mengakui bukti tersebut.

Majelis hakim tingkat dua juga memenangkan Choi, dengan pertimbangan bahwa akibat lesunya pasar properti saat itu, ESI&D mengalami kerugian akumulatif sebesar 2,4 miliar won, sehingga Perusahaan A yang mengetahui hal tersebut dianggap telah menarik diri dari hubungan investasi. Dalam putusan tersebut tertulis, "Tampaknya B mengetahui situasi tersebut karena pada saat itu ia sering berinteraksi dengan putri tergugat, yaitu Kim Keon-hee."

Perusahaan A mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, namun pada bulan Oktober 2018, Mahkamah Agung memutuskan untuk mempertahankan putusan sebelumnya.

Perusahaan A, Didirikan Tepat Sebelum Investasi dan Dilikuidasi Setelah Dana Dikembalikan

Perusahaan A didirikan dengan kantor pusat di Busan pada bulan Juni 2009. Dengan modal 350 juta won, tujuan bisnisnya adalah pengembangan properti, perdagangan grosir dan eceran aneka barang, dan sebagainya. Hal ini terjadi tepat satu bulan setelah Ibu Negara Kim Keon-hee menyarankan B untuk berinvestasi. Pada bulan berikutnya, yaitu bulan Juli, Perusahaan A mengirimkan 800 juta won kepada Choi.

Pada bulan Mei 2013, Perusahaan A mendapatkan kembali 800 juta won dari Choi, dan sekitar satu bulan kemudian, pada bulan Juni, perusahaan tersebut mendaftarkan pembubarannya. Tidak ditemukan catatan bisnis apa yang sebenarnya dijalankan oleh Perusahaan A. Alamat kantor pusat Perusahaan A yang berlokasi di Busan ternyata sama dengan tempat tinggal direkturnya, C. Hingga kini C masih tinggal di alamat tersebut. C adalah satu-satunya direktur terdaftar di Perusahaan A.

Bagian yang menarik adalah putra C, yaitu B, kini menjadi direktur perusahaan investasi yang menempati kantor di lantai bawah tanah Acro Vista yang dimiliki oleh perusahaan keluarga Ibu Negara Kim Keon-hee, Covana Contents. Menurut keterbukaan informasi LS Eco Energy 229640, B menjabat sebagai direktur Covana Partners Hong Kong dari tahun 2011 hingga 2016. Hingga saat ini, informasi mengenai Covana Partners Hong Kong masih belum diketahui.

Kantor di Acro Vista yang dimiliki oleh Covana Contents ditempati oleh perusahaan investasi yang dipimpin oleh B. B adalah putra dari C, direktur Perusahaan A yang berbasis di Busan. Foto = Reporter Jeon Da-hyun
Kantor di Acro Vista yang dimiliki oleh Covana Contents ditempati oleh perusahaan investasi yang dipimpin oleh B. B adalah putra dari C, direktur Perusahaan A yang berbasis di Busan. Foto = Reporter Jeon Da-hyun

Bizhankook mengunjungi C di Busan, namun C menolak untuk diwawancarai dengan mengatakan, "Mengapa menanyakan hal yang sudah terjadi 10 tahun lalu?"

Penduduk sekitar tidak mengetahui bahwa C menjalankan Perusahaan A. Seorang warga yang sudah lama mengenal C mengatakan, "Saya sama sekali tidak tahu dia menjalankan perusahaan properti. Dulu dia adalah manajer hotel terkenal, dan sekarang dia hidup dari uang sewa rumah kontrakan di sekitar sini," ujarnya.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
단독
부산=전다현 기자
allhyeon@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지