주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Keputusan Lelang Eksekusi Ditetapkan untuk Gedung Starbucks di Gijang Milik 'Cheonhwadongin No. 7' Daejang-dong

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Keputusan untuk memulai lelang eksekusi telah ditetapkan atas sebuah gedung milik JS Ire (sebelumnya Cheonhwadongin No. 7) yang berlokasi di Gijang-gun, Busan. Karena JS Ire gagal melunasi kewajiban utangnya, gedung di Gijang-gun yang menjadi jaminan tersebut kini harus dilelang. JS Ire adalah perusahaan yang sempat memicu kontroversi karena menerima dividen dalam jumlah besar dari investasinya di proyek pembangunan Daejang-dong. Saat ini, sebagian besar aset milik JS Ire juga telah disita sebagai jaminan oleh pihak kejaksaan seiring dengan penyelidikan besar-besaran atas kasus korupsi proyek pembangunan Daejang-dong.

Gedung di Gijang-gun, Busan, yang dibeli oleh JS Ire (sebelumnya Cheonhwadongin No. 7) pada tahun 2020 telah jatuh ke tangan lelang eksekusi. Foto=Tangkapan layar Naver Map Street View
Gedung di Gijang-gun, Busan, yang dibeli oleh JS Ire (sebelumnya Cheonhwadongin No. 7) pada tahun 2020 telah jatuh ke tangan lelang eksekusi. Foto=Tangkapan layar Naver Map Street View

JS Ire membeli gedung ini di Gijang-gun, Busan pada tahun 2020. Gedung tersebut memiliki dua lantai dengan luas total 395㎡ (sekitar 120 pyeong). Gedung ini terletak di dekat Stasiun Gijang dan dikenal sebagai lokasi yang ramai pengunjung karena adanya gerai Starbucks di dalamnya.

Pihak kejaksaan dan Seongnam Development Corporation masing-masing telah menyita gedung ini sebagai jaminan pada November 2022 dan Desember 2025. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan hasil kejahatan terkait kasus korupsi pembangunan Daejang-dong. Departemen Pajak Gijang-gun juga sempat menyita gedung tersebut pada November 2024 sebelum akhirnya melepaskan sitaan tersebut pada Februari 2025.

Di tengah situasi ini, dikonfirmasi bahwa Pengadilan Distrik Busan telah mengeluarkan keputusan untuk memulai lelang eksekusi atas gedung di Gijang-gun pada bulan Mei tahun ini. Keputusan ini diambil atas permintaan kreditur, yaitu Busan Bank. Sebelumnya, pada tahun 2020, Busan Bank telah menetapkan hak gadai (geunjeodang) atas gedung tersebut dengan nilai maksimum klaim sebesar 5,28 miliar won. Debitur yang tercantum dalam hak gadai tersebut adalah JS Ire. Dengan kata lain, JS Ire meminjam dana dari Busan Bank dengan menjaminkan gedung tersebut. Karena nilai maksimum klaim biasanya ditetapkan sebesar 110-120% dari jumlah pinjaman, diperkirakan JS Ire meminjam dana dari Busan Bank di kisaran angka 4 miliar won ke atas.

Kalangan perbankan memperkirakan bahwa JS Ire telah menunggak pembayaran utang selama beberapa bulan. Seorang narasumber dari sektor keuangan menyatakan, "Jarang sekali tindakan seperti memulai lelang dilakukan hanya karena satu kali keterlambatan pembayaran. Biasanya, langkah hukum baru diambil jika tunggakan sudah mencapai 6 bulan atau lebih."

JS Ire membeli gedung ini seharga sekitar 7 miliar won, namun setelah jatuh ke tangan lelang, sulit untuk memprediksi berapa harga jual akhirnya nanti.

Sementara itu, pemilik sebenarnya dari JS Ire diketahui adalah seseorang bermarga Bae, seorang junior di dunia media dari Kim Man-bae, pemegang saham utama Hwacheon Daeyu. Bae dilaporkan telah menginvestasikan sekitar 10 juta won dalam proyek pembangunan Daejang-dong dan menerima dividen sekitar 12 miliar won. Saat ini, ia sedang diadili atas tuduhan penyembunyian hasil kejahatan dan dakwaan lainnya.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지