주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Golf Buruk Kang Chan-wook
Tiga Pikiran yang Merusak Permainan Golf

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Golf adalah olahraga mental. Legenda Jack Nicklaus pernah berkata, “Golf adalah 50% mental. 40% adalah alamat (address), dan 10% sisanya adalah ayunan (swing).” Ini adalah peringatan yang membalikkan ekspektasi para pegolf amatir yang percaya bahwa ayunan adalah segalanya. Bahkan, Jack Nicklaus kemudian meningkatkan persentase aspek mental dalam pernyataannya. Meskipun sulit untuk mengukur porsi mental dalam golf, kita umumnya sepakat mengenai pentingnya hal tersebut.

Ambisi jarak dan hasrat untuk menebus kesalahan membuat tubuh menegang, kecemasan sebelum putaran dan kekhawatiran tentang lapangan merusak pukulan, serta keraguan terhadap diri sendiri mengguncang seluruh permainan. Foto=AI Generatif
Ambisi jarak dan hasrat untuk menebus kesalahan membuat tubuh menegang, kecemasan sebelum putaran dan kekhawatiran tentang lapangan merusak pukulan, serta keraguan terhadap diri sendiri mengguncang seluruh permainan. Foto=AI Generatif

Golf adalah ‘olahraga berpikir’. Waktu sebenarnya saat melakukan pukulan selama 18 lubang dalam putaran 4 jam, meski dihitung 40 detik per pukulan termasuk rutinitas pra-pukulan, hanya memakan waktu sekitar satu jam. Waktu melakukan ayunan jauh lebih singkat dari itu. Sisanya adalah waktu untuk berpikir. Meskipun ini adalah waktu untuk menyusun strategi dan rencana permainan, bagi pegolf akhir pekan, sebagian besar waktu ini justru diisi dengan penyesalan. Benar. Golf adalah olahraga yang bermasalah justru karena terlalu banyak berpikir. Skor bergantung pada bagaimana kita merapikan dan mengubah pikiran-pikiran tersebut. Lantas, pikiran seperti apa yang merusak permainan golf kita?

Pertama adalah ‘keserakahan’. Keserakahan untuk mengirim bola lebih jauh meski hanya 1 meter. Terkadang kita berkata kepada pegolf yang terlalu bernafsu di area tee, “Buat apa menambah jarak sejauh itu?”, tetapi tidak ada pegolf di dunia ini yang tidak punya ambisi jarak. Terkadang, rasa kompetitif untuk mengalahkan rival membuat kita melakukan ayunan yang penuh keserakahan. Bukankah sering kali setelah melakukan pukulan meleset, kita terlalu bernafsu untuk menebusnya dalam satu pukulan berikutnya, atau saat di bunker, kita mencoba memasukkan bola ke lubang padahal seharusnya cukup dengan keluar dari bunker saja? Bahkan ada yang berpakaian tidak nyaman hanya karena ingin tampil lebih keren dari rekan mainnya. Semuanya adalah keserakahan. Keserakahan yang masuk ke dalam tubuh berarti ketegangan yang masuk ke dalam pikiran. Jika pikiran tegang, tubuh pun akan tegang. Di mana pikiran itu berada? Bukankah ia ada di dalam tubuh kita?

Kedua adalah ‘kekhawatiran’. Banyak pegolf tidak bisa tidur nyenyak sehari sebelum putaran. Itu karena dua perasaan. Satu adalah ‘kegembiraan’ dan yang lainnya adalah ‘kekhawatiran’. Kita terjaga karena antusiasme seperti mau piknik, tapi juga karena cemas memikirkan apa jadinya jika besok bermain buruk. Pergi ke tempat latihan untuk tampil maksimal, malah pukulan *shank* yang muncul. Itu kekhawatiran. Besok adalah putaran yang sangat penting, ingin tampil baik di depan orang tersebut, tapi pukulan akhir-akhir ini sedang tidak bagus. Itu kekhawatiran. Mendengar lapangan golf besok sulit, lebih sempit dan panjang dibanding lapangan lain, itu kekhawatiran. Kekhawatiran tidak membawa pengaruh baik dalam golf. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Pemain hebat mengarahkan bola sesuai keinginannya, pemain amatir mengarahkan bola sesuai kekhawatirannya.”

