[비즈한국] “Bus mana yang harus saya naiki untuk pergi ke Pulau Nami?”
Saya memasukkan barang-barang yang diperlukan ke dalam tas travel satu per satu. Setelah persiapan selesai, saya mencetak tiket kereta di Stasiun Cheongnyangni, lalu berganti moda transportasi antara kereta dan bus untuk menuju Pulau Nami. Perjalanan dari Stasiun Cheongnyangni ke Pulau Nami diwujudkan dalam bentuk permainan dengan merefleksikan jadwal operasional kereta ITX-Cheongchun dan rute bus yang sebenarnya. Ini adalah ‘Mate-trip’, konten pelatihan perjalanan yang dibuat untuk membantu kemandirian penyandang disabilitas perkembangan.
Dari era di mana konten dibuat dan dikonsumsi dengan cara yang sudah ditentukan, kini kita beralih ke era di mana berbagai teknologi dan ide saling terintegrasi. Seiring dengan batas-batas industri konten yang semakin kabur, cara berkreativitas pun kian beragam. Konten bentuk baru yang memanfaatkan AI dalam proses produksinya juga terus bermunculan. Untuk mengimbangi perubahan ini, ‘New Content Academy (NCA)’ hadir sebagai tempat untuk membina tenaga profesional yang mampu memproduksi konten konvergensi.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata serta Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA) menyelenggarakan ‘2026 New Content Academy (NCA) Showcase’ dari tanggal 19 hingga 21 di sekitar Hongneung Content Human Resources Campus dan Content Culture Plaza, Dongdaemun-gu, Seoul.
Dalam ajang pameran ini, ditampilkan 21 proyek yang dibuat oleh peserta didik angkatan ke-2 dan ke-3 New Content Academy. Proyek tersebut dibagi menjadi 7 kategori, yaitu △Komersialisasi △Program Terkait Universitas △Produksi Virtual △Visualisasi Virtual △Desain Interaksi △Ruang Imersif △Individu.
Dalam acara tersebut, pengunjung dapat menjumpai berbagai konten, mulai dari game horor thriller hingga animasi untuk anak-anak. Metode penggabungan teknologi baru juga sangat beragam, seperti memanfaatkan AI dalam produksi konten atau membuat pengunjung merasakan langsung ruang di dalam karya melalui VR.
‘Tentang Kejadian di Mana Saya Menjadi Rusa Setelah Bangun Tidur’ oleh Tim Ketchup adalah game horor thriller tentang seorang pengemudi yang bertukar tubuh dengan rusa yang ditabraknya, dan harus berpacu melewati malam di Gangwon-do untuk kembali ke tubuh aslinya. Dalam pameran ini, mereka merilis tahapan yang berlatar belakang adegan berkendara di jalan pegunungan saat tengah malam dan suasana desa pedesaan di malam hari.
Ketua tim, Jo Su-in, menjelaskan, “Saat membuat aset 3D, ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan untuk mencari materi yang bernuansa Korea, jadi kami menghasilkannya menggunakan AI lalu menggunakannya untuk pemodelan.” Tim berencana untuk meningkatkan kualitas setelah mengikuti kompetisi game dan menargetkan rilis di Steam pada bulan April tahun depan.

Animasi AI ‘Nuri’ menceritakan kisah tentang seekor katak bercahaya kuning bernama Nuri yang tumbuh dewasa melalui pertemuan dan cobaan baru. Sebagai karya yang ditujukan untuk anak-anak, proses produksinya menggunakan alur kerja berbasis AI. Secara khusus, sebagian proses produksi diotomatisasi dengan cara membuat prompt yang diperlukan secara otomatis untuk setiap potongan adegan berdasarkan isi cerita.
Terdapat pula konten di mana pengunjung dapat langsung masuk ke dalam cerita dan merasakannya. ‘Day Dream’ adalah sinema interaktif VR di mana pengunjung dapat menyelami kecemasan seorang anak yang tersimpan di dalam lentera kertas Hanji dan merasakan proses penyelesaiannya. Begitu mengenakan headset, ruang pameran di depan mata berganti menjadi ruang virtual. Pengunjung dapat menjelajahi ruang tersebut, berinteraksi dengan elemen-elemen di dalam cerita, dan mengikuti emosi si anak. Ini adalah metode di mana tindakan pengunjung menjadi bagian dari proses mengalami konten, tidak sekadar menonton video yang sudah ditentukan.

Pada pukul 2 siang, Sutradara Jang Hang-jun dan CEO Media Lab Seesaw, Song Eun-i, hadir di Open Stage untuk berbincang mengenai proses menemukan dan mengembangkan ide-ide baru. Keduanya menekankan bahwa untuk membuat konten baru, observasi sehari-hari dan latihan yang konsisten jauh lebih penting daripada inspirasi yang datang tiba-tiba.
Sutradara Jang menjelaskan, “Tidak ada yang benar-benar baru di bawah matahari,” seraya menambahkan, “Anda hanya perlu melangkah sedikit lebih jauh dan mengubah sudut pandang dari sana.” Ia menjelaskan bahwa cerita yang sudah ada pun bisa berkembang menjadi konten baru jika dilihat dengan perspektif dan pengaturan yang berbeda. CEO Song juga mengatakan, “Selalu memikirkan ide baru dan apa yang menyenangkan untuk dilakukan adalah awal dari semua perencanaan,” dan menambahkan, “Saya rasa saya terus memikirkan bagaimana cara menghabiskan waktu dengan menyenangkan dalam keseharian.”