[비즈한국] Saat ini, 40% orang dewasa di negara maju tidak menikah dan tidak tinggal bersama pasangan. Diperkirakan 20-25% generasi milenial tidak akan pernah menikah, dan angka tersebut diprediksi akan lebih tinggi lagi pada Generasi Z. Di Korea Selatan, 36-40% pasangan suami istri adalah pasangan yang disebut 'sexless' (tanpa seks). Di tengah kesibukan sehari-hari, stres, dan banjirnya substitusi digital, umat manusia perlahan mulai mengosongkan kamar tidur mereka.
Namun menariknya, kekuatan pendorong terkuat yang membuat umat manusia ada saat ini tidak lain adalah seks. Umat manusia memperoleh keragaman genetik dan berevolusi secara dinamis melalui persatuan seksual. Saat kita menghadapi 'masa stagnasi seksual' paling tenang dalam sejarah manusia, buku baru David Baker, 'Sejarah Seks Terpendek di Dunia', yang melacak kronologi seks dari perspektif biologi evolusioner, mengikuti alasan mengapa kita dirancang untuk mencintai dan berhasrat.

Kenikmatan dan Kelangsungan Hidup, Kronologi Evolusi 2 Miliar Tahun
Buku ini melampaui gosip seks atau sejarah budaya sederhana, membahas 'Big History' selama 2 miliar tahun yang dimulai dari lahirnya alam semesta hingga masa pembelahan sel. Penulis mengajukan argumen mengejutkan bahwa makhluk hidup telah berevolusi bukan sekadar ke arah yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup, melainkan ke arah 'cara merasakan kenikmatan'.
Dengan diferensiasi jenis kelamin dari reproduksi aseksual pada awalnya, makhluk hidup memperoleh senjata ampuh bernama keragaman genetik, dan kecepatan evolusi pun meningkat secara eksplosif. Dari primata hingga manusia, seks telah menjadi mekanisme inti untuk menjalin aliansi, menyelesaikan konflik, dan memperkuat ikatan sosial, melampaui tindakan reproduksi sederhana. Bisa dikatakan bahwa tubuh dan pikiran manusia adalah hasil yang dibentuk secara rumit dengan hasrat seksual dan kenikmatan sebagai poros utamanya.

Bagaimana Masa Depan Umat Manusia yang Meninggalkan Kamar Tidur?
Ke mana arah masa depan umat manusia yang kini terjebak dalam gaya hidup tanpa seks, yang membuat evolusi seolah tak berarti? Penulis menyiratkan bahwa tren tanpa seks di masa modern bisa menjadi titik balik unik dalam alur evolusi manusia. Menyusul perkembangan teknologi kontrasepsi yang memisahkan reproduksi dan kenikmatan sepenuhnya, kini telah tiba era di mana teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan realitas virtual (VR) menggantikan naluri.
Umat manusia sedang melawan pemrograman evolusioner yang telah terakumulasi dalam waktu lama dan menjajaki bentuk koeksistensi serta metode reproduksi yang baru. Pada akhirnya, buku ini meninggalkan prospek berat bahwa fenomena tanpa seks di masa modern mungkin bukanlah kemunduran umat manusia, melainkan awal dari evolusi lain yang diciptakan oleh benturan antara peradaban teknologi dan naluri manusia.
Penulis David Baker adalah penulis pertama di dunia yang meraih gelar doktor dalam bidang Big History. 'Big History' adalah disiplin ilmu yang menjelaskan segala sesuatu mulai dari Big Bang, pembentukan Bumi, munculnya kehidupan, hingga sejarah manusia sebagai satu kisah besar melalui integrasi ilmu alam dan humaniora. Karya sebelumnya, 'Sejarah Singkat Alam Semesta', telah menjadi buku terlaris.