주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Setelah Aekyung Industrial, Kini KDB Life: Langkah Agresif M&A Taekwang Group

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Taekwang Group telah berpartisipasi dalam penawaran pendahuluan untuk akuisisi KDB Life. Baru-baru ini, Taekwang Group menunjukkan eksistensi besar di pasar merger dan akuisisi (M&A) dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan. Hal ini memicu analisis bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi portofolio bisnis dengan pertimbangan kembalinya mantan ketua Taekwang Group, Lee Ho-jin. Namun, karena banyaknya konglomerat lain yang ikut serta dalam penawaran pendahuluan KDB Life, kesuksesan akuisisi Taekwang Group belum dapat dipastikan.

Kantor pusat Taekwang Industrial di Jung-gu, Seoul. Foto=Reporter Lee Jong-hyun
Kantor pusat Taekwang Industrial di Jung-gu, Seoul003240. Foto=Reporter Lee Jong-hyun

Gencar M&A setelah Deklarasi 'Investasi 10 Triliun Won selama 10 Tahun' pada 2022

Menurut sektor keuangan, terdapat lima pihak yang berpartisipasi dalam penawaran pendahuluan KDB Life, yakni Taekwang Group, Korea Investment Holdings, Samsung Life Insurance032830, Hanwha Life Insurance088350, dan Kyobo Life Insurance. Kalangan bisnis menyoroti Taekwang Group. Sejak tahun lalu, Taekwang Group telah mengakuisisi Aekyung Industrial018250, Dongsung Chemical002210, Smart Today, dan Courtyard by Marriott Namdaemun (sekarang Courtyard by Marriott Seoul Myeongdong) secara berturut-turut, menunjukkan kehadiran besar di pasar M&A. Taekwang Group juga sempat mencoba mengakuisisi IGIS Asset Management, namun gagal karena kesepakatan yang tidak tercapai.

Langkah agresif Taekwang Group ini sebenarnya sudah diantisipasi. Pada Desember 2022, Taekwang Industrial menyatakan akan berinvestasi sebesar 10 triliun won dalam 10 tahun ke depan. Secara rinci, mereka menjelaskan akan menginvestasikan 6 triliun won di sektor petrokimia dan 4 triliun won di sektor tekstil. Meski sulit untuk melihat hubungan langsung antara M&A terbaru Taekwang Group dengan bisnis petrokimia dan tekstil, fakta bahwa mereka tengah melakukan investasi dalam jumlah besar tidak dapat dipungkiri.

Hal yang mencolok adalah meskipun melakukan M&A besar-besaran, kondisi keuangan Taekwang Industrial tetap sangat sehat. Berdasarkan laporan kuartalan, rasio utang Taekwang Industrial per akhir Maret tahun ini hanya sebesar 13,52%. Total ekuitas Taekwang Industrial melebihi 4 triliun won, sementara total utangnya berada di kisaran 500 miliar won. Hal ini diartikan sebagai hasil dari prinsip manajemen tanpa utang yang telah dianut Taekwang Group sejak lama. Anak perusahaan inti lainnya, Daehan Synthetic Fiber, juga memiliki rasio utang yang sangat sehat di angka 17,85%.

Struktur tata kelola Taekwang Group mengikuti alur: 'Keluarga mantan ketua Lee Ho-jin → TRN → Taekwang Industrial/Daehan Synthetic Fiber'. TRN adalah pemegang saham mayoritas Daehan Synthetic Fiber dan pemegang saham terbesar kedua Taekwang Industrial. Pemegang saham terbesar Taekwang Industrial adalah mantan ketua Lee Ho-jin. Selain itu, Taekwang Industrial dan Daehan Synthetic Fiber mengendalikan afiliasi utama Taekwang Group. Oleh karena itu, kondisi keuangan yang sehat pada kedua entitas ini dapat ditafsirkan bahwa posisi keuangan Taekwang Group secara keseluruhan berada dalam kondisi yang baik.

Faktanya, Taekwang Group sempat bersikap pasif terhadap M&A atau investasi selama tahun 2010-an. Pengeluaran dana yang relatif kecil menjadi salah satu alasan kuatnya struktur keuangan mereka. Namun, karena terlalu pasif dalam berinvestasi, pertumbuhan perusahaan menjadi terbatas. Taekwang Group yang pada awal 2010-an berada di peringkat 30-an grup bisnis besar, kini tertahan di peringkat 48. Peringkat ini pun sudah naik dari posisi 59 tahun lalu berkat investasi aktif yang dilakukan.

Kinerja yang lesu juga dinilai memengaruhi kebijakan investasi. Pendapatan Taekwang Industrial yang menurun dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya bisnis baru sebagai sumber pendapatan (cash cow). Menurut laporan bisnis, pendapatan Taekwang Industrial terus menurun: 2,7038 triliun won pada 2022, 2,1263 triliun won pada 2023, 2,0275 triliun won pada 2024, dan 1,8274 triliun won pada 2025. Selain itu, perusahaan mengalami kerugian selama empat tahun berturut-turut dari 2022 hingga 2025.

