[비즈한국] Obat obesitas oral diperkirakan akan mengguncang peta pasar layanan kesehatan global. Bentuk sediaan oral yang mudah dikonsumsi dinilai telah membuka era popularisasi pengobatan obesitas dengan menurunkan hambatan psikologis bagi pasien yang sebelumnya ragu untuk melakukan terapi.

Novo Nordisk mengumumkan pada tanggal 7 bahwa obat obesitas oral 'Wegovy tablet' telah melampaui 3 juta resep kumulatif dalam waktu 5 bulan setelah diluncurkan di pasar Amerika Serikat pada bulan Januari tahun ini. Mengingat bahwa Wegovy suntik membutuhkan waktu sekitar 2 tahun 6 bulan dan Zepbound milik Eli Lilly membutuhkan waktu sekitar 11 bulan untuk mencapai angka 3 juta resep, kecepatan penetrasi pasar Wegovy tablet tercatat 2 hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan sediaan suntik.
Hal yang unik adalah bahwa pasien Wegovy tablet yang tumbuh pesat ini tidak beralih dari sediaan suntik ke tablet. Menurut Novo Nordisk, sekitar 82% pasien yang menerima resep Wegovy tablet adalah pasien baru yang belum pernah mengonsumsi obat golongan GLP-1 (Glucagon-like peptide-1), seperti suntikan atau obat diabetes, dalam 12 bulan terakhir. Ini berarti sediaan oral memperluas pasar obat obesitas itu sendiri, alih-alih sekadar menggantikan pengobatan yang sudah ada. Lembaga riset pasar farmasi global, IQVIA, memproyeksikan bahwa pasar obat obesitas global akan mencapai 74 miliar hingga 131 miliar dolar AS (sekitar 115 triliun hingga 204 triliun won) pada tahun 2028.
Wegovy tablet memiliki efek penurunan berat badan yang setara dengan sediaan suntik yang sudah ada. Untuk mengatasi keterbatasan tingkat penyerapan tablet yang lebih rendah dibandingkan suntikan, obat ini dirancang dengan dosis tinggi 25mg. Melalui uji klinis, terbukti memiliki efek penurunan berat badan rata-rata sekitar 15%, yang hampir setara dengan Wegovy suntik.
Wegovy tablet dianggap sebagai 'pengubah permainan' (game changer) di pasar obat obesitas karena merupakan pil GLP-1 pertama yang secara aman mengendalikan nafsu makan dengan meniru hormon, berbeda dengan obat obesitas oral generasi lama yang menghambat penyerapan lemak sehingga menyebabkan efek samping seperti tinja berlemak, atau diklasifikasikan sebagai psikotropika (narkotika) sehingga memiliki batasan yang jelas untuk resep jangka panjang.
Kecepatan ekspansi pasar Wegovy tablet diperkirakan akan semakin cepat.
Novo Nordisk menetapkan harga Wegovy tablet di Amerika Serikat pada kisaran 149 hingga 299 dolar AS (sekitar 230 ribu hingga 460 ribu won) per bulan, lebih rendah dibandingkan sediaan suntik (1.349 dolar AS per bulan). Ini adalah langkah yang sangat berani mengingat harga suntikan yang tinggi sebelumnya menjadi hambatan masuk bagi pasien. Selain itu, program 'Medicare GLP-1 Bridge' yang akan diberlakukan mulai 1 Juli, yang memberikan dukungan bagi pasien obesitas pengguna asuransi kesehatan publik Medicare di AS untuk mendapatkan Wegovy tablet seharga 50 dolar AS (80 ribu won) per bulan, diperkirakan akan meningkatkan aksesibilitas pasien secara signifikan.
Berbeda dengan sediaan suntik yang mengalami kesulitan di tahap awal ekspansi pasar, Wegovy tablet memiliki risiko hambatan produksi akibat kekurangan pasokan yang lebih rendah. Sediaan suntik sempat mengalami kelangkaan parah selama bertahun-tahun karena terhambat rantai pasokan perangkat suntik seperti pena plastik atau jarum khusus, sementara bentuk sediaan oral dapat segera memanfaatkan lini produksi tablet yang sudah ada, sehingga produksi massal dan pasokan yang lancar jauh lebih mudah.
Untuk merespons permintaan global akan Wegovy tablet, Novo Nordisk terus melakukan investasi besar-besaran untuk perluasan fasilitas manufaktur di pabrik Måløv, Denmark, yang merupakan basis produksi khusus obat oral. Selain itu, mereka mempercepat investasi infrastruktur produksi dengan mengakuisisi pabrik-pabrik utama perusahaan manufaktur kontrak (CMO) global, Catalent, senilai total 16,5 miliar dolar AS (sekitar 24 triliun won) untuk perluasan rantai pasokan komprehensif yang mencakup sediaan suntik dan oral.
Di saat yang sama, minat terhadap waktu peluncuran Wegovy tablet di Korea Selatan juga meningkat. Novo Nordisk telah mengumumkan rencana untuk mulai meluncurkan produk ini di wilayah luar Amerika Serikat, termasuk Asia, mulai paruh kedua tahun ini. Mengingat Korea Selatan merupakan pusat tren obat obesitas di kawasan Asia, pengenalan produk ini diperkirakan akan dilakukan dengan cepat. Awal bulan ini, Novo Nordisk mengumumkan peluncuran Wegovy tablet di Uni Emirat Arab (UEA), menjadikannya negara pertama di luar Amerika Serikat yang mendapatkan produk tersebut.
Industri farmasi dan bioteknologi memperkirakan prosedur pengenalan, seperti pengajuan izin domestik, akan dimulai paling cepat pada paruh kedua tahun ini, sehingga peluncuran pada awal tahun depan menjadi sangat mungkin. Meskipun uji klinis penghubung (bridging clinical trial) untuk penduduk Korea belum dilakukan, para analis berpendapat bahwa evaluasi dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan bisa berlangsung lebih cepat, mengingat Novo Nordisk memiliki pengalaman dalam mendapatkan izin untuk obat diabetes oral dengan bahan aktif yang sama (semaglutide), yaitu 'Rybelsus', di Korea tanpa melalui uji klinis penghubung.