주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Hyundai Asset Management Melakukan Perombakan Eksekutif Pertama Sejak Diakuisisi oleh JJ Construction

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Hyundai Asset Management telah melakukan perombakan eksekutif pertamanya sejak diakuisisi oleh JJ Construction. Enam eksekutif lama Hyundai Asset Management telah mundur, dan empat orang baru telah ditunjuk. Hal ini ditafsirkan sebagai upaya JJ Construction untuk memberikan pengaruh nyata terhadap Hyundai Asset Management. Namun, terdapat juga kekhawatiran mengingat kinerja keuangan Hyundai Asset Management yang belum lama ini kurang memuaskan.

JJ Construction mengakuisisi Hyundai Asset Management dari Mugunghwa Trust pada 19 Mei tahun ini. JJ Construction merupakan perusahaan yang memiliki hubungan istimewa dengan Jeil Construction, di mana Park Hyun-hae, istri dari Chairman Jeil Construction, Yoo Jae-hoon, menjadi pemegang saham terbesar. JJ Construction menyatakan bahwa tujuan akuisisi Hyundai Asset Management adalah untuk memperkuat kapasitas bisnisnya. Jeil Construction adalah perusahaan konstruksi peringkat ke-15 dalam penilaian kapasitas konstruksi tahun 2025, yang telah memperluas bisnis perumahan dengan mengandalkan merek apartemen 'Jeil Punggyeongchae'.

FKI Tower di Distrik Yeongdeungpo, Seoul, tempat kantor pusat Hyundai Asset Management berada. Foto=Yonhap News
FKI Tower di Distrik Yeongdeungpo, Seoul, tempat kantor pusat Hyundai Asset Management berada. Foto=Yonhap News

Setelah diakuisisi oleh JJ Construction, Hyundai Asset Management melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran eksekutifnya pada 28 Mei. Pertama, total 6 orang yang terdiri dari 2 direktur luar dan 4 direktur non-eksekutif lainnya telah mengundurkan diri. CEO Hyundai Asset Management, Jung Wook, tetap mempertahankan jabatannya.

Selanjutnya, Hyundai Asset Management menunjuk 4 direktur baru, yang terdiri dari 1 direktur luar dan 3 direktur non-eksekutif lainnya. Di antaranya, Direktur Non-Eksekutif Kim Jung-seok dan Direktur Non-Eksekutif Yoo Ji-won adalah staf yang bekerja di Jeil HDS, afiliasi dari Jeil Construction, yang berarti mereka adalah perwakilan dari pihak Jeil Construction. Selain itu, CEO K-Pool2, Kim Kyung-soo, ditunjuk sebagai direktur luar, dan Choi Jung-kyung dari OK Logiwell ditunjuk sebagai direktur non-eksekutif.

JJ Construction membentuk konsorsium dengan OK Logiwell dalam proses akuisisi Hyundai Asset Management. Setelah akuisisi, JJ Construction memegang 60% saham Hyundai Asset Management, sementara OK Logiwell memegang 40%. Penunjukan Choi Jung-kyung sebagai direktur non-eksekutif di Hyundai Asset Management juga dipandang sebagai dampak dari kepemilikan saham OK Logiwell.

Mengenai perombakan ini, kalangan keuangan menilai bahwa ini merupakan upaya Jeil Construction untuk memberikan pengaruh praktis pada Hyundai Asset Management. Selama ini, Jeil Construction berfokus pada industri konstruksi dan tidak memiliki hubungan erat dengan dunia keuangan. Namun, mereka mulai berekspansi ke sektor keuangan dengan mengakuisisi J-Curve Asset Management (sebelumnya SS Asset Management) tahun lalu. Direktur Non-Eksekutif Kim Jung-seok yang baru ditunjuk saat ini juga menjabat sebagai direktur luar di J-Curve Asset Management. Direktur Kim dipandang sebagai figur kunci dari afiliasi Jeil Construction, yang pernah menjabat sebagai manajer di Jeil HDS, CEO Jeil Holdings, dan CEO Jeil Punggyeongchae.

Masalahnya adalah kinerja Hyundai Asset Management saat ini belum terlihat menonjol. Menurut laporan audit, Hyundai Asset Management mencatat rugi bersih sebesar 13 miliar won pada tahun 2024. Meskipun kembali mencatat laba pada tahun 2025, jumlahnya tidak besar, yakni hanya 46,66 juta won. Terlebih lagi, terdapat banyak kekhawatiran karena Jeil Construction bukan perusahaan yang memiliki keahlian di bidang keuangan. Di sisi lain, ada juga pandangan positif karena Hyundai Asset Management memiliki portofolio investasi yang beragam di antara manajer aset skala menengah. Biz Hankook telah mencoba menghubungi pihak Hyundai Asset Management untuk meminta tanggapan, namun tidak mendapatkan respons.

Pendahulu Hyundai Asset Management adalah Hyundai Fund yang didirikan oleh Hyundai Securities pada tahun 2008. Hyundai Fund mengubah namanya menjadi Hyundai Asset Management pada tahun 2009, dan ketika Hyundai Securities diakuisisi oleh KB Financial Group pada tahun 2016, Hyundai Asset Management secara alami ikut menjadi bagian dari grup tersebut. KB Financial Group menjual Hyundai Asset Management kepada Keystone Private Equity (Keystone PE) pada tahun 2017, dan Keystone PE menjualnya kembali kepada Mugunghwa Trust pada tahun 2020.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지