주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Dampak Berantai Right Issue Hanwha Solutions: Direksi Membeli Saham hingga Penonaktifan CFO

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Hanwha Solutions009830 terus mengambil langkah susulan untuk memulihkan kepercayaan pasar setelah pengumuman penawaran umum terbatas (right issue) berskala besar. Pada 26 Maret, perusahaan memutuskan untuk melakukan right issue senilai 2,3976 triliun won. Jumlah saham baru yang diterbitkan adalah 72 juta saham biasa, dengan alokasi dana masing-masing sekitar 1,5 triliun won untuk pelunasan utang dan 907,7 miliar won untuk fasilitas modal. Perusahaan menjelaskan bahwa tujuan langkah ini adalah untuk melunasi utang dan mengamankan modal investasi guna memperkuat daya saing bisnis tenaga surya.

Hanwha Solutions terus mengambil langkah susulan untuk memulihkan kepercayaan pasar setelah pengumuman penawaran umum terbatas berskala besar. Foto=Choi Joon-pil
Hanwha Solutions terus mengambil langkah susulan untuk memulihkan kepercayaan pasar setelah pengumuman penawaran umum terbatas berskala besar. Foto=Choi Joon-pil

Masalahnya terletak pada reaksi pasar tepat setelah pengumuman tersebut. Setelah rencana penambahan modal sebesar 42% dari jumlah saham beredar tersebar, harga saham Hanwha Solutions turun 18,22% pada hari pengumuman. Meskipun perusahaan beralasan adanya perubahan kebijakan tenaga surya di AS, perluasan investasi fasilitas manufaktur di AS, dan cacat peralatan dalam proses uji coba fasilitas sel surya di AS, kekhawatiran di kalangan investor mengenai dilusi nilai ekuitas pemegang saham lama meningkat dengan cepat.

Sehari setelah pengumuman tersebut, Hanwha Solutions mengumumkan kebijakan pembelian saham oleh jajaran manajemen. Wakil Ketua Kim Dong-kwan menyatakan rencana pembelian saham senilai sekitar 3 miliar won, sementara CEO Divisi Kimia Nam Jeong-woon dan CEO Divisi Qcells Park Seung-deok juga menyatakan akan membeli saham masing-masing senilai sekitar 600 juta won. Perusahaan menjelaskan tindakan ini sebagai bentuk 'manajemen yang bertanggung jawab'. Kemudian pada 30 Maret, keempat komisaris independen termasuk Ketua Dewan Komisaris Jang Jae-soo juga menyatakan niat untuk ikut membeli saham.

Pembelian saham oleh jajaran direksi pun benar-benar terealisasi. Berdasarkan Sistem Pengungkapan Elektronik Layanan Pengawas Keuangan (FSS) pada 6 April, Wakil Ketua Kim Dong-kwan membeli saham senilai total 3 miliar won di pasar selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 1 hingga 3 April. CEO Nam Jeong-woon dan CEO Park Seung-deok masing-masing juga membeli saham senilai 600 juta won, dan keempat komisaris independen dilaporkan masing-masing membeli 2.000 saham.

Perusahaan juga mengadakan sesi penjelasan bagi pemegang saham ritel. CFO Jeong Won-young menjelaskan dalam sesi tersebut pada 3 April bahwa "terlepas dari upaya mandiri yang telah dilakukan sebelumnya senilai 2,3 triliun won sebelum melakukan right issue, perusahaan menghadapi tekanan penurunan peringkat kredit," sehingga pendanaan modal menjadi tidak terhindarkan. Pada kesempatan yang sama, Hanwha Solutions menyatakan bahwa tidak akan ada lagi right issue tambahan setidaknya hingga tahun 2030, serta menyajikan peta jalan keuangan jangka menengah hingga panjang. Perusahaan menjelaskan bahwa sebelumnya telah melakukan upaya mandiri sekitar 2,3 triliun won melalui penjualan aset dan penerbitan obligasi abadi.

Namun, pernyataan terkait FSS yang muncul selama sesi penjelasan memicu kontroversi baru. Saat itu, CFO Jeong Won-young memberikan komentar yang mengesankan bahwa "pihaknya berkomunikasi dengan FSS dan mendiskusikan rencana right issue sebelum mengajukan laporan sekuritas." Pernyataan ini diinterpretasikan seolah-olah Hanwha Solutions telah melakukan konsultasi atau kesepakatan awal dengan FSS dalam proses persiapan right issue, yang memicu kontroversi besar.

Pada 4 April, Hanwha Solutions mengeluarkan klarifikasi dan permintaan maaf serta mengoreksi pernyataan tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa meskipun mereka pernah memberi tahu FSS secara lisan mengenai rencana pengajuan laporan sekuritas, mereka tidak pernah melakukan konsultasi awal mengenai isi laporan atau meminta kesepakatan awal terkait right issue tersebut. Perusahaan menjelaskan bahwa terjadi kesalahan ekspresi dalam proses penjelasan tersebut, yang menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah rencana right issue telah dibahas sebelumnya dengan FSS.

Kontroversi ini berujung pada tindakan kepegawaian. Pada 6 April, Hanwha Solutions dilaporkan telah menonaktifkan CFO Jeong Won-young. Meskipun perusahaan tidak merinci sifat sanksi dalam pernyataan resmi terpisah, langkah ini diinterpretasikan sebagai tindakan untuk meminta pertanggungjawaban atas pernyataan yang dibuat dalam pertemuan pemegang saham baru-baru ini.

Kasus ini menjadi sorotan karena respons Hanwha Solutions setelah pengumuman right issue dilakukan secara berurutan, mulai dari pembelian saham oleh manajemen dan komisaris independen, janji pembatasan right issue tambahan, permintaan maaf resmi, hingga penonaktifan CFO. Di tengah situasi di mana kebutuhan akan pendanaan modal skala besar dan pengelolaan kepercayaan investor menjadi tantangan sekaligus, cara perusahaan memberikan penjelasan lanjutan dan meningkatkan kinerja bisnis menjadi variabel yang tersisa.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
우종국 기자

기업의 움직임 뒤에 있는 구조와 이해관계를 취재합니다. 드러난 사건보다 그 사건이 벌어진 이유를 설명하는 기사를 쓰고자 합니다.

xyz@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지