주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Daewoo E&C Gugat Oh Chang-seok atas Put Option: "Beli Kembali Saham Mugunghwa Trust"

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Daewoo E&C047040 telah dipastikan mengajukan gugatan senilai 13 miliar won terhadap Oh Chang-seok, pemegang saham utama Mugunghwa Trust, untuk menuntut pembayaran put option. Hal ini diinterpretasikan sebagai upaya perusahaan untuk menarik kembali investasinya setelah kondisi keuangan Mugunghwa Trust memburuk dan penjualan hak pengelolaan perusahaan tertunda, padahal Daewoo E&C telah membeli saham tersebut seharga 10 miliar won pada tahun 2023 dengan jaminan hak put option dan tag-along.

Daewoo E&C telah dipastikan mengajukan gugatan senilai 13 miliar won terhadap Oh Chang-seok, pemegang saham utama Mugunghwa Trust, untuk menuntut pembayaran put option. Foto menunjukkan pemandangan Eulji Twin Tower di Jung-gu, Seoul, kantor pusat Daewoo E&C. Foto = Reporter Lee Jong-hyun
Daewoo E&C telah dipastikan mengajukan gugatan senilai 13 miliar won terhadap Oh Chang-seok, pemegang saham utama Mugunghwa Trust, untuk menuntut pembayaran put option. Foto menunjukkan pemandangan Eulji Twin Tower di Jung-gu, Seoul, kantor pusat Daewoo E&C. Foto = Reporter Lee Jong-hyun

Menurut liputan Bizhankook, Daewoo E&C mengajukan gugatan penagihan pembayaran put option terhadap Ketua Mugunghwa Trust, Oh Chang-seok, pada Agustus tahun lalu. Inti dari gugatan ini adalah menuntut Oh untuk membeli kembali saham Mugunghwa Trust yang dimiliki Daewoo E&C pada harga yang telah ditentukan. Nilai gugatan tersebut mencapai sekitar 13 miliar won. Put option adalah hak untuk menjual aset tertentu pada harga yang telah disepakati sebelumnya. Langkah hukum ini diambil karena Oh tidak menanggapi pelaksanaan put option yang diajukan oleh Daewoo E&C.

Sengketa antara kedua belah pihak bermula dari transaksi saham Mugunghwa Trust. Pada Juli 2023, Daewoo E&C membeli 78.740 saham (2%) Mugunghwa Trust dari Oh seharga 10 miliar won. Saat itu, Daewoo E&C dikabarkan telah mendapatkan hak put option untuk menjual kembali saham tersebut kepada Oh, serta hak tag-along untuk turut menjual sahamnya jika Oh melakukan penjualan kepada pihak ketiga.

Pelaksanaan put option oleh Daewoo E&C dianalisis sebagai dampak dari memburuknya kondisi keuangan Mugunghwa Trust. Akibat kelesuan pasar properti dan kegagalan pembiayaan proyek (PF), kerugian bersih konsolidasi Mugunghwa Trust membengkak dari 8,3 miliar won pada tahun 2023 menjadi 150,7 miliar won pada tahun 2024, dan 110,4 miliar won pada tahun 2025. Pada kuartal ketiga tahun 2024, rasio modal bersih (NCR) turun menjadi 69%, sehingga perusahaan menerima perintah perbaikan manajemen dari otoritas keuangan. Tahun lalu, perusahaan bahkan mengalami kondisi erosi modal sebagian di mana total ekuitas lebih kecil dari modal disetor.

Gagal bayar pinjaman dengan jaminan saham oleh Ketua Oh Chang-seok juga memberikan pengaruh. Pada Juni 2023, Oh menerima pinjaman sebesar 150 miliar won dengan menjaminkan saham hak pengelolaan Mugunghwa Trust (50% + 1 saham). Namun, lima bulan setelah pinjaman dicairkan, terjadi peristiwa gagal bayar (Event of Default/EOD). Mengingat saham perusahaan tertutup memiliki likuiditas rendah sebagai jaminan, pemulihan kredit melalui penjualan paksa sulit dilakukan. Dampaknya meluas ke SK Securities001510 (yang memberikan pinjaman mandiri sebesar 86,9 miliar won) sebagai penyedia pinjaman beserta para investor lainnya.

Di sisi lain, peluang Daewoo E&C untuk turut menjual saham Mugunghwa Trust tidak kunjung tiba. Meskipun penjualan hak pengelolaan Mugunghwa Trust mulai digencarkan sejak tahun 2024, hingga saat ini belum ada pembeli yang muncul. Berdasarkan rencana perbaikan manajemen yang disetujui kembali oleh otoritas keuangan pada Juli tahun lalu, Mugunghwa Trust seharusnya menyelesaikan kontrak penjualan hak pengelolaan paling lambat akhir Agustus tahun lalu.

Daewoo E&C meningkatkan tekanan melalui pembekuan aset. Sebulan setelah gugatan diajukan, yaitu pada September tahun lalu, perusahaan menyita 7 bidang tanah milik Oh Chang-seok, termasuk sebuah kondominium di Pulau Jeju dan lahan pertanian di Seongnam, Provinsi Gyeonggi. Nilai gugatan saat itu mencapai 13,5 miliar won, yang mencakup harga pembelian put option saham Mugunghwa Trust, denda keterlambatan, dan penalti pelanggaran kontrak. Langkah ini diinterpretasikan sebagai upaya penyitaan aset pribadi Oh akibat ketidakpastian pengembalian dana.

Seorang perwakilan Daewoo E&C hanya menyatakan, "Kami memahami bahwa kami telah menjalankan hak yang sah sesuai dengan kontrak," dan menambahkan, "Sulit untuk memberikan tanggapan mengenai masalah yang sedang dalam proses hukum." Upaya untuk menghubungi Mugunghwa Trust dan SK Securities guna menanyakan rencana penjualan saham Mugunghwa Trust juga tidak membuahkan jawaban.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
차형조 기자
cha6919@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지