Ketiga adalah ‘keraguan’. Ada iklan klub golf yang berbunyi, “Percayalah pada iron-mu.” Seseorang bertanya balik, “Saya saja tidak percaya pada diri sendiri, bagaimana bisa saya percaya pada iron?” Kita terus-menerus meragukan diri sendiri dan kemampuan kita. Jack Nicklaus pernah berkata, “Saya tidak pernah meleset dalam pikiran saya (I never missed a putt in my mind).” Tidak ada perasaan yang membuat diri sendiri merasa tidak aman selain meragukan diri sendiri.

Jika begitu, bukankah kita bisa menggunakan pikiran yang berlawanan dari ketiga hal tersebut? Mari cari kebalikannya. Kebalikan dari ‘ayunan keserakahan’ bisa disebut sebagai ‘ayunan kosong’. Kebalikan dari keserakahan mungkin adalah ‘tanpa hasrat’, tetapi kata ‘kosong’ terasa lebih cocok untuk ayunan golf. Sesekali jika tubuh terlalu tegang, cobalah berayun sambil bergumam “Kosong!” di tempat latihan. Anda akan merasakan ketegangan menghilang. Saat melakukan alamat, mengibaskan bahu ke bawah juga bisa membantu membuang keserakahan. Pelatihan mental yang fokus hanya pada hubungan antara bola dan diri sendiri sangat diperlukan. Kebalikan dari ‘golf kekhawatiran’ adalah ‘golf positif’. Negatif adalah pengulangan, dan positif adalah penaklukan. Buang pikiran ‘bagaimana ini’ dan isi pikiran terus-menerus dengan ‘tidak apa-apa’. ‘Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Masih ada pukulan berikutnya. Masih ada lubang berikutnya. Masih ada putaran berikutnya.’ Mungkin saja masih ada kehidupan selanjutnya, bukan? Kita sering mengatakan ‘mengucapkan pikiran’, tetapi kata-kata juga bisa membentuk pikiran. Bukan ‘bagaimana ini’, melainkan ‘tidak apa-apa’.

Kebalikan dari ‘golf keraguan’ adalah ‘golf keyakinan’. Keyakinan meningkatkan probabilitas. Perbedaan antara ‘aku tidak bisa’ dan ‘ini aku’ sangatlah besar. Legenda golf wanita Annika Sorenstam selalu berkata pada dirinya sendiri di area tee lubang pertama, ‘Aku bisa melakukannya, aku bisa melakukannya’. Perasaan ‘aku beruntung’ atau ‘aku orang yang beruntung’ juga membantu dalam tidak meragukan diri sendiri.

Pegolf membutuhkan latihan mental sebanyak latihan ayunan. Karena meskipun ayunan terlihat dilakukan oleh tubuh, itu sebenarnya digerakkan oleh pikiran yang ada di dalam tubuh tersebut.

Siapakah penulis Kang Chan-wook? Seorang pengiklan dan penulis. Memulai karier sebagai copywriter di Cheil Worldwide dan kini menjadi perwakilan produksi video ‘Sidae-ui Siseon’ (Perspektif Zaman). Karena menyukai golf, ia memperoleh sertifikat mengajar USGTF, dan berkat kecintaannya pada menulis, ia telah menerbitkan buku golf berjudul ‘Kegembiraan Golf’, ‘Golf Buruk’, ‘Golf Tulus’, dan ‘Berpikir Golf, Golf Pikiran’. Ia mengelola saluran YouTube ‘Bad Golf’ dan berbagi berbagai cerita serta pemikiran seputar golf dengan pembaca dan penonton.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
강찬욱 작가

광고인이자 작가. 제일기획에서 카피라이터로 시작해 현재는 영상 프로덕션 ‘시대의 시선’ 대표를 맡고 있다. 골프를 좋아해 USGTF 티칭프로 자격증을 취득했으며, 글쓰기에 대한 애정으로 골프에 관한 책 ‘골프의 기쁨’, ‘나쁜골프’, ‘진심골프’, ‘골프생각, 생각골프’를 펴냈다. 유튜브 채널 ‘나쁜골프’를 운영하며, 골프를 둘러싼 다양한 이야기와 생각을 독자 및 시청자와 나누고 있다.

writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지