[비즈한국] Ledakan terjadi di pabrik Hanwha Aerospace Daejeon, menyebabkan 5 orang tewas dan 2 orang luka-luka. Lokasi kejadian berada di ruang pembersihan gedung 56 di dalam pabrik Hanwha Aerospace Daejeon, Oesam-dong, Yuseong-gu, Daejeon. Pihak pemadam kebakaran menduga ledakan terjadi karena penyebab yang belum diketahui saat pekerjaan pembersihan bahan peledak berlangsung.
Menurut kepolisian dan pihak pemadam kebakaran, kecelakaan terjadi pada pukul 10.59 pagi waktu setempat. Karena ledakan memicu kebakaran, Badan Pemadam Kebakaran mengeluarkan status tanggap level 1 pada pukul 11.17 pagi dan memulai operasi pemadaman. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 1.07 siang. Diketahui terdapat 7 orang di lokasi saat kejadian. Sebanyak 5 orang ditemukan tewas di dalam area kerja, sementara 2 orang lainnya berhasil melarikan diri ke luar dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah diselamatkan.

Dari 2 korban luka, 1 orang berada dalam kondisi kritis akibat luka bakar di seluruh tubuh. Korban lainnya mengalami luka bakar di bagian leher, namun dilaporkan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Identitas para korban tewas belum terkonfirmasi. Pihak pemadam kebakaran menyatakan bahwa kondisi jenazah yang rusak parah menyulitkan identifikasi di tempat kejadian. Kepolisian akan bekerja sama dengan Badan Forensik Nasional untuk melakukan proses identifikasi.
Area kerja tempat kecelakaan terjadi sebagian besar hangus terbakar akibat api yang menyebar setelah ledakan. Pihak pemadam kebakaran menyatakan bahwa dengan mempertimbangkan kondisi puing-puing dan integritas struktural bangunan, pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan pembersihan puing baru bisa dilakukan setelah melalui pemeriksaan keselamatan. Mengingat insiden ini melibatkan ledakan dan kebakaran, diperkirakan butuh waktu untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Fasilitas Keamanan Nasional Membuat Detail Kerja Menjadi Rahasia… Fokus Investigasi pada ‘Prosedur Keselamatan’
Sejauh ini, informasi mengenai penyebab kecelakaan masih terbatas. Pihak pemadam kebakaran menyatakan, “Diduga ledakan terjadi karena penyebab yang belum diketahui saat pekerjaan pembersihan bahan peledak.” Namun, rincian mengenai apa yang dibersihkan, zat apa yang terlibat dalam ledakan, dan bagaimana prosedur kerja saat itu dilakukan tidak diungkapkan karena lokasi kecelakaan merupakan fasilitas keamanan nasional.
Oleh karena itu, investigasi awal akan berfokus pada identifikasi bahan penyebab ledakan dan prosedur kerja. Mengingat kecelakaan diduga terjadi di proses pembersihan, objek investigasi kemungkinan mencakup sifat zat yang dibersihkan, pengelolaan sisa bahan peledak, penilaian risiko sebelum kerja, penempatan pekerja, serta status operasional fasilitas anti-ledakan dan ventilasi. Meski begitu, sulit untuk menentukan penyebab pasti pada tahap saat ini.
Pabrik Hanwha Aerospace Daejeon merupakan area yang padat dengan fasilitas terkait pertahanan. Mengingat pekerjaan di sana melibatkan bahan berbahaya seperti bahan peledak dan propelan, risiko kecelakaan yang memakan banyak korban jiwa sangat tinggi. Terutama karena insiden ini diawali dengan ledakan sebelum kebakaran, pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem manajemen keselamatan di tempat kerja menjadi sangat mendesak.
Kecelakaan Ledakan Berulang di Masa Lalu… Kunci Ada pada Pengungkapan Penyebab dan Tindakan Pencegahan
Pabrik Hanwha Daejeon pernah mengalami kecelakaan ledakan di masa lalu. Pada tahun 2018, ledakan menewaskan 5 orang dan melukai 4 orang, sementara pada tahun 2019, kecelakaan ledakan juga merenggut 3 nyawa. Dengan insiden kali ini, kecelakaan ledakan yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar kembali berulang di pabrik yang sama.
Namun, belum dipastikan apakah penyebab atau proses kerja pada kecelakaan kali ini sama dengan insiden sebelumnya. Oleh karena itu, sulit untuk langsung menghubungkan riwayat kecelakaan tersebut sebagai penyebab langsung dari insiden saat ini. Meski demikian, fakta bahwa ledakan berulang kali terjadi di fasilitas yang menangani bahan berisiko tinggi sangat memprihatinkan. Proses investigasi harus memastikan apakah langkah-langkah pencegahan yang disusun pasca-kecelakaan sebelumnya benar-benar diterapkan, apakah standar manajemen pekerjaan berisiko sudah memadai, dan apakah langkah perlindungan pekerja telah dilakukan dengan benar.
Selanjutnya, polisi, pihak pemadam kebakaran, dan otoritas terkait akan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Tergantung hasil investigasi, penerapan Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Undang-Undang Hukuman Bencana Berat juga akan ditinjau. Pihak Hanwha Aerospace juga diperkirakan akan memberikan penjelasan mengenai penanganan pasca-kecelakaan, proses kerja, sistem manajemen keselamatan, dan langkah pencegahan di masa mendatang.
Para pakar pertahanan sepakat, “Karena sifat fasilitas pertahanan, memang sulit untuk membuka semua detail pekerjaan,” namun mereka menambahkan, “Terlepas dari masalah keamanan, penyebab kecelakaan yang menewaskan pekerja dan tanggung jawab atas manajemen keselamatan harus diungkapkan.”