주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Proyek Dukungan Seni Korea Musim ke-12
Yoo Yeon-sun - Kupu-kupu dan Wanita, Potret Batin

[비즈한국] Kami memulai musim ke-12 dari 'Proyek Dukungan Seni Korea', sebuah program dukungan seniman untuk memupuk tanah subur seni rupa Korea. Proyek ini kini telah diakui oleh dunia seni sebagai ajang yang bermakna dalam menemukan dan membina para seniman. Di kalangan seniman sendiri, proyek ini dikenal sebagai ajang yang sangat diminati untuk diikuti. Kata kunci dasar yang sejak awal diusung oleh ‘Proyek Dukungan Seni Korea’ adalah ‘penerimaan terhadap beragam aliran seni Korea dan pencarian perubahan yang progresif’. Berkat prinsip tersebut, proyek ini dinilai telah berhasil menetapkan sebuah sudut pandang dalam memandang seni rupa kontemporer Korea.

Seniman Yoo Yeon-sun membentangkan ruang spiritual di depan mata kita melalui sosok wanita dengan ekspresi ambigu dan identitas yang tidak jelas, serta kupu-kupu, bunga, dan tanaman. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Setelah era impresionisme, seni Barat menyadari bahwa lukisan bukan lagi sekadar replikasi realitas. Para seniman harus menemukan cara melukis baru yang dapat menggantikan penggambaran realitas. Sejak awal abad ke-20, pencarian jalan baru menjadi topik hangat bagi para pelukis.

Salah satunya adalah lukisan yang diciptakan oleh pelukis Italia, Giorgio de Chirico (1888-1978). Karyanya disebut sebagai ‘lukisan metafisika’ dalam sejarah seni Barat. Lukisan tersebut memancarkan atmosfer yang mirip dengan perasaan saat membaca buku filsafat. Meskipun tidak dipahami dengan jelas, jelas ada citra pemikiran yang mendalam di dalamnya. Hal ini karena ia melukis dunia pemikiran. Dalam artian mampu menggambarkan pemikiran yang bahkan tidak terlihat oleh mata, karyanya mendapat perhatian hingga namanya tercatat dalam sejarah seni.

Namun, mengekspresikan semangat di mana pemikiran lahir, tumbuh, dan menciptakan dunia baru, sebenarnya telah lama menjadi pusat perhatian dalam seni. Hal ini karena karya seni adalah kristalisasi yang lahir dari puncak aktivitas mental.

Riwayat Seniman Yoo Yeon-sun
Pameran
15 pameran tunggal (2026 The Soop Art Gallery, 2025 Pameran Potret Mimpi-Seoul Insa 1010, Pameran Undangan Busan International Art Fair, dll.), banyak pameran grup (Pameran Lukisan Tokoh-Sejong Center for the Performing Arts Seoul, Pameran Undangan Seniman Muda-Hosu Gallery Seoul, Pameran Guru dan Murid-Insa Art Center, Pameran Asosiasi Seni Rusia-St. Petersburg Rusia, dll.) 

Penghargaan
2019 Plakat Penghargaan Gubernur Provinsi Chungnam

Koleksi Karya
Markas WHO Swiss, Museum Universitas Sangmyung, Konsulat Jenderal Kanada di Toronto, dll.

Pendidikan dan Karier
Sarjana (Seni Lukis) dan Magister (Desain Mural Mosaik Kaca Patri) dari Sekolah Seni Nasional Rusia. Pengajar di Universitas Pascasarjana Sangmyung, Chosun, dan Sejong. Saat ini anggota Asosiasi Seniman Tokoh Modern & KAMA, pengajar di Universitas Kyungnam, instruktur gambar dimensi di Hyundai Culture Center Pangyo.
Potret Mimpi 73×61cm Mixed media on canvas 2024

Meskipun sedikit berbeda tergantung pada zamannya, upaya untuk mengekspresikan dunia spiritual dalam seni lukis terus berlanjut. Lukisan Renaisans yang menuangkan dunia Tuhan ke dalam bentuk konkret adalah contohnya. Pelukis era Barok juga mengekspresikan semangat dengan cara yang persuasif. Rembrandt, yang dinilai sebagai master potret, menuangkan dunia spiritual tokoh melalui gradasi cahaya dan bayangan yang halus di latar belakang. Pelukis simbolis juga mengekspresikan dunia spiritual melalui metafora dan simbol.

Pada awal abad tersebut, para seniman memiliki minat yang tinggi terhadap aktivitas mental manusia itu sendiri karena penelitian akademis tentang dunia spiritual mulai membuahkan hasil. Pelukis surealis menciptakan karya baru dengan subjek mentalitas itu sendiri. Di antaranya, mereka memperlihatkan alam bawah sadar yang berada di bagian terdalam dari jiwa melalui lukisan.

Alam bawah sadar adalah bagian yang tidak kita sadari. Bagaimana mereka bisa mengekspresikannya? Para pelukis surealis menciptakannya melalui situasi non-logis yang melampaui akal sehat, pemandangan yang mustahil di dunia nyata, atau lanskap yang mungkin hanya terlihat dalam mimpi.

YouTube 동영상
Potret Mimpi 53×72.7cm Mixed media on canvas 2025

Pelukis ekspresionis abstrak pascaperang juga menantang ekspresi dunia spiritual dan membuahkan hasil yang efektif melalui ekspresi berbagai emosi yang menjadi salah satu poros dunia spiritual. Misalnya, cinta, kecemasan, ketakutan, keagungan, kemurnian, kesalehan, kegembiraan, dan kesedihan.

Para seniman berpikir bahwa cara abstrak lebih efektif dalam mengekspresikannya. Kasus yang paling representatif adalah lukisan abstrak Mark Rothko. Ia memperlihatkan bentuk bagian dalam jiwa dengan sangat jelas di depan mata kita.

Apa yang dikejar oleh Yoo Yeon-sun, yang menarik perhatian dengan gaya lukisan akademisnya, juga merupakan ekspresi dunia spiritual. Ia membentangkan ruang spiritual di depan mata kita melalui sosok wanita dengan ekspresi ambigu dan identitas yang tidak jelas, serta kupu-kupu, bunga, dan tanaman. Ia menciptakan ruang dalam kanvas dengan komposisi di mana kupu-kupu dan tanaman mengelilingi sosok tersebut dalam struktur melingkar.

Melalui ini, ia mencoba menunjukkan kedalaman memori yang menempati sebagian dari jiwa.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전준엽 화가·비즈한국 아트에디터
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지