[비즈한국] Langkah Ketua Daol Financial Group, Lee Byung-chul, untuk membeli tambahan saham Daol Investment Securities030210 menuai perhatian publik. Sebagian pelaku industri keuangan menafsirkan langkah ini sebagai upaya untuk memperkuat kendali manajemen. Hal ini dikarenakan meskipun Lee adalah pemegang saham pengendali, DB Insurance005830 sebagai pemegang saham terbesar kedua dan Seko Group sebagai pemegang saham terbesar ketiga juga memiliki porsi kepemilikan yang signifikan.

Ketua Lee Byung-chul memperoleh hak manajemen setelah menjadi pemegang saham terbesar KTB Investment Securities pada tahun 2018. KTB Investment Securities mengubah namanya menjadi Daol Investment Securities pada tahun 2022. Lee memperkokoh struktur manajemennya setelah dipromosikan dari wakil ketua menjadi ketua pada tahun 2021.
Potensi konflik manajemen di Daol Investment Securities mulai muncul pada tahun 2023, ketika mantan CEO Presto Investment Advisory (sekarang Presto Investment Management), Kim Ki-soo, dan istrinya, Choi Soon-ja, membeli saham perusahaan. Menurut laporan bisnis per akhir 2023, struktur pemegang saham Daol Investment Securities adalah: Ketua Lee Byung-chul 24,82%, mantan CEO Kim Ki-soo 7,08%, dan Choi Soon-ja 6,40%. Meskipun Lee tetap menjadi pemegang saham terbesar, posisi Kim Ki-soo tidak bisa diabaikan.
Diketahui bahwa Ketua Lee Byung-chul dan mantan CEO Kim Ki-soo telah beberapa kali berselisih. Sebagai contoh, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Daol Investment Securities pada Maret 2024, pihak Kim mengusulkan pembentukan proposal pemegang saham yang bersifat rekomendasi, perubahan jumlah direktur, dan penambahan modal melalui penerbitan saham baru, namun semuanya ditolak.
Tahun lalu, komposisi pemegang saham Daol Investment Securities kembali berubah. DB Insurance membeli saham yang sebelumnya dipegang oleh pihak Kim Ki-soo. Selain itu, Seko Group (yang terdiri dari Heungkook Savings Bank, O2 Savings Bank, dan Investor United) serta Cape Investment Securities064820 juga mulai membeli saham perusahaan. Per akhir tahun lalu, struktur pemegang saham Daol Investment Securities berubah menjadi: Ketua Lee Byung-chul 24,82%, DB Insurance 9,73%, Seko Group 9,35%, dan Cape Investment Securities 7,34%.
Seko Group dan Cape Investment Securities menyatakan tujuan kepemilikan saham mereka sebagai 'investasi sederhana', sementara DB Insurance menyatakan 'investasi umum'. Investasi sederhana berarti saham dipegang murni untuk keuntungan investasi, sedangkan investasi umum memungkinkan aktivitas pemegang saham yang lebih aktif seperti proposal terkait gaji eksekutif atau dividen. Oleh karena itu, Ketua Lee Byung-chul mau tidak mau harus mewaspadai DB Insurance.
Struktur kekuasaan Lee juga belum sepenuhnya aman. Jika Seko Group dan Cape Investment Securities mengubah tujuan investasi mereka dan mendukung DB Insurance, total gabungan saham ketiganya akan melampaui persentase kepemilikan Lee. Namun, Cape Investment Securities diketahui sebagai pemegang saham yang bersahabat dengan Lee.
Dalam situasi ini, minat pelaku pasar tertuju pada keputusan Lee untuk menambah kepemilikan sahamnya. Lee telah meningkatkan porsi sahamnya menjadi 25% setelah menerima saham perusahaan sebagai bonus pada Februari tahun ini. Selanjutnya, pada 19 Mei, ia berencana membeli tambahan 3,75% saham senilai 9 miliar won. Jika pembelian ini selesai, kepemilikan Lee akan menjadi 28,75%. Saham 3,75% yang akan dibeli Lee adalah sisa saham yang dipegang oleh pihak Kim Ki-soo. Daol Investment Securities menyatakan dalam pengumuman publik bahwa pembelian ini dilakukan untuk "memperkuat manajemen yang bertanggung jawab".
Meskipun porsi saham Lee meningkat, jumlahnya belum bisa dikatakan mutlak. Jika terjadi persaingan suara antara Lee dan DB Insurance dalam rapat pemegang saham, suara pemegang saham minoritas akan menjadi penentu. Saat ini, penilaian terhadap Lee cenderung positif karena kinerja keuangan Daol Investment Securities yang membaik. Perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar 43,9 miliar won pada tahun 2025, pulih dari kerugian bersih 45,5 miliar won pada tahun 2024. Hal ini juga mendorong peningkatan dividen dari 150 won per saham tahun lalu menjadi 240 won per saham tahun ini.
Namun, pergerakan harga saham tetap tidak stabil. Setelah ditutup di angka 3.510 won pada 30 Desember tahun lalu, harga sempat naik hingga 5.740 won pada Februari lalu, namun kemudian kembali turun. Saat ini harga saham tertahan di kisaran 4.000 won ke atas. Jika harga saham tidak segera pulih, ketidakpuasan di kalangan pemegang saham minoritas akan sulit dihindari.
Belakangan ini, Daol Investment Securities aktif dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Pada Maret lalu, perusahaan mengumumkan 'Rencana Peningkatan Nilai Perusahaan Daol Investment Securities', dengan target jangka menengah hingga 2030 yaitu ROE di atas 10% dan total rasio pengembalian pemegang saham di atas 40%. Perusahaan menyatakan akan "meningkatkan kepercayaan pemegang saham melalui penguatan saluran komunikasi dan penyediaan informasi perusahaan yang transparan".