[비즈한국] Telah dikonfirmasi bahwa Hans Chemical Asset, anak perusahaan SM Group, telah memutuskan untuk melakukan likuidasi. Namun, terungkap bahwa sehari sebelum keputusan likuidasi tersebut diambil, sebuah perusahaan bernama D-Tree Partners telah mengakuisisi 50% saham Hans Chemical Asset. D-Tree Partners dijadwalkan akan mengambil 50% dari sisa aset Hans Chemical Asset.

Hans Chemical, anak perusahaan SM Group, meluncurkan badan hukum baru bernama 'Hans Chemical Asset' pada bulan Desember tahun lalu melalui pemisahan usaha (spin-off) divisi film polipropilena (PP) untuk kertas penyerap. Setelah melalui beberapa kali restrukturisasi tata kelola, Hans Chemical Asset kemudian dimasukkan sebagai anak perusahaan HN E&C. HN E&C adalah perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki oleh Woo Ji-young, putri kedua dari Chairman SM Group, Woo Oh-hyun, yang juga merupakan mantan CEO HN E&C. Struktur tata kelolanya mengalir dari 'Mantan CEO Woo Ji-young → HN E&C → Hans Chemical Asset'.
Pada tanggal 4 September, HN E&C menjual 50% dari 100% saham Hans Chemical Asset yang dimilikinya kepada D-Tree Partners. Berdasarkan catatan pendaftaran badan hukum, D-Tree Partners adalah perusahaan konsultan manajemen yang didirikan pada tanggal 21 Agustus tahun ini.
Secara resmi, D-Tree Partners tidak diklasifikasikan sebagai anak perusahaan SM Group. Namun, jajaran direksi D-Tree Partners diisi oleh tokoh-tokoh dari SM Group. Hal ini menunjukkan adanya hubungan erat antara D-Tree Partners dan SM Group. Saat didirikan, D-Tree Partners menunjuk Park Dong-kwang, mantan auditor SM Bexel 004440, sebagai CEO, dan Lee In-gu, CEO Hans Intech sekaligus CEO Hans Chemical Asset, sebagai auditor. Hans Intech sendiri merupakan anak perusahaan HN E&C. CEO Lee In-gu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai auditor di D-Tree Partners seminggu setelah pendirian, yakni pada tanggal 28 Agustus.
Dengan penjualan saham oleh HN E&C tersebut, kini HN E&C dan D-Tree Partners masing-masing memegang 50% saham Hans Chemical Asset. Namun, sehari setelah transaksi saham tersebut, yakni pada tanggal 5 September, Hans Chemical Asset secara mendadak mengadakan rapat umum pemegang saham dan memutuskan untuk membubarkan perusahaan. Hans Chemical Asset berencana untuk menunjuk likuidator dan melanjutkan proses likuidasi.
Likuidator akan melunasi utang Hans Chemical Asset sebelum membagikan sisa aset kepada para pemegang saham. Dengan demikian, sisa aset Hans Chemical Asset akan dibagi dua antara HN E&C dan D-Tree Partners. Artinya, D-Tree Partners mendapatkan aset tersebut segera setelah mengakuisisi saham Hans Chemical Asset tanpa melakukan aktivitas bisnis yang berarti.
Menurut pengungkapan elektronik dari Financial Supervisory Service (FSS), total aset Hans Chemical Asset per akhir tahun lalu adalah 19 juta won dengan utang sebesar 0 won. Jika tidak ada perubahan signifikan pada keuangan Hans Chemical Asset tahun ini, maka D-Tree Partners akan memperoleh sekitar 9,5 juta won. D-Tree Partners sendiri mengakuisisi 50% saham Hans Chemical Asset dengan harga 5 juta won. Dengan likuidasi Hans Chemical Asset, D-Tree Partners mendapatkan keuntungan sekitar 4,5 juta won.
Jika menilik jajaran direksi sebelum keputusan pembubaran Hans Chemical Asset, Lee In-gu menjabat sebagai CEO, sementara mantan CEO Woo Ji-young dan suaminya, Park Heung-joon (CEO SM Steel), menjabat sebagai direktur internal. Setelah keputusan pembubaran, Woo Ji-young dan Park Heung-joon mengundurkan diri sebagai direktur internal. Hans Chemical Asset menunjuk Lee In-gu sebagai likuidator. Dalam Hukum Komersial, dinyatakan bahwa “kecuali dalam kasus merger, pemisahan, penggabungan pemisahan, atau kebangkrutan, direktur akan menjadi likuidator”, sehingga penunjukan Lee In-gu sebagai likuidator tidak melanggar hukum.
Meskipun demikian, muncul pertanyaan mengapa Hans Chemical Asset tetap melakukan likuidasi padahal tidak sedang mengalami merger maupun kebangkrutan. Saat melakukan pemisahan usaha Hans Chemical Asset, Hans Chemical sempat menyatakan rencananya: “Kami akan menetapkan sistem manajemen yang bertanggung jawab dengan membangun struktur pengambilan keputusan yang sesuai dengan karakteristik bisnis dan mempermudah pembentukan sistem evaluasi kinerja yang rasional,” serta “Kami akan melakukan spesialisasi pada divisi bisnis agar mampu merespons perubahan lingkungan pasar dan regulasi dengan cepat, serta memastikan daya saing bisnis melalui investasi yang fokus pada bisnis inti.”
Bizhankook telah menghubungi SM Group untuk meminta tanggapan terkait hal ini, namun tidak mendapatkan jawaban.