[비즈한국] Perusahaan pengiriman uang dan dokumen, Korea Financial Security, menarik perhatian dengan terjun ke bisnis baru. Korea Financial Security baru-baru ini mengumumkan akan merambah bisnis pengiriman produk farmasi. Mereka juga menunjukkan ketertarikan pada bisnis dealer mobil listrik luar negeri. Tahun lalu mereka sempat melakukan penjualan uji coba mobil listrik, namun saat ini bisnis tersebut dihentikan karena masalah subsidi.

Terjun ke bisnis pengiriman produk farmasi
Korea Financial Security adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1990 atas investasi bank-bank komersial. Bisnis utamanya adalah pengiriman uang tunai, surat berharga, dan dokumen penting milik lembaga keuangan.
Pendapatan Korea Financial Security telah stagnan selama beberapa tahun terakhir. Menurut laporan audit, pendapatannya tercatat sebesar △62,8 miliar won pada 2021 △51,2 miliar won pada 2022 △48,6 miliar won pada 2023 △46,1 miliar won pada 2024 △48,9 miliar won pada 2025. Tidak mengherankan jika Korea Financial Security merambah bisnis baru untuk meningkatkan pendapatan.

Korea Financial Security baru-baru ini menyatakan telah resmi terjun ke pasar logistik khusus produk farmasi dan bio. Layanan pengiriman farmasi Korea Financial Security didasarkan pada sistem rantai dingin (cold chain) yang memenuhi standar distribusi farmasi (KGSP) dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan (MFDS). Mereka mengoperasikan kendaraan khusus yang memantau dan mencatat suhu secara real-time di seluruh proses pengiriman.
Korea Financial Security merasa percaya diri dengan bisnis pengiriman farmasi ini. Hal ini dikarenakan mereka telah lama berkecimpung dalam bisnis pengiriman dan memiliki jaringan serta infrastruktur logistik berskala nasional. Diketahui juga bahwa mereka memiliki banyak staf pengiriman profesional yang telah menyelesaikan pelatihan keamanan khusus di internal perusahaan.
Seorang perwakilan Korea Financial Security mengatakan, "Karena pengiriman farmasi berkaitan langsung dengan nyawa dan keselamatan pasien, bidang ini membutuhkan ketelitian dan rasa tanggung jawab yang sama tingginya dengan saat menangani aset keuangan," tambahnya, "Kami akan memantapkan diri sebagai mitra logistik khusus terbaik di Korea yang dapat dipercaya oleh perusahaan farmasi dan bio melalui Prosedur Operasi Standar (SOP) yang ketat dan sistem keamanan logistik yang canggih."
Status bisnis dealer mobil listrik
Menurut daftar registrasi badan hukum, Korea Financial Security mendaftarkan 'bisnis grosir dan eceran obat-obatan' sebagai tujuan bisnis pada Maret 2024. Oleh karena itu, bisnis pengiriman produk farmasi sebenarnya sudah direncanakan sejak lama.
Selanjutnya, pada Oktober 2025, mereka mendaftarkan 'bisnis penjualan mobil, perantara penjualan, dan penjualan impor' sebagai tujuan bisnis. Bidang yang ingin dimasuki oleh Korea Financial Security adalah bisnis dealer mobil listrik luar negeri. Menurut Korea Financial Security, mereka telah melakukan penjualan uji coba selama sekitar dua bulan tahun lalu, namun saat ini dalam status terhenti.
Korea Financial Security menyatakan sedang memantau waktu dimulainya kembali bisnis tersebut karena masalah subsidi mobil listrik. Hal ini dikarenakan meningkatnya kasus di mana anggaran subsidi pemerintah daerah habis lebih cepat akibat meningkatnya penjualan mobil listrik karena pengaruh tingginya harga BBM belakangan ini.
Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, jumlah registrasi mobil listrik murni meningkat sebesar 39,32% dari 733.030 unit pada April tahun lalu menjadi 1.021.273 unit pada April tahun ini. Dengan meningkatnya permintaan mobil listrik, muncul penilaian bahwa prospek bisnis dealer mobil listrik Korea Financial Security akan positif jika masalah subsidi terselesaikan. Namun, mengingat banyak perusahaan yang telah terjun ke bisnis dealer mobil listrik, persaingan ketat tidak dapat dihindari. Karena Korea Financial Security bukan perusahaan spesialis penjualan mobil, keunggulan kompetitif mereka belum dapat dijamin.
Seorang perwakilan Korea Financial Security menyampaikan, "Karena sifat bisnis mobil listrik di mana subsidi sangat memengaruhi pembelian, kami menghentikan sementara prosesnya dan mengamati situasi sampai masalah ini teratasi," dan menambahkan, "Kami berencana untuk meninjau kembali apakah akan memulai kembali bisnis tersebut dan jadwal mendatang segera setelah masalah subsidi terselesaikan."