[비즈한국] Pelukis asal Inggris, David Hockney, yang dikenal luas melalui karya lukisan kolam renang biru, meninggal dunia pada tanggal 11 (waktu setempat) di usia 88 tahun. Yayasan dan perwakilan Hockney menyampaikan bahwa beliau tutup usia dengan tenang di kediamannya di London, hanya satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-89.

Sinar Matahari, Lanskap LA, dan Kolam Renang
Lahir di kota antik Bradford, Yorkshire, Inggris pada tahun 1937, ia mulai menonjol sejak masa kuliahnya di Royal College of Art (RCA), London. Setelah memimpin kebangkitan seni pop Inggris di tahun 1960-an, ia pindah ke Los Angeles karena terpikat oleh nuansa eksotis California. Sinar matahari yang menyilaukan dan gelombang air biru yang ia temui di sana mengubah karya-karyanya selamanya. Lukisan-lukisan yang menggambarkan pemandangan Los Angeles menjadi momentum yang mengukir nama Hockney dalam dunia seni global.
Perspektif yang Mendobrak dan Warna-Warna Cemerlang

Karya representatifnya, 'A Bigger Splash', menjadi tonggak sejarah lukisan modern dengan memberikan dinamika sesaat ke atas kanvas datar. Tidak hanya dalam seni lukis, Hockney terus mendobrak batasan genre seperti kolase foto, seni grafis, dan desain panggung, memperluas cakrawala seni visual.
Tantangan Baru dengan iPhone dan iPad di Masa Pandemi
Di masa senjanya setelah kembali ke alam di Normandia, Prancis, dan tanah kelahirannya di Yorkshire, Hockney mencoba gaya lukisan baru dengan menggunakan iPhone dan iPad sebagai alatnya, menggantikan kanvas dan kuas. Kisahnya yang menyatakan "Musim semi tidak bisa dibatalkan" dan menggambar vitalitas alam melalui seni digital selama masa penguncian pandemi COVID-19 sangatlah terkenal. Sejalan dengan pengakuannya bahwa "melihat dunia itu sendiri adalah kesenangan yang luar biasa", ia tidak pernah berhenti berkarya hingga saat-saat terakhirnya.
Pada tahun 2019, pameran tunggal berskala besar pertama Hockney di Asia yang digelar di Seoul Museum of Art menciptakan fenomena dengan menarik lebih dari 300.000 pengunjung, termasuk anggota BTS, RM (Kim Nam-joon).

Wali Kota London, Sadiq Khan, mengenang Hockney sebagai "ikon sejati seni Inggris dan revolusioner yang tidak pernah berhenti berinovasi", seraya menambahkan, "Lukisan lanskap musimnya yang hidup menyadarkan kita akan keindahan dan kerapuhan dunia alami serta mengapa kita harus melindunginya."
Direktur Tate Britain, Alex Farquharson, menyampaikan dukacitanya dengan mengatakan, "Ia mengajarkan kita 'kenikmatan melihat' dengan menemukan hal-hal yang tidak sempat ditemukan orang lain. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi dunia seni dan menandai berakhirnya narasi agung seorang maestro yang selalu dipenuhi dengan penemuan kembali tanpa henti."