[비즈한국] Popularitas serial animasi Netflix 'K-Pop Demon Hunters' (KDH) seolah tak terbendung. Melampaui kesuksesan animasinya, serial ini telah berevolusi menjadi 'Super IP (Kekayaan Intelektual)' yang mengguncang berbagai sektor industri seperti fesyen, penerbitan, dan pariwisata, serta terus memperluas kekuatan kontennya.
'KDH' baru-baru ini mengonfirmasi produksi sekuelnya dan menyatakan tantangan baru sebagai 'film musikal'. Tidak hanya di layar kaca, mereka juga telah menaklukkan panggung peragaan busana nyata. Vokalis utama OST 'Golden', EJAE, diundang secara resmi ke festival fesyen New York '2026 Met Gala' pada tanggal 4 (waktu setempat) dan menjadi pusat perhatian dengan mengenakan 'busana gisaeng'.

Pencapaian di pasar penerbitan bahkan lebih fenomenal. Novel remaja yang diterbitkan melalui penerbit besar AS, Random House (RHCB), langsung menempati posisi pertama daftar buku terlaris New York Times segera setelah dirilis. Komik bukunya pun menyapu berbagai daftar utama seperti USA Today.
Popularitas di pasar global juga berlanjut ke dalam negeri. Seoul Munhwasa menerbitkan 'K-Pop Demon Hunters Official Poster Book' dan 'K-Pop Demon Hunters Animation Picture Book: For the Fans!' pada 29 April. Selanjutnya, pada bulan Juni mendatang, mereka berencana meluncurkan berbagai buku untuk anak-anak, termasuk 'K-Pop Demon Hunters Original Movie Comic Book', serta buku aktivitas, buku cerita orisinal, buku mewarnai, dan buku stiker. Para penggemar yang semula hanya sekadar menonton kini beralih menjadi 'pelanggan setia' yang mengonsumsi buku dan buku aktivitas, yang diprediksi akan memperpanjang umur konten tersebut.

'KDH' juga memberikan kontribusi bagi industri pariwisata Korea. Jumlah pengunjung asing di Museum Nasional Korea melonjak setelah penayangan 'KDH'. Pengunjung asing yang berjumlah sekitar 170.000 pada tahun 2023 dan 190.000 pada tahun 2024, menembus angka 230.000 pada tahun 2025 setelah perilisan KDH pada Juni 2025, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Jumlah total pengunjung mencapai 6.507.483 orang, meningkat sekitar 1,7 kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.788.785 orang.
Belakangan ini, seiring dengan kembalinya BTS, warga dunia yang ingin menikmati K-Pop dan K-Culture dari 'rumah' kini berbondong-bondong datang ke Korea. Dengan terbentuknya tren wisata mengunjungi daerah-daerah yang terkait dengan IP K-Culture, era 30 juta wisatawan asing sudah di depan mata. Hal ini menjadi 'angin segar' bagi industri ritel yang sempat terpukul oleh inflasi tinggi dan kelesuan ekonomi.
Kesuksesan 'KDH' menunjukkan bahwa satu konten yang dikemas dengan baik dapat membangun ekosistem raksasa yang menembus industri manufaktur, jasa, dan pariwisata. Sangat menarik untuk menantikan sejauh mana kisah 'KDH' akan terus berkembang.