Taekwang Industrial berfokus pada petrokimia dan tekstil. Penurunan pendapatan yang terus berlanjut diinterpretasikan akibat lesunya industri petrokimia, persaingan yang semakin ketat di sektor tekstil, serta dampak dari sikap pasif dalam berinvestasi sejak tahun 2010-an. Meskipun pada kuartal pertama tahun ini Taekwang Industrial mencatatkan pendapatan sebesar 533,3 miliar won—yang menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu—perusahaan masih mencatat kerugian operasional sebesar 11,4 miliar won dan belum keluar dari zona merah.

Di kalangan bisnis, langkah agresif Taekwang Group dalam M&A memicu spekulasi mengenai rencana kembalinya mantan ketua Lee Ho-jin ke jajaran manajemen. Mantan ketua Lee sebelumnya dijatuhi hukuman tiga tahun penjara atas tuduhan seperti penggelapan pajak dan telah dibebaskan pada Oktober 2021 setelah menyelesaikan masa hukuman. Sejak menerima pengampunan khusus (amnesti) pada 2023, tidak ada lagi batasan hukum baginya untuk kembali ke manajemen. Langkah agresif Taekwang Group dalam M&A pun dimulai setelah amnesti tersebut. Inilah alasan munculnya analisis bahwa Taekwang Group tengah menyusun ulang portofolio bisnis untuk menyambut kembalinya mantan ketua Lee. Namun, fakta bahwa kejaksaan baru-baru ini mendakwa mantan ketua Lee atas tuduhan pembentukan dana gelap menjadi variabel yang patut diperhitungkan. Meski demikian, pihak Taekwang Group menyatakan, "Belum ada yang diputuskan," terkait isu kembalinya mantan ketua Lee.

Kantor pusat KDB Life di Yongsan-gu, Seoul. Foto=Reporter Choi Joon-pil
Kantor pusat KDB Life di Yongsan-gu, Seoul. Foto=Reporter Choi Joon-pil

Bagaimana Peluang Sukses Akuisisi KDB Life?

Taekwang Group mencoba mengakuisisi KDB Life melalui anak perusahaannya, Heungkuk Life Insurance. Harga jual KDB Life yang beredar di sektor keuangan mencapai kisaran 1 triliun won. Menurut laporan kuartalan, total aset Heungkuk Life Insurance per akhir Maret tahun ini mencapai 23,8161 triliun won, namun kas dan setara kas hanya sekitar 217,4 miliar won. Meski demikian, diperkirakan tidak sulit bagi mereka untuk mengumpulkan 1 triliun won dengan dukungan dari anak perusahaan lain seperti Taekwang Industrial.

Meskipun minat terhadap KDB Life cukup tinggi, harga jual diperkirakan sulit untuk naik secara drastis. Hal ini dikarenakan selain KDB Life, terdapat sejumlah perusahaan asuransi lain yang tersedia di pasar M&A, seperti ABL Life Insurance dan BNP Paribas Cardif Life Insurance. Korea Development Bank (KDB) telah mencoba menjual KDB Life sebanyak enam kali sejak 2014, namun selalu gagal. Jika penjualan kali ini kembali gagal, mereka berisiko menghadapi kritik terkait kegagalan pemulihan dana publik. Bagi KDB sendiri, penjualan KDB Life adalah situasi yang sangat mendesak.

Pihak lain yang berpartisipasi dalam perebutan akuisisi KDB Life seperti Korea Investment Holdings, Samsung Life Insurance, dan Hanwha Life Insurance memiliki kekuatan modal yang tidak kalah dari Taekwang Group dan memiliki pengaruh yang kuat di sektor keuangan. Saat ini, suasana di sektor keuangan cenderung melihat bahwa akuisisi KDB Life akan dimenangkan oleh Korea Investment Holdings atau Taekwang Group.

Per akhir Maret tahun ini, total aset Samsung Life Insurance mencapai 371 triliun won. Total aset Hanwha Life Insurance dan Kyobo Life Insurance masing-masing mencapai 178 triliun won dan 149 triliun won. Total aset KDB Life sendiri ada di kisaran 16 triliun won. Jika Samsung, Hanwha, atau Kyobo mengakuisisi KDB Life, tingkat pertumbuhan aset mereka hanya akan berada di kisaran 4-11%. Namun, jika Heungkuk Life Insurance mengakuisisi KDB Life, aset mereka akan meningkat lebih dari 60%. Bagi Korea Investment Holdings, mereka saat ini tidak memiliki anak perusahaan terkait asuransi, sehingga mengakuisisi KDB Life akan melengkapi portofolio bisnis mereka.

KDB berencana untuk segera menentukan daftar kandidat pembeli potensial (shortlist) dan memulai proses uji tuntas (due diligence) terhadap KDB Life. Penawaran utama untuk akuisisi KDB Life diperkirakan akan berlangsung paling cepat pada bulan Agustus.

Heungkuk Life Insurance belum memberikan pernyataan resmi terkait akuisisi KDB Life.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지