[비즈한국] Dikonfirmasi bahwa Lee Sang-eun, kakak dari mantan Presiden Lee Myung-bak, telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO DAS per tanggal 12 Agustus. Jo Jin-hyun, yang menjabat sebagai co-CEO DAS, juga mengundurkan diri pada hari yang sama. Lee Sang-eun telah menjabat sebagai CEO sejak pendirian DAS pada tahun 1987. Kini, ia mundur dari garis depan manajemen setelah 39 tahun. Sebagai penggantinya, An Bong-heon, mantan eksekutif Hyundai Motor Company, telah ditunjuk sebagai CEO baru.

Mantan CEO Lee masih aktif bekerja hingga awal tahun ini, termasuk menyampaikan pidato tahun baru secara langsung pada 1 Januari. Dalam pidato tersebut, ia mengatakan, "Kita menyambut tahun 2026, tahun Kuda Merah Byeongo, tahun di mana kekuatan bekerja paling kuat," dan menambahkan, "Saya berharap Anda tetap teguh dalam membangun perusahaan yang dihormati dengan menanamkan prinsip bahwa menjaga karakter dan martabat, serta membuat orang lain merasakan kehangatan kemanusiaan adalah cara bersikap dan menjadi subjek penghormatan."
Lee Sang-eun lahir pada tahun 1933 dan kini berusia 93 tahun. Ada penilaian bahwa ia sudah terlalu tua untuk terus memimpin manajemen di garis depan. Bizhankook telah menghubungi DAS untuk meminta tanggapan terkait hal ini, namun pihak DAS menyatakan sulit memberikan penjelasan karena saat ini tidak ada petugas yang bertanggung jawab menangani media.
Dengan mundurnya Lee Sang-eun, perhatian kini tertuju pada hak manajemen masa depan. Berdasarkan data akhir tahun lalu, pemegang saham DAS terdiri dari: △Mantan CEO Lee Sang-eun 47,26% △Kwon Young-mi 23,60% △Kementerian Ekonomi dan Keuangan 19,91%. Kwon Young-mi adalah ipar dari mantan Presiden Lee Myung-bak dan saudara ipar Ibu Negara Kim Yoon-ok. Kementerian Ekonomi dan Keuangan terdaftar sebagai pemegang saham terbesar ketiga setelah Kwon menyerahkan sebagian saham DAS sebagai pembayaran pajak warisan.
Lee Sang-eun diketahui memiliki satu putra dan satu putri. Putra sulungnya, Lee Dong-hyung, tercatat pernah bekerja sebagai direktur internal DAS sejak Maret 2011 hingga Maret 2020. Setelah itu, namanya tidak lagi muncul sebagai direktur terdaftar. Jika Lee Dong-hyung mewarisi saham dari Lee Sang-eun, ia berpotensi menguasai hak manajemen DAS.
Masalahnya, pengadilan sebelumnya telah memutuskan bahwa DAS adalah perusahaan atas nama orang lain milik mantan Presiden Lee Myung-bak, saat menjatuhkan hukuman bersalah atas penggelapan dana gelap DAS. Lee Si-hyung, putra mantan Presiden Lee Myung-bak, sempat bekerja di DAS selama periode yang cukup lama sebelum akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2018. Jika mantan Presiden Lee atau Lee Si-hyung mengklaim kepemilikan DAS berdasarkan hal tersebut, arah manajemen perusahaan akan menjadi rumit. Hingga saat ini, belum ada pergerakan yang terlihat dari pihak Lee Si-hyung terkait DAS.
Terlepas dari itu, pergantian CEO DAS juga menarik perhatian terhadap prospek masa depan perusahaan. Mengingat CEO baru An Bong-heon berasal dari Hyundai Motor, muncul analisis bahwa hal ini akan berdampak positif pada hubungan dengan Hyundai Motor, yang merupakan pelanggan utama DAS. Menurut laporan audit, pendapatan DAS meningkat 8,46% dari 1,8441 triliun won pada 2024 menjadi 2,001 triliun won pada 2025. Namun, pada periode yang sama, laba operasional turun 10,76% dari 60,3 miliar won menjadi 53,8 miliar won, sehingga perbaikan profitabilitas menjadi tugas yang harus diselesaikan.