[비즈한국] Samsung Electronics005930 dan LG Electronics066570 serentak meluncurkan kampanye promosi besar-besaran untuk menyambut musim puncak peralatan rumah tangga di bulan Juni. Di saat permintaan untuk pendingin ruangan musim panas bertepatan dengan kebutuhan pindahan, pernikahan, dan penggantian perangkat, kedua raksasa elektronik dalam negeri ini menawarkan keuntungan diskon konsumen yang tinggi. Di tengah beban pembelian peralatan rumah tangga yang mahal akibat inflasi tinggi, kedua perusahaan menargetkan dompet konsumen dengan cara yang berbeda.
Samsung Electronics memilih metode pengembalian manfaat pembelian dalam bentuk voucher digital Onnuri. Keunggulan utamanya adalah desain manfaat tersebut diarahkan untuk mendorong konsumsi di pasar tradisional dan ekonomi lokal. Di sisi lain, LG Electronics mengandalkan poin keanggotaan, harga khusus daring, dan acara berhadiah. Jika Samsung Electronics mengedepankan pesan saling menguntungkan (win-win), LG Electronics lebih fokus pada pengurangan beban harga beli aktual dan memperluas titik temu dengan pelanggan mereka.
Voucher Onnuri Samsung, Poin LG… Struktur Manfaat Berbeda
Samsung Electronics akan mengadakan 'Samsung Electronics Thank You Festival with the People' selama 4 minggu mulai 8 Juni. Selama periode acara, pelanggan yang membeli produk Samsung Electronics akan menerima voucher digital Onnuri senilai 20% dari jumlah pembelian. Untuk target 'K-Hero' seperti militer, polisi, pemadam kebakaran, dan petugas pemasyarakatan, tambahan manfaat sebesar 10% diberikan, sehingga total manfaat mencapai 30%.
Inti dari acara Samsung Electronics adalah memberikan manfaat dalam bentuk voucher Onnuri alih-alih diskon harga langsung. Bagi konsumen yang sering menggunakan voucher Onnuri, ini dianggap hampir setara dengan manfaat tunai. Samsung Electronics menjelaskan bahwa acara ini merupakan langkah lanjutan dari komitmen 'perluasan kontribusi sosial sebesar 5 triliun won selama 5 tahun' yang diumumkan bulan lalu.

Namun, pelanggan hanya dapat mengajukan maksimal 2 produk per jenis yang sama, dan beberapa produk seperti Dacor, Harman, bahan habis pakai, serta aksesori tidak termasuk dalam acara tersebut. Untuk produk yang dibeli melalui operator seluler, voucher tidak diberikan sebesar 20% dari harga pembelian, melainkan dalam jumlah tetap per model. Harga aktual yang dirasakan dapat bervariasi tergantung pada status perangkat (unlocked vs carrier), cicilan, diskon kontrak, subsidi publik, dan manfaat kartu kredit, sehingga produk seluler perlu diperiksa secara terpisah.
Samsung Electronics juga memperkenalkan dukungan untuk 'AI Subscription Club'. Manfaatnya berupa dukungan biaya langganan AI selama 6 bulan dalam bentuk poin keanggotaan Samsung Electronics. Namun, ini terbatas pada syarat keanggotaan 4 tahun untuk PC/tablet/monitor, 5 tahun untuk robot penyedot debu, dan 6 tahun untuk TV serta peralatan rumah tangga lainnya. Smartphone tidak termasuk.
LG Electronics juga mengadakan 'National Representative Home Appliance Festival' pada periode yang sama. LG Electronics menawarkan poin keanggotaan senilai hingga 4,2 juta won tergantung pada jumlah pembelian. Menurut LG Electronics, ini sekitar dua kali lipat lebih banyak dibandingkan promosi biasa. Mulai tanggal 15, mereka juga akan mengadakan acara harga khusus dengan kuota terbatas di LGE.com, menawarkan diskon tambahan hingga 20% dari harga member reguler. Model populer seperti TV, kulkas, mesin cuci, dan AC akan dijual dengan kuota terbatas harian.
Selain itu, LG Electronics juga mengadakan acara berhadiah nasional melalui aplikasi keanggotaan mulai tanggal 12. Sebanyak 5.000 pemenang akan diundi dari pelanggan yang berpartisipasi dalam acara berbagi KakaoTalk. Strategi ini menggabungkan poin berdasarkan jumlah pembelian, harga khusus daring, dan acara aplikasi untuk memperluas interaksi konsumen sebelum dan sesudah pembelian.
Musim Puncak yang Sama, Pesan Berbeda… Pilihan Konsumen Meluas
Meskipun kedua acara berlangsung pada waktu yang sama, pesan yang disampaikan kepada konsumen berbeda. Melalui voucher Onnuri, Samsung Electronics menghubungkan manfaat pembelian peralatan rumah tangga dengan konsumsi di pasar tradisional dan pedagang kecil lokal. Banyak pihak di dalam dan luar industri yang merespons, "Ini adalah perencanaan yang baik yang menghubungkan promosi perusahaan besar dengan kesejahteraan ekonomi lokal." Jika ini hanya acara diskon biasa, manfaat tersebut mungkin hanya berhenti antara konsumen dan produsen, namun melalui voucher Onnuri, manfaat tersebut dapat mengalir ke pasar lokal.

LG Electronics lebih fokus pada penargetan permintaan peralatan rumah tangga premium dan penguatan ekosistem pelanggan mereka. Mereka meningkatkan poin keanggotaan menjadi sekitar dua kali lipat dari promosi biasa, serta menggabungkannya dengan harga khusus di LGE.com dan acara aplikasi. Bagi konsumen, ini menjadi insentif untuk mengurangi beban pembelian, sementara bagi LG Electronics, ini efektif untuk menarik pelanggan ke situs web dan aplikasi keanggotaan mereka.
Bagi konsumen, pilihan menjadi lebih luas. Jika Anda sering menggunakan voucher Onnuri dalam kehidupan sehari-hari, manfaat dari Samsung Electronics bisa jadi lebih menarik. Sebaliknya, jika Anda lebih mementingkan harga beli saat ini, utilitas poin, dan harga khusus daring, promosi LG Electronics mungkin terasa lebih intuitif. Mana yang lebih menguntungkan bergantung pada model yang akan dibeli, harga, dan kemungkinan penggunaan manfaat setelah pembelian, daripada sekadar preferensi merek.
Inti dari promosi peralatan rumah tangga bulan Juni ini bukan tentang "berapa banyak yang diberikan", melainkan "berapa banyak keuntungan nyata bagi saya". Konsumen perlu memeriksa tempat penggunaan voucher Onnuri dan ketentuan pembayaran untuk Samsung, serta model target, syarat penggunaan poin, dan kuota harga khusus untuk LG. Meskipun caranya berbeda, respon konsumen cukup positif karena kedua perusahaan membantu mengurangi beban pembelian barang elektronik mahal di tengah inflasi tinggi. Menarik untuk melihat sejauh mana promosi serentak Samsung dan LG ini dapat memicu kembali sentimen konsumsi yang sedang lesu.